- Asupan cairan total saat malam hari kurang.
- Konsumsi kopi berlebihan.
- Disertai aktivitas fisik intens pada siang hari.
Bolehkah Minum Kopi saat Sahur? Ini Penjelasan Medisnya

- Konsumsi kafein hingga 400 mg per hari umumnya aman bagi orang dewasa sehat.
- Kopi bukan penyebab utama dehidrasi, tetapi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
- Waktu konsumsi dan toleransi individu menentukan dampaknya selama puasa.
Sahur adalah waktu penting sebelum memulai puasa Ramadan. Pada waktu inilah tubuh mendapat asupan makanan dan minuman yang akan menopang energi dan hidrasi selama lebih dari 12 jam. Bagi banyak orang, kopi merupakan bagian dari rutinitas harian, termasuk saat sahur. Namun, apakah minum kopi saat sahur itu aman, bermanfaat, atau justru berisiko bagi kesehatan selama berpuasa?
Jawabannya tidak sesederhana boleh atau tidak boleh. Ada konteks fisiologi tubuh, pola tidur, dan total asupan cairan yang perlu dipertimbangkan.
1. Peran kafein
Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat yang bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak sehingga rasa kantuk berkurang. Konsumsi kafein hingga 400 mg per hari (sekitar 3–4 cangkir kopi seduh) masih dianggap aman bagi orang dewasa sehat.
Tinjauan besar dalam jurnal BMJ juga menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit kronis. Artinya, secara umum, kopi bukan musuh kesehatan. Namun, konteks puasa berbeda dari hari biasa.
2. Apakah kopi menyebabkan dehidrasi?

Kopi sering dituduh menyebabkan dehidrasi. Secara fisiologis, kafein memang memiliki efek diuretik ringan, terutama pada individu yang jarang mengonsumsinya. Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa pada peminum kopi rutin, efek diuretik ini tidak signifikan hingga menyebabkan gangguan keseimbangan cairan.
Artinya, secangkir kopi saat sahur tidak otomatis membuat tubuh dehidrasi berat. Masalah dapat muncul jika:
Para ahli menekankan pentingnya kecukupan cairan harian sebagai bagian dari pola makan sehat. Dalam konteks puasa, artinya kamu perlu memastikan hidrasi cukup antara berbuka dan sahur.
3. Bagaimana dengan rasa haus?
Kafein dapat meningkatkan produksi urine dan sedikit meningkatkan rasa haus pada sebagian orang. Jika diminum dalam jumlah besar saat sahur tanpa diimbangi air putih yang cukup, kemungkinan rasa tidak nyaman pada siang hari bisa meningkat.
Selain itu, kopi bersifat asam dan dapat memicu ketidaknyamanan lambung pada individu sensitif, terutama jika diminum saat perut kosong.
4. Dampak terhadap kualitas tidur

Faktor lain yang sering luput adalah tidur. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein bahkan enam jam sebelum waktu tidur tetap dapat mengganggu kualitas tidur.
Karena sahur terjadi menjelang waktu tidur kembali, minum kopi dapat membuat fase tidur setelah Subuh menjadi kurang restoratif. Jika kurang tidur terakumulasi, tubuh justru terasa lebih lelah saat puasa.
5. Jadi, boleh minum kopi saat sahur atau tidak?
Boleh, dengan catatan.
Minum kopi saat sahur relatif aman bagi orang dewasa sehat jika:
- Tidak melebihi batas aman (≤400 mg kafein/hari).
- Tetap memenuhi kebutuhan cairan.
- Tidak memiliki gangguan lambung atau sensitivitas kafein.
- Tidak mengorbankan kualitas tidur.
Namun, jika tujuan minum kopi adalah agar tidak lemas, perlu diingat bahwa energi utama tetap berasal dari asupan karbohidrat kompleks, protein, dan hidrasi yang cukup, bukan dari kafein.
Bagi yang terbiasa minum kopi setiap hari, menghentikannya mendadak saat Ramadan juga bisa memicu gejala withdrawal seperti sakit kepala dan mudah marah. Dalam kasus ini, mengurangi secara bertahap sebelum Ramadan sering kali lebih disarankan.
Pada akhirnya, tubuh setiap orang berbeda. Ada yang tetap fokus dan segar dengan secangkir kopi saat sahur, ada pula yang justru merasa lebih haus dan sulit tidur. Mendengarkan respons tubuh sendiri sangat penting.
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga keseimbangan tubuh. Kopi bisa menjadi bagian dari rutinitas sahur selama dikonsumsi secara bijak.
Referensi
Sophie C. Killer, Andrew K. Blannin, and Asker E. Jeukendrup, “No Evidence of Dehydration With Moderate Daily Coffee Intake: A Counterbalanced Cross-Over Study in a Free-Living Population,” PLoS ONE 9, no. 1 (January 9, 2014): e84154, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0084154.
Efsa Panel on Dietetic Products Nutrition And Allergies, “Scientific Opinion on the Safety of Caffeine,” EFSA Journal 13, no. 5 (May 1, 2015), https://doi.org/10.2903/j.efsa.2015.4102.
Robin Poole et al., “Coffee Consumption and Health: Umbrella Review of Meta-analyses of Multiple Health Outcomes,” BMJ 359 (November 22, 2017): j5024, https://doi.org/10.1136/bmj.j5024.
"Healthy diet." World Health Organization. Diakses Februari 2026.
Christopher Drake et al., “Caffeine Effects on Sleep Taken 0, 3, or 6 Hours Before Going to Bed,” Journal of Clinical Sleep Medicine 9, no. 11 (November 14, 2013): 1195–1200, https://doi.org/10.5664/jcsm.3170.


















