Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Kimchi Bermanfaat untuk Diet Sekaligus Lancarkan Pencernaan?
ilustrasi kimchi (vecteezy.com/Artit Oubkaew)
  • Kimchi rendah kalori, sekitar 15–25 kalori per 100 gram, dan mengandung serat yang dapat membantu rasa kenyang lebih lama sebagai bagian dari menu seimbang.
  • Fermentasi kimchi menghasilkan probiotik yang membantu keseimbangan mikroorganisme usus, sehingga dapat mendukung pencernaan, keteraturan feses, dan mengurangi kembung pada sebagian orang.
  • Kimchi menyediakan vitamin, mineral, dan antioksidan, tetapi natriumnya mencapai sekitar 500–700 miligram per 100 gram; porsi perlu diperhatikan, terutama bagi penderita hipertensi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kimchi dikenal sebagai salah satu makanan fermentasi khas Korea yang semakin mudah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Rasanya yang asam, pedas, dan segar membuat kimchi sering dijadikan lauk pendamping maupun pelengkap berbagai hidangan.

Di balik popularitasnya, kimchi juga kerap disebut sebagai makanan yang baik untuk diet sekaligus menjaga kesehatan saluran pencernaan. Lantas, benarkah kimchi layak dijadikan menu pendukung diet dan kesehatan pencernaan?

1. Kimchi rendah kalori, tetapi kaya serat

ilustrasi kimchi (commons.wikimedia.org/Dinkun Chen)

Kimchi termasuk makanan yang rendah kalori sehingga cukup sering dimasukkan ke dalam menu diet. Dalam 100 gram kimchi terkandung sekitar 15–25 kalori, tergantung bahan dan bumbu yang digunakan. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan nasi putih yang mengandung sekitar 130 kalori dalam porsi yang sama.

Selain rendah kalori, kimchi juga mengandung sekitar 2 gram serat per 100 gram. Serat membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama setelah makan. Meski jumlah seratnya tidak setinggi sayuran segar, mengonsumsi kimchi bersama sumber protein dan karbohidrat utuh dapat membantu membuat menu makan menjadi lebih seimbang.

2. Proses fermentasi menghasilkan bakteri baik untuk usus

ilustrasi kimchi (pexels.com/makafood)

Kimchi dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat (lactic acid bacteria). Selama proses tersebut, bakteri seperti Lactobacillus plantarum dan Leuconostoc mesenteroides berkembang secara alami dan membantu mengubah gula menjadi asam laktat. Kehadiran bakteri inilah yang memberikan rasa asam khas sekaligus menjadikan kimchi sebagai salah satu makanan yang mengandung probiotik.

Probiotik berperan membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus. Mikrobiota usus yang seimbang berhubungan dengan proses pencernaan yang lebih baik, termasuk membantu pembentukan feses yang lebih teratur dan mengurangi keluhan seperti kembung pada sebagian orang. Namun, jumlah bakteri hidup dalam kimchi dapat berkurang jika dipanaskan pada suhu tinggi sebelum dikonsumsi.

3. Kimchi mengandung vitamin dan senyawa antioksidan

ilustrasi kimchi (pixabay.com/allybally4b)

Bahan utama kimchi biasanya berupa sawi putih yang dipadukan dengan lobak, daun bawang, bawang putih, jahe, dan cabai. Kombinasi bahan tersebut membuat kimchi mengandung berbagai mikronutrien, seperti vitamin C, vitamin K, folat, serta kalium. Vitamin C berperan mendukung fungsi sistem imun, sedangkan vitamin K dibutuhkan dalam proses pembekuan darah dan membantu menjaga kesehatan tulang.

Kimchi juga mengandung berbagai senyawa antioksidan yang berasal dari sayuran dan bumbu rempah. Antioksidan bisa membantu melindungi sel tubuh kita dari paparan radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel. Meskipun kandungan vitamin C dapat sedikit berkurang selama proses fermentasi, kimchi tetap menjadi salah satu sumber mikronutrien yang cukup baik sebagai pelengkap menu makan.

4. Kandungan natriumnya perlu diperhatikan saat diet

ilustrasi kimchi (commons.wikimedia.org/Jess Lander)

Di balik berbagai manfaatnya, kimchi juga memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi karena menggunakan garam selama proses fermentasi. Dalam 100 gram kimchi terdapat sekitar 500–700 miligram natrium, meskipun jumlahnya dapat berbeda pada setiap produk atau resep. Sebagai perbandingan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi natrium tidak lebih dari 2 ribu miligram per hari, atau setara dengan sekitar 5 gram garam.

Mengonsumsi kimchi dalam jumlah wajar umumnya tidak menjadi masalah bagi orang sehat. Namun, jika dimakan dalam porsi besar atau dipadukan dengan makanan tinggi garam lainnya, total asupan natrium harian dapat meningkat cukup cepat. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau sedang menjalani pola makan rendah natrium sebaiknya memperhatikan ukuran porsinya agar tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Makanan fermentasi seperti kimchi dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi pola makan sehari-hari, tetapi bukan berarti mampu menggantikan kebutuhan gizi dari makanan lain. Tubuh tetap memerlukan asupan protein, serat, vitamin, mineral, dan cairan dalam jumlah yang seimbang agar fungsi pencernaan maupun metabolisme dapat bekerja dengan optimal. Kalau kamu tertarik mencoba kimchi, lebih suka menikmatinya sebagai lauk pendamping atau diolah menjadi menu utama?

Referensi

"What Are the Health Benefits of Kimchi?" Healthline. Diakses pada Agustus 2026

"Health Benefits of Kimchi." Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026'

"Health Benefits of Kimchi." WebMD. Diakses pada Agustus 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article