ilustrasi diabetes (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Haus yang tidak kunjung hilang meski sudah minum banyak bisa menjadi tanda gangguan kesehatan, seperti diabetes melitus, gangguan ginjal, atau kelainan hormon pengatur cairan tubuh. Pada kondisi ini, tubuh tidak mampu mempertahankan keseimbangan cairan sehingga air yang masuk cepat dikeluarkan melalui urine. Akibatnya, sinyal haus terus muncul meski jumlah cairan yang diminum sebenarnya cukup.
Kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes juga membuat darah menjadi lebih pekat. Karena itu, tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk menormalkannya. Jika rasa haus berlangsung terus-menerus disertai sering buang air kecil atau kelelahan, pemeriksaan kesehatan sebaiknya segera dilakukan.
Rasa haus setelah minum takjil bukan hanya dipengaruhi jumlah minuman, tetapi juga kandungan gula, garam, kafeina, dan kondisi tubuh. Air putih tetap menjadi cara paling efektif untuk memulihkan cairan setelah berpuasa. Jika rasa haus terus muncul tanpa sebab jelas, bukankah itu tanda tubuh sedang memberi peringatan?
Referensi
"Can’t Quench Your Thirst? Experts Explain Why It’s Happening and How to Fix It". Run. Diakses Februari 2026.
"The Hidden Dehydration Trap: Why Sugary Drinks Leave You Thirstier". PROMiXX. Diakses Februari 2026.
"Why Am I Always Thirsty?". WebMD. Diakses Februari 2026.
"Why You Might Still Be Thirsty After Drinking Water". Eldorado. Diakses Februari 2026.