ilustrasi kopi (pexels.com/Vlada Karpovich)
Lagi menstruasi terus minum kopi atau makan seblak? Buat sebagian orang, kombinasi ini bisa bikin urusan perut makin ramai. Penelitian yang terbit dalam dalam jurnal Gut pada 1990 menemukan bahwa kopi dapat merangsang aktivitas usus besar, bahkan efeknya bisa terasa hanya beberapa menit setelah diminum.
Menariknya, efek tersebut juga ditemukan pada kopi tanpa kafein. Sementara itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurogastroenterology & Motility pada 2009 menunjukkan bahwa makanan bercabai dapat memicu rasa nyeri dan sensasi terbakar pada saluran pencernaan, terutama pada orang dengan sindrom iritasi usus besar yang dominan diare (IBS-D). Jadi, kalau perut sedang sensitif selama menstruasi, kopi dan makanan pedas bisa membuat keluhan pencernaan terasa lebih mengganggu, meski efeknya berbeda pada setiap orang.
Lebih sering BAB saat menstruasi sebenarnya bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari prostaglandin, perubahan hormon, hingga makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, tetapi jangan abaikan jika diare terasa berat, berlangsung lama, atau disertai darah pada tinja. Kalau kamu mengalaminya, kenali dulu pemicunya agar penanganannya lebih tepat, ya!
Referensi
“Symptomatology of Irritable Bowel Syndrome and Inflammatory Bowel Disease During the Menstrual Cycle.” Gastroenterology Report, 2015. Diakses pada November 2026.
“Gastrointestinal Symptoms Before and During Menses in Healthy Women.” BMC Women's Health, 2014. Diakses pada November 2026.
"Sex Hormones in the Modulation of Irritable Bowel Syndrome.” World Journal of Gastroenterology, 2014. Diakses pada November 2026.
“Effect of Coffee on Distal Colon Function.” Gut, 1990. Diakses pada November 2026.
“Effects of Chili on Postprandial Gastrointestinal Symptoms in Diarrhoea Predominant Irritable Bowel Syndrome.” Neurogastroenterology & Motility, 2009.