Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Simpan Nasi di Kulkas Bikin Jauh Lebih Sehat? Ini 5 Faktanya
ilustrasi nasi putih (unsplash.com/Pille R. Priske)
  • Nasi yang didinginkan di kulkas membentuk lebih banyak pati resisten, membuatnya lebih sulit dicerna dan membantu menurunkan lonjakan gula darah dibanding nasi baru matang.
  • Penelitian menunjukkan nasi yang disimpan 24 jam di kulkas lalu dipanaskan kembali tetap mengandung pati resisten tinggi dan memberikan respons gula darah lebih rendah pada konsumen.
  • Meskipun bermanfaat, nasi dingin bukan makanan super; penyimpanan cepat di kulkas dan pemanasan ulang hingga panas penting untuk mencegah bakteri serta menjaga keamanan konsumsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nasi merupakan makanan pokok yang hampir selalu ada di meja makan banyak keluarga Indonesia. Gak heran kalau sisa nasi sering disimpan di kulkas untuk diolah kembali menjadi nasi goreng atau menu lain keesokan harinya.

Belakangan, muncul anggapan bahwa nasi yang sudah didinginkan di kulkas ternyata lebih sehat dibanding nasi yang baru matang. Klaim ini terdengar cukup mengejutkan, tapi ternyata memang ada penjelasan ilmiahnya, lho.

Meski begitu, manfaat tersebut gak boleh dipahami secara berlebihan karena ada beberapa hal penting yang tetap perlu kamu perhatikan.

1. Nasi dingin memang mengandung lebih banyak pati resisten

ilustrasi kulkas (magnific.com/freepik)

Saat nasi baru matang, pati di dalamnya mengalami proses gelatinisasi akibat panas dan air. Kondisi ini membuat pati menjadi lebih mudah dicerna tubuh sehingga glukosa dari nasi juga lebih cepat masuk ke aliran darah. Inilah alasan mengapa nasi putih hangat cenderung memiliki dampak yang cukup besar terhadap kenaikan gula darah.

Ketika nasi didinginkan di dalam kulkas, struktur pati mulai berubah melalui proses yang disebut retrogradasi. Perubahan ini menghasilkan pati resisten atau resistant starch, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna tubuh. Akibatnya, sebagian pati tersebut akan melewati usus halus dan bekerja lebih menyerupai serat makanan daripada karbohidrat biasa.

2. Gula darah bisa naik lebih lambat setelah nasi didinginkan

ilustrasi kadar gula darah (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

Manfaat pati resisten bukan sekadar teori. Menurut penelitian dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, nasi putih yang dimasak, disimpan di kulkas selama 24 jam, lalu dipanaskan kembali mengandung sekitar 2,5 kali lebih banyak pati resisten dibanding nasi yang baru matang. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa peserta mengalami respons gula darah yang lebih rendah setelah mengonsumsi nasi yang sudah didinginkan.

Hasil serupa juga ditemukan menurut studi dalam Nutrition and Diabetes. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 1 mengalami puncak kenaikan gula darah yang lebih rendah setelah mengonsumsi nasi yang telah didinginkan selama 24 jam lalu dipanaskan kembali. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan cara menyimpan nasi dapat memberikan manfaat kecil terhadap pengendalian gula darah.

3. Dipanaskan lagi tetap memberikan manfaat

ilustrasi nasi, rice cooker, penghangat nasi (magnific.com/freepik)

Banyak orang mengira manfaat nasi dingin akan hilang jika dipanaskan kembali. Faktanya, pati resisten yang terbentuk selama proses pendinginan tetap bertahan meski nasi dipanaskan sebelum disantap. Jadi, kamu gak harus memakan nasi langsung dalam keadaan dingin dari kulkas.

Hal ini tentu menjadi kabar baik karena sebagian besar orang lebih nyaman menikmati nasi hangat. Kamu tetap bisa mengolah nasi menjadi nasi goreng, nasi uduk, atau menu lainnya tanpa kehilangan sebagian besar manfaat dari pati resisten tersebut. Dengan kata lain, proses pemanasan ulang bukanlah masalah selama nasi sebelumnya memang telah didinginkan dengan benar.

4. Jangan menganggap nasi dingin sebagai makanan super

ilustrasi nasi dan lauk, kuliner Indonesia, Indonesian food (pexels.com/kevin yung)

Walaupun memiliki manfaat, nasi putih yang sudah didinginkan tetaplah nasi putih. Pendinginan memang membantu menurunkan dampak kenaikan gula darah, tapi bukan berarti kandungan gizinya berubah drastis menjadi setara dengan nasi merah. Nasi putih tetap memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang lebih rendah dibanding beras utuh.

Karena itu, kamu tetap perlu menjaga pola makan secara keseluruhan. Mengonsumsi nasi bersama lauk tinggi protein, sayuran, dan sumber lemak sehat tetap menjadi cara yang jauh lebih efektif untuk menjaga kesehatan dibanding hanya mengandalkan nasi dingin. Manfaat menyimpan nasi di kulkas sebaiknya dipandang sebagai bonus kecil, bukan solusi utama.

5. Cara menyimpan nasi jauh lebih penting daripada manfaatnya

ilustrasi nasi dingin (vecteezy.com/MD Mehedi hasan)

Kalau ingin mendapatkan manfaat sekaligus tetap aman, cara menyimpan nasi gak boleh sembarangan. Nasi matang sebaiknya segera didinginkan dan dimasukkan ke kulkas maksimal sekitar dua jam setelah selesai dimasak. Jangan membiarkan nasi berada di suhu ruang terlalu lama hanya karena ingin meningkatkan kandungan pati resisten.

Menurut para ahli, nasi matang dapat mengandung bakteri Bacillus cereus yang sporanya mampu bertahan setelah proses memasak. Jika nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, bakteri tersebut bisa berkembang biak dan meningkatkan risiko keracunan makanan yang sering dikenal sebagai fried rice syndrome. Oleh sebab itu, simpan nasi dalam wadah tertutup di kulkas dan panaskan kembali hingga benar-benar panas sebelum dikonsumsi.

Menyimpan nasi di kulkas memang dapat memberikan manfaat kesehatan karena meningkatkan kandungan pati resisten yang membantu menurunkan respons gula darah setelah makan. Menariknya lagi, manfaat tersebut tetap bertahan meski nasi dipanaskan kembali sebelum disantap.

Namun, perubahan ini bukan berarti nasi putih berubah menjadi makanan paling sehat atau bisa menggantikan pola makan seimbang, ya. Hal paling penting, pastikan nasi didinginkan dengan cepat, disimpan di kulkas, dan dipanaskan kembali dengan benar agar manfaatnya tetap didapat tanpa meningkatkan risiko keracunan makanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article