- Kanker hati dan saluran empedu intrahepatik 69 persen lebih rendah.
- Kanker prostat 52 persen lebih rendah.
- Kanker paru 41 persen lebih rendah.
- Kanker rektum 40 persen lebih rendah.
- Kanker payudara 36 persen lebih rendah.
Studi: Pembatasan Gula Sejak Bayi, Risiko Kanker Bisa Lebih Rendah

Studi terbaru terhadap 64.761 orang menemukan pembatasan gula selama 1.000 hari pertama kehidupan berkaitan dengan risiko beberapa kanker yang lebih rendah saat dewasa.
Mereka yang lebih lama hidup dalam periode pembatasan gula juga memiliki telomer leukosit yang sedikit lebih panjang dan pola makan lebih sehat puluhan tahun kemudian.
Penelitian menggunakan eksperimen alami, bukan uji klinis acak, sehingga hasilnya tidak membuktikan bahwa gula pada masa bayi sendirian menentukan apakah seseorang kelak terkena kanker.
Apa yang terjadi puluhan tahun kemudian jika asupan gula dibatasi sejak seseorang masih berada dalam kandungan hingga berusia 2 tahun?
Sebuah kebijakan pangan Inggris dari lebih dari 70 tahun lalu ternyata memberikan kesempatan langka untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Penelitian terbaru dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), terbit pada Agustus 2026, menemukan orang yang melewati 1.000 hari pertama kehidupan—dari konsepsi sampai usia 2 tahun—ketika gula masih dijatah di Inggris memiliki risiko beberapa jenis kanker yang lebih rendah saat dewasa. Mereka juga menunjukkan tanda penuaan biologis yang lebih lambat berdasarkan panjang telomer.
Table of Content
Semuanya berawal dari berakhirnya penjatahan gula
Inggris membatasi gula dan makanan manis selama dan setelah Perang Dunia II. Kebijakan tersebut berakhir pada September 1953.
Selama masa penjatahan, konsumsi gula berada pada tingkat yang relatif mirip dengan rekomendasi kesehatan modern. Orang dewasa mengonsumsi kurang dari sekitar 40 gram per hari, anak-anak kurang dari 15 gram, sementara anak di bawah usia 2 tahun tidak mendapatkan alokasi gula atau makanan manis. Setelah pembatasan berakhir, konsumsi gula dan makanan manis hampir dua kali lipat—dari sekitar 41 gram per hari pada awal 1953 menjadi sekitar 80 gram pada 1954 pada orang dewasa.
Perubahan yang sangat cepat tersebut menciptakan sesuatu yang disebut eksperimen alami.
Chen Zhu dari China Agricultural University dan Weilong Zhang dari University of Cambridge kemudian menganalisis 64.761 peserta UK Biobank yang lahir antara 1951 dan 1956. Sebagian menghabiskan hampir seluruh 1.000 hari pertamanya dalam periode penjatahan, sebagian hanya mengalaminya ketika berada dalam kandungan atau beberapa bulan setelah lahir, dan mereka yang lahir belakangan tidak mengalaminya sama sekali.
Dengan begitu, peneliti dapat membandingkan kesehatan orang-orang yang lahir berdekatan waktunya tetapi mengalami paparan gula yang berbeda pada periode awal kehidupannya.
Risiko beberapa kanker lebih rendah puluhan tahun kemudian
Makin lama seseorang terpapar pembatasan gula pada 1.000 hari pertama kehidupannya, makin rendah insiden beberapa kanker saat dewasa.
Dibandingkan kelompok yang tidak mengalami penjatahan gula pada periode tersebut, penelitian menemukan risiko relatif:
Angka tersebut merupakan penurunan risiko relatif, bukan berarti pembatasan gula mengurangi peluang setiap orang terkena kanker sebesar angka yang sama.
Menariknya, hasil tersebut menunjukkan pola dose-response, bahwa perlindungan cenderung lebih besar pada orang yang mengalami pembatasan gula lebih lama dalam periode 1.000 hari pertama.
Studi dalam Science pada 2024 yang menggunakan eksperimen alami yang sama menemukan pembatasan gula pada awal kehidupan berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 sekitar 35 persen lebih rendah dan hipertensi sekitar 20 persen lebih rendah, serta menunda munculnya kedua penyakit tersebut masing-masing sekitar empat dan dua tahun.
Efeknya mungkin dimulai dari selera makan

