Comscore Tracker

5 Dampak Negatif Cahaya Biru bagi Kesehatan, Batasi Paparannya!

Salah satunya bisa berkontribusi pada penuaan kulit, lho!

Cahaya biru merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak, yang berenergi tinggi dengan panjang gelombang pendek. Ada banyak sumber cahaya biru, seperti sinar matahari, lampu neon, lampu CFL, lampu LED, televisi, monitor komputer, smartphone, dan layar tablet.

Karena umumnya kita menghabiskan banyak waktu di depan sumber cahaya biru, seperti smartphone dan laptop, ditambah dengan dekatnya jarak pandang, maka timbul kekhawatiran mengenai efek jangka panjang dari paparan cahaya biru ini.

Apa saja risiko yang mungkin ditimbulkan dari paparan cahaya biru? Baca di sini untuk tahu jawabannya.

1. Mengganggu suasana hati

5 Dampak Negatif Cahaya Biru bagi Kesehatan, Batasi Paparannya!pexels.com/Rafael Barros

Terdapat hubungan langsung dan tidak langsung antara cahaya dan suasana hati. Sistem yang secara tidak langsung terhubung ke cahaya dan terkait dengan gangguan suasana hati seperti gangguan tidur, plastisitas otak, transmisi saraf, sekresi hormon, dan ekspresi gen.

Penelitian dalam jurnal Translational Psychiatry telah menunjukkan adanya perubahan struktural pada otak pasien dengan gangguan sirkadian parah, seperti pramugari penerbangan internasional.

Demikian juga, monoamine yang diekspresikan oleh ipRGCs terdiri dari beberapa neurotransmiter terpenting yang ditargetkan oleh pengobatan modern dalam pengobatan depresi. Ini termasuk serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Gangguan ekspresi neurotransmiter ini diyakini menyebabkan mood tertekan.

2. Mengganggu ritme sirkadian

5 Dampak Negatif Cahaya Biru bagi Kesehatan, Batasi Paparannya!pexels.com/Ketut Subiyanto

National Institute for General Medical Sciences menggambarkan ritme sirkadian sebagai perubahan fisik, mental, dan perilaku yang mengikuti siklus harian. Utamanya sebagai respons terhadap terang dan gelap di lingkungan organisme.

Pada manusia, ritme sirkadian berperan menyinkronkan proses perilaku dan biologis tertentu melalui siklus harian, yang sebagian diatur oleh sinar matahari. Proses yang diatur oleh ritme sirkadian meliputi perilaku tidur-bangun, sekresi hormon, fungsi sel, dan ekspresi gen. Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan kanker tertentu, disfungsi metabolik, dan gangguan mood.

Melanopsin merespons paling kuat terhadap cahaya biru. Cahaya biru dari matahari paling kuat pada siang hari. Sensitivitas ini memungkinkan ritme sirkadian disinkronkan dengan hari matahari 24 jam.

Sebelum bola lampu ditemukan, ritme sirkadian disinkronkan dengan baik dengan matahari, karena di malam hari tidak ada gangguan cahaya lain. Akan tetapi saat ini, pencahayaan buatan makin melimpah. Bukan hanya lampu, tapi juga TV, laptop, dan telepon seluler; yang menghasilkan cahaya biru dan mengganggu ritme sirkadian.

Baca Juga: 5 Tips Mudah Menjaga Kesehatan Mata bagi Pengguna Gadget

3. Mata lelah

5 Dampak Negatif Cahaya Biru bagi Kesehatan, Batasi Paparannya!pexels.com/Christopher Niño

Melansir Prevent Blindness, cahaya biru dari layar komputer dan perangkat digital dapat mengurangi kontras yang menyebabkan digital eyestrain atau kelelahan mata digital.

Kelelahan, mata kering, pencahayaan yang buruk, atau cara duduk yang tidak tepat saat kamu di depan komputer dapat menyebabkan kelelahan mata. Gejala mata lelah ini bisa berupa mata sakit atau iritasi dan kesulitan fokus.

4. Masalah tidur

5 Dampak Negatif Cahaya Biru bagi Kesehatan, Batasi Paparannya!unsplash.com/Priscilla Du Preez

Pencahayaan waktu malam, khususnya paparan cahaya biru, dapat memengaruhi ritme sirkadian dengan menghambat produksi melatonin. Melatonin adalah hormon yang mencapai puncaknya pada malam hari untuk membantu kita tidur nyenyak dan mengatur fase tidur sirkadian.

Menurut penelitian dalam jurnal Translational Psychiatry, gangguan tidur merupakan faktor yang sangat berkontribusi pada timbulnya gangguan mood.

Gangguan tidur juga merupakan gejala dari depresi, gangguan bipolar, gangguan stres pasca trauma, kecemasan, dan gangguan suasana hati lainnya. Karenanya, ini adalah salah satu konsekuensi yang paling mungkin terjadi dari paparan cahaya biru di malam hari.

5. Memicu kerusakan kulit

5 Dampak Negatif Cahaya Biru bagi Kesehatan, Batasi Paparannya!pexels.com/@mikoto

Cahaya biru menimbulkan potensi kerusakan kulit melalui pembentukan radikal bebas. Menurut laman Harper's Bazaar, cahaya biru dapat menginduksi stres oksidatif pada kulit hidup yang dapat berkontribusi pada penuaan kulit.

Bahkan, cahaya biru memiliki kemampuan untuk menembus kulit lebih dalam dibandingkan dengan sinar UVA dan UVB.

Cahaya biru dapat menembus sampai ke dermis, tempat terdapatnya kolagen dan elastin. Selain itu, cahaya biru juga menyebabkan pigmentasi, yang membuat kulit tampak lebih tua.

Itulah beberapa dampak negatif dari paparan cahaya biru. Meskipun kita tidak dapat menghindari paparan cahaya biru secara total, tapi kita bisa melakukan langkah-langkah untuk meminimalkan efeknya, seperti membatasi waktu penggunaan, menggunakan kacamata khusus, dan mengatur pencahayaan.

Baca Juga: 8 Bahaya Kesehatan Menggunakan Smartphone Terlalu Sering, Kurangi deh!

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya