- Peluang menemukan A. aegypti betina di dalam rumah sekitar 44 persen lebih rendah.
- Jumlah nyamuk betina di dalam rumah sekitar 50 persen lebih rendah.
- Jumlah nyamuk betina yang sudah mengisap darah juga sekitar 52 persen lebih rendah.
- Peluang menemukan nyamuk betina yang positif virus dengue atau Zika sekitar 71 persen lebih rendah.
Kasa Nyamuk, Pencegah DBD yang Sering Terlupakan

Data nasional mencatat hanya 17,3 persen rumah tangga Indonesia memasang kasa nyamuk pada ventilasi. Cakupannya berbeda tajam antarprovinsi.
Kasa tetap relevan untuk dengue karena Aedes aegypti aktif menggigit pada siang hari. Rumah yang seluruh pintu dan jendelanya diberi kasa memiliki sekitar 50 persen lebih sedikit nyamuk Aedes betina di dalam rumah.
Kasa perlu menutup bukaan dengan rapat. Pintu yang sering dibiarkan terbuka menjadi jalur masuk alternatif, dan pemasangan kasa tetap harus disertai pemberantasan tempat berkembang biak nyamuk.
Bicara tentang pencegahan demam berdarah (DBD), biasanya yang diingat adalah menguras bak mandi dan menutup penampungan air. Akan tetapi, ada satu langkah lain dalam yang sering terlupakan, yaitu memasang kasa atau jaring nyamuk pada ventilasi dan jendela.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan hanya 17,3 persen rumah tangga secara nasional yang memasang kasa nyamuk pada ventilasi. Di perkotaan proporsinya 22,7 persen, sedangkan di perdesaan hanya 10,0 persen.
Perbedaannya antarprovinsi bahkan cukup besar. DKI Jakarta mencapai 37,2 persen, sedangkan Jawa Tengah 11,6 persen, DI Yogyakarta 10,3 persen, Jawa Timur 10,0 persen, dan Bali hanya 8,7 persen.
SKI memasukkan pemasangan kasa sebagai salah satu komponen tambahan dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Table of Content
1. Nyamuk Aedes aktif pada siang hari
Nyamuk utama penular DBD, yaitu Aedes aegypti, aktif pada siang hari, dengan aktivitas menggigit yang sering meningkat pada pagi hari dan menjelang sore. Karena itu, memasang kasa di jendela dan pintu merupakan salah satu cara mengurangi kontak dengan nyamuk.
Selama jendela atau ventilasi terbuka, kasa bekerja sebagai penghalang fisik antara nyamuk di luar dan penghuni rumah.
Dalam uji acak berkelompok di Mérida, Meksiko, para peneliti memasang kasa fiberglass pada semua jendela dan pintu rumah di kelompok intervensi. Penelitian melibatkan 12 klaster dengan sekitar 100 rumah per klaster.
Setelah pemasangan, dibandingkan rumah tanpa kasa:
Namun, penelitian tersebut tidak mengukur berapa banyak penghuni yang kemudian terkena DBD. Jadi, kasa terbukti dapat mengurangi masuk dan keberadaan Aedes di rumah, tetapi tidak 100 persen melindungi terhadap DBD.
Metaanalisis terhadap uji acak berbagai modifikasi rumah juga menemukan kepadatan nyamuk Aedes dan Anopheles di dalam rumah lebih rendah pada rumah yang mendapat intervensi struktural seperti kasa pintu dan jendela.
2. Bagian rumah mana yang harus dipasangi kasa?
Prinsipnya, tutup jalur yang menghubungkan bagian dalam rumah dengan luar.
Prioritasnya meliputi:
- Jendela yang sering dibuka.
- Lubang ventilasi permanen.
- Ventilasi kamar mandi atau dapur yang langsung menghadap luar.
- Pintu luar yang sering digunakan.
- bukaan lain yang tidak mempunyai penghalang terhadap nyamuk.
Pada penelitian di Meksiko, kasa tidak hanya dipasang pada ventilasi atau beberapa jendela. Para peneliti memasangnya di semua jendela dan pintu. Pada rumah tipikal berukuran sekitar 75 meter persegi, intervensi mencakup rata-rata dua pintu dan tujuh jendela.
Jika pemasangan seluruh rumah belum memungkinkan, bukaan ke luar yang paling sering dibiarkan terbuka bisa diprioritaskan.
Nyamuk yang berhasil masuk ke dalam rumah dapat beristirahat di tempat gelap dan lembap serta dapat bertelur di wadah berisi air di dalam rumah. Jadi, memasang kasa nyamuk tidak menggantikan pemeriksaan vas, tatakan pot, ember, atau wadah lain di dalam rumah.
3. Seberapa kecil lubang kasa yang dibutuhkan?

