ilustrasi sarapan (vecteezy.com/thomaseder151270435398)
Telur menjadi salah satu menu sarapan yang cukup sering digunakan dalam berbagai pola makan sehat karena kandungan proteinnya membantu memperpanjang rasa kenyang setelah makan. Protein dapat merangsang pelepasan hormon GLP-1 (glucagon-like peptide-1) dan PYY (peptide YY), yaitu hormon yang memberikan sinyal kenyang ke otak. Pada saat yang sama, protein juga membantu menekan produksi hormon ghrelin, yaitu hormon yang berperan dalam memunculkan rasa lapar.
Respons tersebut membuat keinginan untuk mengonsumsi camilan beberapa jam setelah sarapan dapat berkurang pada sebagian orang. Meski begitu, efek kenyang tidak hanya dipengaruhi oleh telur, tetapi juga oleh menu pendamping yang dikonsumsi. Sarapan yang memadukan telur dengan sayuran, buah, dan karbohidrat tinggi serat umumnya memberikan rasa kenyang yang lebih stabil dibanding hanya mengonsumsi telur saja. Inilah alasan mengapa telur lebih sering direkomendasikan sebagai bagian dari sarapan seimbang daripada dimakan sebagai satu-satunya menu.
Pertanyaan soal berapa butir telur yang aman sering muncul karena banyak orang ingin angka pasti yang bisa langsung diikuti setiap hari. Ada yang merasa cukup dengan satu butir, ada juga yang mengonsumsi lebih dari itu karena menyesuaikan kebutuhan proteinnya. Jadi, kalau selama ini kamu makan telur hampir setiap hari, sudah sesuai dengan kebutuhan tubuhmu?
Referensi
"Eggs Might Be the Ultimate Weight Management Food." Healthline. Diakses pada Agustus 2026.
"How many eggs can I safely eat?" Harvard Health Publishing. Diakses pada Agustus 2026.
"The Relationship Between Eggs, Cholesterol and Heart Health." Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026.
"Eggs: Healthy or Risky? A Review of Evidence from High Quality Studies on Hen’s Eggs." Nutrients. Diakses pada Agustus 2026.