"Why Does Fasting Trigger a Headache?" Verywell Health. Diakses pada Februari 2026.
"Why Do I Get Headaches While Fasting?" Sayahdri Hospital. Diakses pada Februari 2026.
"Potential Health Problems While Fasting (Headache)". Ministry of Health of the Kingdom of Saudi Arabia. Diakses pada Februari 2026.
Kenapa Kepala Sering Pusing di Awal Puasa?

- Tubuh kehilangan asupan cairan sejak pagi, menyebabkan aliran oksigen ke otak tidak optimal.
- Kadar gula darah menurun lebih cepat dari biasanya, terutama jika sahur hanya mengandung karbohidrat sederhana.
- Tubuh mengalami penyesuaian terhadap kebiasaan mengonsumsi kafein, yang bisa memicu sakit kepala atau sensasi berat di dahi.
Perubahan jadwal makan saat Ramadan sering memunculkan keluhan fisik yang terasa mendadak, salah satunya kepala terasa pusing dan berputar pada hari-hari pertama menjalani puasa. Kondisi ini sebenarnya berkaitan dengan cara tubuh beradaptasi terhadap jeda asupan energi dan cairan dalam waktu lebih panjang dari biasanya.
Banyak orang mengira keluhan tersebut tanda tubuh tidak kuat berpuasa, padahal sebagian besar bersifat sementara dan bisa dijelaskan secara medis. Memahami penyebabnya membantu menjalani ibadah dengan lebih nyaman sekaligus menerapkan tips puasa yang tepat sejak awal. Berikut penjelasan yang perlu dipahami sebelum keluhan makin mengganggu aktivitas.
1. Tubuh kehilangan asupan cairan sejak pagi

Saat tidak minum selama lebih dari 12 jam, volume cairan dalam pembuluh darah perlahan menurun. Kondisi ini membuat aliran oksigen ke otak tidak seoptimal saat kebutuhan cairan terpenuhi. Akibatnya muncul sensasi pusing ringan, terutama ketika berdiri terlalu cepat atau beraktivitas di bawah panas. Tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa keseimbangan cairan perlu dijaga lebih baik saat sahur dan berbuka.
Kekurangan cairan juga membuat darah menjadi lebih kental sehingga kerja jantung sedikit lebih berat dari biasanya. Situasi ini bukan kondisi berbahaya pada orang sehat, tetapi cukup memicu rasa tidak nyaman. Jika saat sahur hanya minum sedikit atau terlalu banyak konsumsi minuman manis, risiko pusing biasanya lebih mudah muncul. Karena itu, kecukupan air putih pada malam hari berperan besar mencegah keluhan di siang hari.
2. Kadar gula darah menurun lebih cepat dari biasanya

Tubuh terbiasa mendapat pasokan glukosa setiap beberapa jam, lalu mendadak harus bertahan tanpa asupan kalori hingga waktu berbuka. Penurunan kadar gula darah inilah yang sering menimbulkan rasa lemas disertai kepala terasa kosong. Otak sangat bergantung pada glukosa sebagai bahan bakar utama, sehingga perubahan mendadak langsung terasa. Apalagi jika saat sahur hanya mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti roti putih atau makanan manis.
Karbohidrat jenis tersebut cepat dicerna sehingga energi juga cepat habis sebelum tengah hari. Berbeda jika sahur mengandung serat, protein, serta lemak sehat yang dicerna lebih lambat. Kombinasi gizi seimbang membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama tanpa memicu lonjakan lalu penurunan gula darah secara drastis. Inilah alasan menu sahur menentukan kondisi kepala sepanjang hari.
3. Tubuh mengalami penyesuaian terhadap kebiasaan mengonsumsi kafein

Bagi yang terbiasa minum kopi atau teh berkafein setiap pagi, awal puasa bisa terasa lebih berat karena asupan tersebut berhenti mendadak. Kafein bekerja merangsang pembuluh darah dan sistem saraf, sehingga saat tidak dikonsumsi tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Salah satu gejala yang sering muncul adalah sakit kepala atau sensasi berat di dahi. Keluhan ini mirip seperti seseorang yang menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba.
Biasanya kondisi tersebut berlangsung beberapa hari saja sebelum tubuh kembali menyesuaikan fungsi alaminya. Jika ingin mengurangi efeknya, konsumsi kafein bisa dikurangi secara bertahap beberapa hari sebelum puasa dimulai. Cara ini memberi kesempatan tubuh beradaptasi tanpa memicu keluhan yang terlalu terasa. Setelah fase awal terlewati, kebutuhan kafein biasanya ikut menurun dengan sendirinya.
4. Jam tidur berubah sehingga tubuh belum terbiasa

Bangun lebih awal untuk sahur membuat waktu tidur malam otomatis berkurang, terutama pada pekan pertama Ramadan. Kurang tidur dapat memengaruhi aliran darah ke otak serta membuat konsentrasi menurun, lalu muncul rasa pusing yang sering disalahartikan sebagai akibat tidak makan. Padahal penyebabnya justru kelelahan fisik karena waktu istirahat belum cukup. Tubuh memerlukan beberapa hari untuk menyesuaikan perubahan ini.
Jika setelah sahur tidak ada kesempatan tidur kembali, penting memastikan kualitas tidur malam tetap baik. Tidur terlalu larut sambil mengejar aktivitas tambahan justru memperberat keluhan di siang hari. Istirahat yang cukup membantu tubuh menjaga fungsi metabolisme tetap efisien selama berpuasa. Dengan tidur yang terjaga, keluhan kepala ringan biasanya jauh berkurang.
5. Tekanan darah sedikit menurun saat adaptasi puasa

Saat asupan makanan dan cairan berubah, tekanan darah dapat turun lebih rendah dari kondisi normal seseorang. Penurunan ringan ini sering menimbulkan rasa berkunang-kunang ketika berdiri atau bergerak cepat. Hal tersebut terjadi karena otak membutuhkan waktu menyesuaikan suplai darah dalam kondisi baru. Pada orang sehat, kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik setelah tubuh terbiasa.
Namun, jika sejak awal memang memiliki riwayat tekanan darah rendah, gejala bisa terasa lebih jelas. Mengatur posisi tubuh secara perlahan, tidak langsung berdiri setelah duduk lama, dapat membantu mengurangi rasa pusing. Asupan mineral dari makanan seperti sayur, buah, dan lauk bernutrisi juga mendukung keseimbangan fungsi tubuh selama puasa. Adaptasi ini biasanya selesai dalam beberapa hari pertama.
Keluhan pusing di awal Ramadan umumnya merupakan bagian dari proses adaptasi alami, bukan tanda tubuh tidak mampu berpuasa. Dengan memahami penyebab fisiknya, langkah sederhana bisa dilakukan agar tubuh menyesuaikan diri lebih cepat sekaligus menjalankan tips puasa secara tepat. Jadi, sudahkah persiapan sahur dan istirahat diatur supaya puasa terasa lebih ringan sejak hari pertama?
Referensi


