Kasa baru berfungsi sebagai penghalang jika lubangnya memang cukup kecil dan tidak ada celah di sekeliling bingkai.
Uji acak di Meksiko menggunakan kasa fiberglass dengan bukaan sekitar 0,6 × 0,7 milimeter yang dipasang pada bingkai aluminium dan dibuat pas dengan ukuran setiap pintu serta jendela.
Walaupun itu bisa jadi referensi, tetapi penelitian tersebut tidak membandingkan beberapa ukuran lubang, sehingga 0,6 × 0,7 mm tidak dapat disebut sebagai satu-satunya ukuran optimal.
Saat membeli kasa, prinsipnya lubang harus lebih kecil daripada nyamuk dewasa. Pemasangan juga sama pentingnya dengan ukuran:
- Bingkai harus menempel rapat pada seluruh sisi bukaan.
- Tidak boleh ada celah antara kasa dan kusen.
- Lubang atau robekan perlu segera diperbaiki.
- Kasa yang kendur hingga meninggalkan celah di tepi perlu dipasang ulang.
Satu robekan kecil dapat menjadi pintu masuk nyamuk.
4. Kalau pintu rumah sering dibuka, apakah kasa masih berguna?
Pintu rumah yang sering terbuka bisa menjadi tempat masuk nyamuk.
Penelitian sebelumnya terhadap pengendalian Aedes juga mencatat bahwa tirai atau penghalang pada pintu dan jendela dapat kehilangan efektivitas ketika dibiarkan terbuka pada siang hari atau tidak semua titik masuk rumah terlindungi.
Jadi, bagi rumah dengan lalu lintas keluar-masuk tinggi, sebaiknya pasang pintu kasa yang dapat ditutup kembali setelah dilewati.
Intinya, makin lengkap dan konsisten bukaan rumah terlindungi, makin sedikit kesempatan nyamuk untuk masuk.
5. Kasa bukan pengganti 3M
Kasa menghalangi nyamuk dewasa yang mencoba masuk rumah, sedangkan menguras, menutup, dan memberantas wadah air adalah cara mencegah telur dan jentik berkembang menjadi nyamuk.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memasukkan pemasangan kawat kasa pada jendela dan ventilasi sebagai bagian dari 3M Plus, bersama pengendalian tempat berkembang biak dan upaya mencegah gigitan.
Karena itu, setelah melindungi pintu, jendela, dan ventilasi dengan kasa, kamu tetap perlu:
- Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup penampungan air.
- Membuang atau mendaur ulang benda yang dapat menampung air.
- Memeriksa genangan di dalam maupun sekitar rumah.
- Menggunakan repelan jika diperlukan, terutama ketika beraktivitas di tempat dengan banyak nyamuk.
Mencegah DBD perlu pencegahan berlapis. Kasa hanya melindungi kamu saat berada di dalam bangunan, sementara nyamuk Aedes juga menggigit di sekolah, tempat kerja, halaman, dan tempat lain pada siang hari.
Jadi, apakah tempat tinggal kamu sudah dipasangi kasa nyamuk?
Referensi
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, "Survei Kesehatan Indonesia 2023 dalam Angka," diakses Agustus 2026.
Pablo Manrique-Saide et al., “Protective Effect of House Screening against Indoor Aedes aegypti in Mérida, Mexico: A Cluster Randomised Controlled Trial,” Tropical Medicine & International Health 26, no. 12 (2021): 1677–88, doi:10.1111/tmi.13680.
Kok Pim Kua and Shaun Wen Huey Lee, “Randomized Trials of Housing Interventions to Prevent Malaria and Aedes-Transmitted Diseases: A Systematic Review and Meta-Analysis,” PLOS ONE 16, no. 1 (2021): e0244284, doi:10.1371/journal.pone.0244284.
Azael Che-Mendoza et al., “Use of Insecticide-Treated House Screens to Reduce Infestations of Dengue Virus Vectors, Mexico,” Emerging Infectious Diseases 21, no. 2 (2015): 308–11.
World Health Organization, “Dengue and Severe Dengue,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Mosquito Control at Home,” diakses Agustus 2026.
Kementerian Kesehatan RI, “Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus,” diakses Agustus 2026.
![[QUIZ] Cek Sepaham Apa Kamu tentang Demam Berdarah](https://image.idntimes.com/post/20260121/upload_a0ffe3acf62c2cad7981a0a15ee3e923_ef15a723-6b69-4ec5-bdc0-181cf601d6c9.jpg)



![[QUIZ] Dari Pace Larimu, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20260203/pexels-runffwpu-5961767_cccb4dcd-2034-4996-8d35-1d0f57a8c13e.jpg)









![[QUIZ] Kamu Butuh Fisioterapi atau Sports Massage? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_0bdce4901725d94b6b6f10a30dec8b93_0592cd02-9894-477c-bc4d-ee5633d01051.png)






