Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bolehkah Yoga saat Puasa? Ini Penjelasan Lengkapnya!
ilustrasi yoga (unsplash.com/Kira Severinova)
  • Yoga saat puasa tetap boleh dilakukan karena tubuh masih memiliki cadangan energi dari glikogen dan lemak.

  • Waktu latihan paling aman ialah menjelang berbuka atau sekitar 1–2 jam setelah berbuka.

  • Pilih jenis yoga ringan, seperti yoga restoratif atau yin yoga, agar tidak memicu dehidrasi dan kelelahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang tetap ingin menjaga kebugaran tanpa mengganggu ibadah selama Ramadan. Tantangannya, tubuh tidak menerima asupan makanan dan cairan selama lebih dari 12 jam. Situasi tersebut membuat banyak orang ragu apakah aktivitas fisik seperti yoga aman dilakukan dalam kondisi energi terbatas.

Kondisi puasa membuat metabolisme tubuh berubah, waktu olahraga harus disesuaikan, dan jenis gerakan perlu dipilih secara tepat. Dengan begitu, tubuh tidak mengalami dehidrasi atau kelelahan berlebihan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Tubuh tetap memiliki mekanisme cadangan energi selama puasa

ilustrasi yoga (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Selama puasa, tubuh tidak langsung kehilangan tenaga karena memiliki sistem penyimpanan energi berupa glikogen yang tersimpan di hati dan otot. Glikogen merupakan bentuk cadangan gula yang akan diubah menjadi energi ketika tubuh tidak menerima asupan makanan. Proses ini membuat tubuh tetap mampu menjalankan aktivitas harian, seperti bekerja, berjalan, maupun melakukan gerakan peregangan tanpa gangguan berarti selama intensitasnya terkontrol.

Selain glikogen, tubuh juga dapat memanfaatkan lemak sebagai sumber energi tambahan ketika cadangan gula mulai menurun. Mekanisme ini terjadi secara bertahap sehingga aktivitas dengan tempo pelan, seperti peregangan dan latihan pernapasan, masih dapat dilakukan tanpa membebani tubuh secara berlebihan. Yoga termasuk latihan yang mengutamakan kesadaran gerak dan pengaturan napas sehingga tekanan terhadap jantung serta otot tidak setinggi latihan kardio cepat.

2. Pemilihan waktu latihan memengaruhi stabilitas tubuh

ilustrasi yoga (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Kondisi tubuh pada pagi, siang, dan malam hari selama puasa tidak sama karena kadar gula darah serta cairan tubuh berubah seiring waktu. Latihan yang dilakukan terlalu siang berisiko membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sementara cadangan energi juga mulai menurun. Oleh sebab itu, waktu yang banyak direkomendasikan ialah menjelang berbuka atau setelah berbuka sekitar 1–2 jam.

Menjelang berbuka, durasi latihan sebaiknya singkat karena tubuh belum mendapatkan cairan sejak pagi. Keuntungan waktu ini terletak pada kesempatan untuk segera minum setelah selesai bergerak sehingga risiko dehidrasi dapat ditekan. Sementara itu, latihan setelah berbuka memungkinkan tubuh bergerak lebih nyaman karena sudah memperoleh asupan energi sehingga gerakan dapat dilakukan lebih stabil tanpa rasa lemas mendadak.

3. Jenis gerakan harus disesuaikan dengan kondisi puasa

ilustrasi yoga (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Tidak semua bentuk yoga sesuai dilakukan ketika tubuh sedang berpuasa. Hot yoga, misalnya, dilakukan di ruangan bersuhu tinggi untuk memicu keluarnya keringat dalam jumlah banyak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekurangan cairan karena tubuh tidak bisa segera menggantinya. Power yoga yang mengutamakan kekuatan dan transisi gerakan cepat juga kurang dianjurkan karena membutuhkan stamina besar.

Pilihan yang lebih sesuai yoga restoratif atau yin yoga, latihan yang menahan posisi tertentu selama beberapa menit dengan gerakan lambat dan terkontrol. Metode ini membantu meregangkan otot dan menenangkan sistem saraf tanpa memacu denyut jantung secara drastis. Apabila muncul tanda seperti pusing, pandangan berkunang-kunang, atau tubuh terasa sangat lemah, latihan perlu dihentikan agar tidak memicu penurunan tekanan darah.

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak selama aktivitas dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan. Jadi, bolehkah yoga saat puasa? Jawabannya boleh asalkan memilih waktu yang tepat, gerakan yang sesuai, dan memahami batas kemampuan tubuh agar kesehatan tetap terjaga selama Ramadan. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu dan menjawab rasa penasaranmu selama ini, ya!

Referensi
"Can You Practice Yoga While Fasting? Benefits, Tips & Precautions". The Prana Vibe. Diakses Februari 2026.
"Choosing Sports Activities and Healthy Food During Fasting". LPPOM. Diakses Februari 2026.
"Yoga Moves During Fasting to Stay Fit During Ramadan". SVRG. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