ilustrasi balita makan (pexels.com/Meruyert Gonullu) Mengapa sesuatu yang terjadi sebelum usia 2 tahun masih terlihat lebih dari lima dekade kemudian? Para peneliti menemukan dua kemungkinan mekanisme.
Pertama adalah perilaku makan. Ketika diperiksa saat dewasa, peserta yang pernah mengalami pembatasan gula sejak dini cenderung mengonsumsi lebih sedikit gula, makan dalam jumlah lebih kecil, serta memiliki pola makan yang lebih sehat dan beragam dibandingkan kelompok yang lahir setelah penjatahan berakhir.
Para peneliti menduga paparan terhadap rasa manis pada periode awal perkembangan mungkin membantu membentuk preferensi makanan dalam jangka panjang.
Namun, informasi makanan peserta berasal dari pencatatan diet saat mereka sudah dewasa dan hanya memberikan gambaran pada satu periode. Data tersebut tidak dapat membuktikan bahwa pola makan yang sama berlangsung terus sejak masa kanak-kanak.
Ada pula petunjuk dari proses penuaan biologis
Mekanisme kedua kemungkinan bersifat biologis.
Peserta yang mengalami pembatasan gula memiliki telomer leukosit sedikit lebih panjang, sekitar 0,05 standar deviasi. Dalam analisis peneliti, perbedaan tersebut setara secara statistik dengan sekitar 2,2 tahun lebih sedikit penuaan biologis. Mereka juga memiliki kadar Granzyme B yang lebih rendah, yang dinilai konsisten dengan tingkat aktivasi imun kronis yang lebih rendah.
Telomer adalah struktur pelindung di ujung kromosom yang cenderung memendek seiring pembelahan dan penuaan sel.
Meski demikian, panjang telomer bukan jam biologis yang dapat mengatakan secara pasti seseorang 2,2 tahun lebih muda. Temuan tersebut lebih tepat dipandang sebagai salah satu petunjuk bahwa lingkungan nutrisi pada awal kehidupan mungkin meninggalkan jejak biologis dalam jangka panjang.
Apakah berarti gula saat bayi menyebabkan kanker ketika dewasa?
Kekuatan penelitian ini terletak pada perubahan kebijakan yang terjadi tiba-tiba, sehingga dua kelompok yang lahir hanya berselisih beberapa bulan mengalami lingkungan gula yang sangat berbeda. Desain tersebut lebih kuat daripada sekadar membandingkan orang yang memilih makan banyak gula dengan mereka yang tidak.
Namun, penelitian ini bukan uji coba terkontrol secara acak. Para peneliti sendiri mengakui tidak mungkin sepenuhnya menyingkirkan perbedaan tersembunyi antara keluarga sebelum dan sesudah penjatahan berakhir.
Keterbatasan penelitian lainnya, basis data UK Biobank cenderung merekrut peserta yang lebih sehat dan berpendidikan daripada populasi Inggris secara umum. Jumlah kasus beberapa kanker juga relatif kecil—misalnya hanya 115 kasus kanker hati dan 374 kanker rektum—sehingga estimasi untuk kanker tertentu memiliki ketidakpastian lebih besar.
Jadi, temuan ini tidak berarti seorang anak yang diberi makanan manis akan mengalami kanker puluhan tahun kemudian, ataupun bahwa menghindari gula menjamin seseorang bebas kanker. Temuannya lebih mendukung gagasan bahwa 1.000 hari pertama merupakan periode sensitif ketika pola nutrisi dapat ikut membentuk kesehatan jangka panjang.
Bukan berarti anak harus menghindari semua jenis gula

ilustrasi bayi di kursi makan bersama orang tuanya (pexels.com/Vanessa Loring) Gula alami yang terdapat dalam buah utuh atau laktosa dalam susu tidak sama dengan gula bebas atau gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman.
WHO merekomendasikan gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10 persen total energi harian dan menyarankan pengurangan hingga di bawah 5 persen untuk manfaat tambahan. Pada bayi dan anak kecil, gula tidak perlu ditambahkan ke makanan pendamping ASI serta makanan tinggi gula dan minuman manis sebaiknya dihindari.
Jadi, tidak perlu takut gula dari buah atau karbohidrat. Yang menjadi perhatian adalah paparan berlebihan terhadap gula tambahan dan makanan atau minuman yang sangat manis sejak periode kehidupan yang sangat dini.
Referensi
Chen Zhu and Weilong Zhang, “Early-Life Sugar Restriction Causally Reduces Adult Cancer Incidence and Slows Biological Aging,” Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America 123, no. 32 (2026): e2610287123, https://doi.org/10.1073/pnas.2610287123.
Haoxian Tang et al., “Sugar Rationing during the First 1000 Days of Life and Lifelong Risk of Heart Failure,” Nature Communications 17 (2026): 1894, https://doi.org/10.1038/s41467-026-68713-9.
Tadeja Gracner, Claire Boone, and Paul J. Gertler, “Exposure to Sugar Rationing in the First 1000 Days of Life Protected against Chronic Disease,” Science 386, no. 6725 (2024): 1043–48, https://doi.org/10.1126/science.adn5421.
Chen Zhu and Weilong Zhang, “Early-Life Sugar Restriction and Long-Term Risk of Cancer: A Natural Experiment Study in the UK,” medRxiv, November 23, 2025, preprint preceding the peer-reviewed PNAS article, https://doi.org/10.1101/2025.11.22.25340786.
World Health Organization, "WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age," diakses Agustus 2026.
World Health Organization, “Healthy Diet,” diakses Agustus 2026.








![[QUIZ] Cek Kebutuhan Air Harian Berdasarkan Gaya Hidup Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)


![[QUIZ] Dari Kebiasaan Olahraga, Ini Metode Jalan Kaki yang Bisa Kamu Lakukan](https://image.idntimes.com/post/20250207/metode-jalan-kaki-yang-bantu-turunkan-berat-badan-ee4894aef27f25c5b09005b6e69b7258.jpg)









