Ketika berpindah mesin, jangan langsung menyamakan angkanya. Mulailah dengan beban yang memungkinkan teknik tetap baik, lalu sesuaikan berdasarkan jumlah repetisi dan tingkat usaha.
Untuk memantau perkembangan, catat:
Nama dan jenis mesin.
Posisi dudukan atau tinggi pulley.
Beban dan jumlah repetisi.
Rentang gerak.
Tempo gerakan.
Tingkat usaha pada akhir set.
Membandingkan 40 kilogram di mesin yang sama, dengan pengaturan dan teknik yang konsisten, lebih baik daripada membandingkan angka 40 kilogram di dua mesin berbeda.
Jadi, perbedaan rasa beban biasanya bukan karena angka pada mesin salah, melainkan karena tiap alat menghasilkan gaya dan jalur gerak yang berbeda. Karena itu, dalam latihan beban, konteks mesin sama pentingnya dengan angka bebannya.
Referensi
Jonathan P. Folland and Beth Morris, “Variable-Cam Resistance Training Machines: Do They Match the Angle–Torque Relationship in Humans?” Journal of Sports Sciences 26, no. 2 (2008): 163–169, https://doi.org/10.1080/02640410701370663.
Evan E. Schick et al., “A Comparison of Muscle Activation between a Smith Machine and Free Weight Bench Press,” Journal of Strength and Conditioning Research 24, no. 3 (2010): 779–784, https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e3181cc2237.
Markus E. Haugen et al., “Effect of Free-Weight vs. Machine-Based Strength Training on Maximal Strength, Hypertrophy and Jump Performance: A Systematic Review and Meta-Analysis,” BMC Sports Science, Medicine and Rehabilitation 15 (2023): 103, https://doi.org/10.1186/s13102-023-00713-4.
Shane R. Schwanbeck et al., “Effects of Training with Free Weights Versus Machines on Muscle Mass, Strength, Free Testosterone, and Free Cortisol Levels,” Journal of Strength and Conditioning Research 34, no. 7 (2020): 1851–1859, https://doi.org/10.1519/JSC.0000000000003349.