Kenapa Haus Tak Hilang meski Sudah Banyak Minum Takjil?

Minuman manis, asin, atau berkafeina dari takjil justru membuat cairan tubuh lebih cepat keluar.
Kurangnya air putih membuat sel tubuh tetap kekurangan cairan meski sudah banyak minum.
Kondisi tubuh setelah puasa atau masalah kesehatan tertentu bisa membuat rasa haus bertahan lebih lama.
Haus yang masih terasa setelah minum takjil sebenarnya bukan hal aneh karena cairan yang masuk belum tentu langsung memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh secara efektif. Banyak minuman takjil mengandung gula tinggi, garam tersembunyi, atau zat tertentu. Hal tersebut justru membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat.
Kondisi tubuh setelah berpuasa seharian juga membuat keseimbangan cairan dan elektrolit belum kembali normal meski perut sudah terasa penuh minuman. Itu sebabnya, rasa segar sering hanya bertahan sebentar, lalu digantikan rasa haus lagi. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
1. Minuman manis membuat cairan tubuh lebih cepat terbuang

Minuman takjil yang sangat manis memiliki kadar gula tinggi sehingga meningkatkan tekanan osmotik dalam darah. Kondisi ini membuat tubuh menarik air dari dalam sel menuju pembuluh darah untuk menyeimbangkan kadar cairan. Setelah itu, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine sehingga frekuensi buang air kecil meningkat. Akibatnya, cairan yang baru diminum ikut terbuang sebelum benar-benar dimanfaatkan tubuh.
Selain itu, minuman dengan sirop atau pemanis fruktosa membutuhkan air tambahan saat diproses di hati. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus, tubuh tidak sempat menyerap cairan secara bertahap. Situasi ini membuat rasa haus muncul kembali meski sebelumnya sudah minum cukup banyak.
2. Kurangnya air putih membuat tubuh tetap kekurangan cairan

Banyak orang merasa sudah minum banyak saat berbuka, padahal sebagian besar cairan berasal dari minuman manis yang tidak seefektif air putih dalam menggantikan cairan tubuh. Air putih memiliki komposisi yang paling mudah diserap usus sehingga dapat langsung membantu menyeimbangkan volume darah dan cairan sel. Ketika konsumsi air putih terlalu sedikit, tubuh masih berada dalam kondisi dehidrasi ringan meski perut terasa penuh.
Cairan manis juga tidak mampu menggantikan elektrolit secara seimbang sehingga distribusi air ke jaringan tubuh menjadi kurang optimal. Hal ini membuat sel tetap kekurangan cairan meski minum dalam jumlah besar. Akibatnya, otak terus mengirim sinyal haus sebagai tanda kebutuhan cairan belum terpenuhi.
3. Makanan asin meningkatkan kebutuhan cairan secara signifikan

Takjil seperti gorengan atau camilan gurih sering mengandung natrium tinggi yang berfungsi memperkuat rasa sekaligus memperpanjang daya simpan. Natrium bekerja menarik air keluar dari sel untuk menjaga keseimbangan kadar garam dalam darah. Proses ini membuat tubuh membutuhkan cairan tambahan dalam jumlah lebih besar setelah mengonsumsinya.
Jika makanan tinggi garam dikonsumsi saat tubuh masih kekurangan cairan setelah puasa, efek haus bisa terasa lebih kuat dan bertahan lama. Banyak orang mengira hal ini disebabkan kurang minum, padahal penyebab utamanya karena tingginya kandungan natrium. Situasi ini sering terjadi tanpa disadari karena rasa gurih tidak selalu terasa terlalu asin.
4. Minuman berkafeina membuat cairan tubuh cepat keluar

Teh dan kopi yang sering diminum saat takjil mengandung kafeina yang bersifat diuretik. Maksudnya, hal itu merangsang ginjal menghasilkan urine lebih banyak. Efek ini membuat cairan tubuh keluar lebih cepat sehingga hidrasi tidak bertahan lama.
Bahkan, pada sebagian orang, rasa haus bisa kembali muncul dalam waktu singkat setelah minum minuman berkafeina. Selain meningkatkan produksi urine, kafeina juga mempercepat aliran darah sehingga distribusi cairan keluar dari jaringan berlangsung lebih cepat. Kombinasi kedua efek ini membuat minuman berkafeina kurang ideal sebagai sumber cairan utama saat berbuka.
5. Kondisi medis tertentu dapat menyebabkan rasa haus berlebihan

Haus yang tidak kunjung hilang meski sudah minum banyak bisa menjadi tanda gangguan kesehatan, seperti diabetes melitus, gangguan ginjal, atau kelainan hormon pengatur cairan tubuh. Pada kondisi ini, tubuh tidak mampu mempertahankan keseimbangan cairan sehingga air yang masuk cepat dikeluarkan melalui urine. Akibatnya, sinyal haus terus muncul meski jumlah cairan yang diminum sebenarnya cukup.
Kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes juga membuat darah menjadi lebih pekat. Karena itu, tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk menormalkannya. Jika rasa haus berlangsung terus-menerus disertai sering buang air kecil atau kelelahan, pemeriksaan kesehatan sebaiknya segera dilakukan.
Rasa haus setelah minum takjil bukan hanya dipengaruhi jumlah minuman, tetapi juga kandungan gula, garam, kafeina, dan kondisi tubuh. Air putih tetap menjadi cara paling efektif untuk memulihkan cairan setelah berpuasa. Jika rasa haus terus muncul tanpa sebab jelas, bukankah itu tanda tubuh sedang memberi peringatan?
Referensi
"Can’t Quench Your Thirst? Experts Explain Why It’s Happening and How to Fix It". Run. Diakses Februari 2026.
"The Hidden Dehydration Trap: Why Sugary Drinks Leave You Thirstier". PROMiXX. Diakses Februari 2026.
"Why Am I Always Thirsty?". WebMD. Diakses Februari 2026.
"Why You Might Still Be Thirsty After Drinking Water". Eldorado. Diakses Februari 2026.


![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Alasan Sebenarnya Kamu Sering Skip Lari](https://image.idntimes.com/post/20250526/screenshot-2025-05-26-202731-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-7422b41e54400dd88dbc0d0b616d345d.png)


![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Kondisi Mentalmu dari Musik Kamu Sebelum Tidur](https://image.idntimes.com/post/20250531/happy-young-woman-listening-music-bed-23-2147987843-d1d5b73e706dec953faaf651f6eb0051-040c38836cbed3098e7d1f34d34544ca.jpg)





![[QUIZ] Respons Kamu saat Pace Melambat Menjelaskan Mindset-mu](https://image.idntimes.com/post/20260203/apa-itu-lt1-dan-lt2-dalam-lari-perbedaan-lt1-lt2_47b7637d-82b9-4517-a781-43841a347f1a.jpeg)






