Keringat yang diproduksi saat lari berbeda pada setiap orang. Cuaca panas, durasi lari, intensitas, dan karakteristik tubuh ikut memengaruhinya. Jadi, tidak ada satu jumlah asupan cairan yang cocok untuk semua pelari.
Untuk kebanyakan pelari setelah satu sesi, minum bertahap dan makan seperti biasa dapat membantu pemulihan. Jika perlu pulih cepat untuk sesi berikutnya, perubahan berat badan sebelum dan sesudah lari dapat menjadi perkiraan kasar jumlah cairan yang hilang. Panduan gizi olahraga menyebut penggantian sekitar 1–1,5 liter cairan untuk setiap kilogram berat badan yang hilang, diminum bertahap selama beberapa jam, bukan sekaligus.
Jika lari berlangsung lama dalam cuaca panas atau keringat sangat banyak, makanan yang mengandung garam atau minuman dengan elektrolit dapat membantu mengganti sebagian natrium yang hilang. Namun, minuman olahraga tidak selalu diperlukan, dan minum berlebihan juga berisiko. Asupan cairan yang melampaui kehilangan tubuh dapat mengencerkan kadar natrium darah.
Pada dasarnya, pemulihan setelah berlari bisa dimulai dengan makan yang seimbang, seperti sumber karbohidrat, lauk berprotein, dan cukup minum. Jika perut masih kurang nyaman, cobalah makan dalam porsi kecil terlebih dahulu, lalu tambahkan saat sudah lebih siap. Suplemen tidak selalu diperlukan dan sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan serta saran tenaga kesehatan atau ahli gizi.
Referensi
Alireza Naderi et al., “Nutritional Strategies to Improve Post-exercise Recovery and Subsequent Exercise Performance: A Narrative Review,” Sports Medicine 55, no. 7 (2025): 1559–77, https://doi.org/10.1007/s40279-025-02213-6.
Marcus V. L. dos Santos Quaresma et al., “Clinical Practice Guidelines for Sports Nutrition: Brazilian Sports Nutrition Association,” Journal of Physical Education 36 (2025): e3605, https://doi.org/10.4025/jphyseduc.v36i1.3605.
Brian P. McDermott et al., “National Athletic Trainers’ Association Position Statement: Fluid Replacement for the Physically Active,” Journal of Athletic Training 52, no. 9 (2017): 877–95, https://doi.org/10.4085/1062-6050-52.9.02.