Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Digunakan Sejak Dulu, Ini 5 Manfaat Hebat Licorice bagi Kesehatan

Digunakan Sejak Dulu, Ini 5 Manfaat Hebat Licorice bagi Kesehatan
pixabay.com/nataliaaggiato

Karena memiliki rasa yang manis, licorice banyak digunakan sebagai pemanis pada permen. Tapi lebih dari itu, sejak ribuan tahun yang lalu, licorice telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

Seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, akhirnya ilmuwan bisa membuktikan manfaat sesungguhnya licorice bagi kesehatan. Inilah kumpulan manfaat licorice bagi kesehatan.

1. Dapat mengurangi refluks asam dan gangguan pencernaan

ilustrasi sembelit atau konstipasi (freepik.com/wayhomestudio)
ilustrasi sembelit atau konstipasi (freepik.com/wayhomestudio)

Ekstrak akar licorice sering digunakan untuk mengobati berbagai gangguan pencernaan, seperti refluks asam lambung, sakit perut, dan mulas. Pada studi 30 hari dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine yang melibatkan 50 orang dewasa dengan gangguan pencernaan, didapatkan bahwa mengonsumsi kapsul licorice 75 mg dua kali sehari menghasilkan perbaikan gejala yang signifikan, dibandingkan dengan plasebo.

Ekstrak akar licorice juga dapat meredakan gejala gastroesophageal reflux disease (GERD). Dalam studi 8 minggu yang melibatkan 58 orang dewasa dengan GERD ini, asam glycyrrhetinic dosis rendah yang dikombinasikan dengan pengobatan standar menghasilkan perbaikan gejala yang signifikan. Studi ini telah dilaporkan dalam Clinical and Experimental Gastroenterology.

2. Mengatasi eksim

freepik.com/wayhomestudio
freepik.com/wayhomestudio

Eksim adalah kondisi kulit yang dapat menyebabkan gatal, kemerahan, bersisik, dan peradangan. Penelitian dalam Iranian Journal of Pharmaceutical Research, menunjukkan potensi akar licorice dalam melawan bakteri yang dapat menginfeksi kulit.

Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan ekstrak dari daun dan akar tanaman serta mengamati aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan infeksi kulit, seperti impetigo, selulitis, dan folikulitis.

3. Mengatasi kerusakan gigi

ilustrasi bau mulut (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi bau mulut (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Penelitian dalam Journal of Natural Products menunjukkan bahwa licorice dapat membantu melawan bakteri di mulut penyebab kerusakan gigi. Kemampuan licorice untuk menghambat pertumbuhan bakteri mulut menunjukkan bahwa licorice memiliki potensi sebagai pengobatan gigi berlubang di masa depan.

Meskipun begitu, masih diperlukan penelitian untuk mengetahui berapa dosis optimal dari licorice untuk mengatasi masalah ini.

4. Meredakan masalah pernapasan bagian atas

ilustrasi sesak napas (freepik.com/KamranAydinov)
ilustrasi sesak napas (freepik.com/KamranAydinov)

Ekstrak akar dan teh licorice memiliki efek anti-inflamasi dan antimikroba, sehingga dapat membantu meredakan kondisi pernapasan bagian atas.

Secara khusus, penelitian pada hewan dalam Current Therapeutic Research, Clinical and Experimental menyimpulkan bahwa ekstrak glycyrrhizin dari akar licorice membantu meredakan asma, terutama bila ditambahkan ke perawatan asma modern.

Penelitian lain pada manusia dalam jurnal Biomedicines menunjukkan bahwa teh dan ekstrak akar licorice dapat melindungi individu dari radang tenggorokan dan mencegah sakit tenggorokan setelah operasi.

5. Mengobati hepatitis C

pexels.com/Pavel Danilyuk
pexels.com/Pavel Danilyuk

Heptatis C merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus pada hati. Jika tidak diobati, hepatitis C dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati jangka panjang.

Glycyrrhizin dalam licorice dapat membantu mengobati hepatitis C. Penelitian yang dilaporkan di jurnal PLoS One menjelaskan bahwa glycyrrhizin menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap hepatitis C dalam sampel sel dan berpotensi untuk pengobatan virus hepatitis C di masa depan.

Mengetahui deretan manfaat licorice yang sudah terbukti secara ilmiah, tak mengherankan jika tanaman ini sudah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional berbagai jenis penyakit. Tapi untuk kamu yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, selalu tanyakan pada dokter sebelum menggunakan obat herbal untuk mengetahui kemungkinan interaksi obat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Health

See More

Mau Gigi Lebih Putih, Pilih Veneer atau Bleaching?

19 Apr 2026, 18:24 WIBHealth