Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Memanfaatkan Treadmill untuk Persiapan Lari 10K

Cara Memanfaatkan Treadmill untuk Persiapan Lari 10K
ilustrasi latihan lari dengan treadmill (freepik.com/pressahotkey)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Treadmill efektif untuk persiapan lari 10K karena memungkinkan kontrol pace, incline, dan effort yang stabil, dengan hasil fisiologis mirip lari outdoor bila menggunakan kemiringan sekitar 1 persen.

  • Latihan treadmill sebaiknya bervariasi: easy run untuk fondasi aerobik, tempo dan interval run untuk kecepatan serta daya tahan, ditambah hill workout guna memperkuat otot dan efisiensi langkah.

  • Frekuensi ideal latihan 3–5 kali seminggu dengan kenaikan jarak bertahap 5–10 persen; tetap disarankan satu sesi lari outdoor agar tubuh terbiasa dengan kondisi race sesungguhnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cuaca panas, hujan, polusi, jalanan yang tidak aman, atau jadwal yang padat sering membuat orang sulit latihan lari secara konsisten di luar ruangan. Dalam situasi seperti itu, treadmill bisa menjadi alat yang sangat membantu, terutama bagi orang yang sedang mempersiapkan lari 10K.

Banyak pelari menganggap treadmill membosankan atau kurang “real” dibanding lari outdoor. Padahal, treadmill justru punya keunggulan: pace bisa diatur, incline bisa disesuaikan, dan latihan jadi lebih mudah dikontrol. Untuk persiapan 10K, kontrol seperti ini sangat berguna karena tubuh perlu belajar menahan effort dalam waktu yang cukup lama tanpa terlalu cepat lelah.

Table of Content

Apakah treadmill efektif untuk latihan 10K?

Apakah treadmill efektif untuk latihan 10K?

Jawabannya bisa.

Penelitian menunjukkan bahwa treadmill dapat memberikan respons fisiologis yang mirip dengan lari di luar ruangan, terutama jika menggunakan incline sekitar 1 persen. Incline ini membantu meniru hambatan angin dan kebutuhan energi saat berlari di jalan.

Selain itu, treadmill membantu pelari menjaga pace dengan lebih stabil. Jika di luar ruangan pace mudah berubah karena tanjakan, turunan, lalu lintas, atau kelelahan mental, treadmill memaksa tubuh tetap berada di kecepatan tertentu.

Bagi pelari pemula, ini bisa membantu tubuh belajar seperti apa rasanya easy pace, tempo pace, dan pace target 10K. Sementara untuk pelari yang lebih berpengalaman, treadmill berguna untuk latihan interval dan hill repeats yang lebih presisi.

Jenis latihan treadmill untuk persiapan 10K

Ilustrasi berlari di treadmill.
ilustrasi berlari di treadmill (pexels.com/William Choquette)

Agar persiapan 10K lebih optimal, treadmill sebaiknya tidak hanya dipakai untuk lari santai dengan pace yang sama setiap kali. Tubuh perlu variasi latihan agar daya tahan, kecepatan, dan efisiensi lari berkembang bersama.

1. Easy run

Easy run adalah fondasi utama latihan 10K. Tujuannya membangun kapasitas aerobik tanpa membuat tubuh terlalu lelah.

Ciri easy run adalah pace yang terasa nyaman dan masih memungkinkan kamu berbicara dalam kalimat utuh. Untuk kebanyakan orang, easy run dilakukan sekitar 60–90 detik lebih lambat dari pace 5K.

Idealnya, easy run dilakukan 2–3 kali seminggu selama 30–60 menit.

2. Long run

Meski targetnya “hanya” 10K, tetapi long run tetap penting. Latihan ini membantu tubuh terbiasa berlari lebih lama dan membuat race day terasa lebih ringan.

Long run tidak harus selalu lebih dari 10K. Untuk persiapan 10K, long run biasanya berkisar antara 8–14 kilometer tergantung level kebugaran.

Penelitian menunjukkan bahwa latihan endurance jangka panjang membantu meningkatkan kepadatan mitokondria, efisiensi penggunaan oksigen, dan daya tahan otot.

3. Tempo run

Tempo run membantu tubuh terbiasa mempertahankan pace yang terasa cukup berat tetapi masih terkontrol. Latihan ini penting karena lari 10K biasanya berada di area intensitas menengah ke tinggi.

