Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ingin Melakukan Bikini Waxing? Pertimbangkan Dulu 5 Risiko Ini

Ingin Melakukan Bikini Waxing? Pertimbangkan Dulu 5 Risiko Ini
ilustrasi bikini (pexels.com/Rodolfo Clix)

Bikini waxing merupakan penghilangan rambut di area intim dengan cara pencabutan. Ada berbagai macam alasan kenapa perempuan melakukan bikini waxing, mulai dari penampilan, kebersihan, hingga tren.

Sama seperti namanya, bikini waxing bertujuan agar rambut kemaluan tidak nampak saat mengenakan bikini. Dalam prosesnya, waxing ini menggunakan lilin untuk mencabut rambut.

Meskipun dirasa bisa meningkatkan penampilan, namun bikini waxing juga membawa sejumlah risiko yang patut dipertimbangkan. Dilansir laman Huffington Post dan Bustle, inilah risiko dari melakukan bikini waxing.

1. Menyebabkan rambut tumbuh ke dalam

ilustrasi bikini (pexels.com/Tofros.com)
ilustrasi bikini (pexels.com/Tofros.com)

Setiap kali kamu memotong rambut atau mencabutnya dari akarnya, ini akan membuat rambut berisiko tumbuh ke dalam. Saat mencabut akar rambut, artinya rambut baru akan mulai tumbuh. Rambut baru ini tipis dan lemah dan dapat kesulitan menemukan jalan ke permukaan. Jika tersangkut di bawah kulit, ini akan menyebabkan iritasi benjolan, yang bisa berkembang menjadi infeksi.

Cara mengatasi rambut yang tumbuh ke dalam adalah dengan melepaskannya alias mencabutnya. Jika kamu mengalami infeksi, dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengatasi iritasi.

2. Infeksi

ilustrasi sugar wax (freepik.com/prostooleh)
ilustrasi sugar wax (freepik.com/prostooleh)

Mencabut rambut dari area gluteal cleft, seperti yang dilakukan pada Brazilian waxing, meningkatkan risiko terjadinya robekan kecil yang akan dimasuki bakteri. Hal ini

dapat menyebabkan infeksi permukaan dan bahkan selulitis yang lebih dalam pada beberapa kasus. Selain itu, waxing juga memperburuk masalah kurap.

Jika perawatan melibatkan penggunaan benda-benda, seperti stik yang kemudian dicelupkan ke dalam lilin. Waspadalah terhadap praktisi yang mencelupkan dua kali stik tersebut ke dalam lilin. Jika stik digosokkan ke area yang terinfeksi pada kulit dan kemudian dicelupkan kembali ke dalam lilin, ada kemungkinan infeksi dapat ditransfer ke area lain dari kulit.

3. Kulit terbakar

ilustrasi bikini (pexels.com/Rodolfo Clix)
ilustrasi bikini (pexels.com/Rodolfo Clix)

Krim penghilang bulu dapat membuat kulit terbakar secara kimiawi, begitu pula dengan penggunaan lilin panas. Jika kamu melakukan waxing dengan seorang profesional, seharusnya dia tahu seberapa panas yang tepat untuk menjaga wax agar tetap berfungsi tetapi tidak membakar kulit.

Menentukan suhu yang tepat adalah hal yang rumit, dan lilin panas dapat benar-benar membakar kulit jika tidak hati-hati. Lilin yang berbeda harus berada pada suhu yang berbeda, tetapi praktik terbaik secara umum adalah wax dengan konsistensi madu dan tidak terasa sakit saat menyentuh kulit.

4. Infeksi menular seksual (IMS) tertentu

ilustrasi bikini (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi bikini (pexels.com/cottonbro)

Infeksi menular seksual (IMS) tertentu menyebar melalui kontak kulit ke kulit. Kerusakan kulit juga mempermudah berbagai penyakit masuk ke tubuh, bahkan kerusakan kecil pun bisa berbahaya. Sobekan mikroskopis ini dapat terjadi saat kamu mencabut rambut sampai ke akarnya atau terkena pisau cukur.

Trauma kulit dapat menyebabkan beberapa IMS, seperti herpes genital, human papillomavirus (HPV), dan Molluscum Contagiosum. Selain itu, infeksi kulit yang disebarkan melalui kontak kulit-ke-kulit yang sebenarnya juga dapat meningkat karena bikini waxing.

5. Terbentuknya jaringan parut

ilustrasi sugar wax (freepik.com/freepik)
ilustrasi sugar wax (freepik.com/freepik)

Meskipun jarang terjadi, namun bikini waxing juga bisa menyebabkan jaringan parut. Jika kulit mengalami iritasi kronis setelah melakukan waxing, yang ditandai dengan kemerahan dan gatal beberapa saat setelah waxing, kamu bisa mendapatkan jaringan parut. 

Juga, jika kamu mencungkil rambut yang tumbuh ke dalam, ini dapat menimbulkan bekas luka. Tentu saja ini bisa memengaruhi penampilan.

Informasi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membantu kamu dan supaya kamu lebih berhati-hati. Jika kamu berniat melakukan bikini waxing, pertimbangkan dulu risikonya dan buat perencanaan, seperti akan melakukannya di klinik kecantikan atau melakukan sendiri di rumah. Jika ingin melakukannya di rumah, pastikan kamu menjaga kebersihan seluruh alat dan bahan yang digunakan. Juga, jika kamu mengalami tanda-tanda, seperti iritasi, panas, gatal, atau ketidaknyamanan lainnya, segera hubungi praktisi kesehatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eka Ami
EditorEka Ami
Follow Us

Latest in Health

See More

Kenapa Batu Ginjal Lebih Sering Terjadi di Area Beriklim Panas?

07 Apr 2026, 14:44 WIBHealth