Contoh tempo run di treadmill:

  • Pemanasan 10 menit easy jog.
  • 20 menit tempo pace.
  • Pendinginan 10 menit easy jog

Tempo pace biasanya terasa sekitar 7–8 dari 10 dalam skala effort.

4. Interval run

Interval membantu meningkatkan kecepatan dan kapasitas aerobik. Jenis latihan ini sangat efektif untuk meningkatkan pace 10K.

Contoh interval treadmill untuk 10K:

  • Pemanasan 10 menit.
  • 6 x 400 meter cepat.
  • Recovery jog 90 detik di antara interval.
  • Pendinginan 10 menit.

Atau:

  • 4 x 800 meter di pace target 10K.
  • Recovery 2 menit easy jog.

Penelitian menunjukkan bahwa interval training membantu meningkatkan VO2 max dan running economy lebih baik dibanding hanya melakukan steady run.

5. Hill workout dengan incline

Jika treadmill memiliki fitur incline, manfaatkan.

Latihan incline membantu memperkuat bokong, paha belakang, betis, dan meningkatkan efisiensi langkah. Tanjakan juga membantu jantung bekerja lebih keras tanpa harus berlari terlalu cepat.

Contoh latihan:

  • 5 menit easy jog.
  • 5 x 2 menit incline 4–6 persen.
  • Recovery 2 menit di incline rendah.
  • Pendinginan.

Berapa kali seminggu perlu latihan treadmill?

Untuk persiapan 10K, sebagian besar pelari cukup berlatih 3–5 kali seminggu. Kombinasi yang realistis misalnya:

  • 2 easy run.
  • 1 interval atau tempo run.
  • 1 long run.
  • 1 strength training.

Banyak pelatih olahraga juga menyarankan agar volume latihan tidak naik terlalu cepat. Kenaikan total jarak mingguan sekitar 5–10 persen dianggap lebih aman untuk membantu tubuh beradaptasi dan menurunkan risiko cedera.

Apa kekurangan treadmill?

Ilustrasi seorang perempuan berlatih lari dengan treadmill.
ilustrasi berlatih lari dengan treadmill (unsplash.com/Intenza Fitness)

Meski efektif, tetapi tetap saja treadmill punya keterbatasan.

Lari di treadmill biasanya tidak melatih kemampuan beradaptasi terhadap angin, permukaan jalan yang berubah, atau kondisi race sesungguhnya. Selain itu, treadmill juga bisa terasa monoton sehingga beberapa orang lebih cepat bosan.

Karena itu, jika memungkinkan, tetap lakukan setidaknya satu sesi lari di luar ruangan setiap minggu agar tubuh terbiasa dengan kondisi nyata saat race day.

Jika digunakan dengan tepat, treadmill bisa menjadi alat latihan yang sangat efektif untuk mempersiapkan lari 10K. Kuncinya ada pada variasi latihan. Easy run membangun fondasi, tempo run melatih daya tahan pace, interval meningkatkan kecepatan, dan incline membantu memperkuat otot. Dengan latihan yang konsisten, treadmill bisa membantu membuat race day 10K terasa jauh lebih siap.

Referensi

David A. Winter et al. “Biomechanics and Motor Control of Human Movement,” 4th ed. (Hoboken, NJ: Wiley, 2009). Diakses April 2026.

Andrew M. Jones and Jonathan H. Doust, “A 1% Treadmill Grade Most Accurately Reflects the Energetic Cost of Outdoor Running,” Journal of Sports Sciences 14, no. 4 (August 1, 1996): 321–27, https://doi.org/10.1080/02640419608727717.

Adrian W Midgley, Lars R McNaughton, and Andrew M Jones, “Training to Enhance the Physiological Determinants of Long-Distance Running Performance,” Sports Medicine 37, no. 10 (January 1, 2007): 857–80, https://doi.org/10.2165/00007256-200737100-00003.

Anja Šuc et al., “Resistance Exercise for Improving Running Economy and Running Biomechanics and Decreasing Running-Related Injury Risk: A Narrative Review,” Sports 10, no. 7 (June 24, 2022): 98, https://doi.org/10.3390/sports10070098.

Chris Napier. "Science of Running: Analyze your Technique, Prevent Injury, Revolutionize your Training (The Science of Fitness)." Diakses April 2026.

“Running Injury Prevention: Tips and Tricks.” Johns Hopkins Medicine. Diakses April 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More