Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Tubuh Terasa Makin Lelah Setelah Tidur Siang? Ini Penjelasannya
ilustrasi seseorang ketiduran di siang hari (pexels.com/Jasmine Pang)
  • Tidur siang lebih dari 30 menit dapat memasukkan otak ke fase tidur dalam; bangun mendadak memicu sleep inertia, membuat tubuh berat, pusing, dan linglung.
  • Tekanan darah serta gula darah dapat berfluktuasi saat tidur, terutama setelah makan. Bangun mendadak dan tidur tanpa jeda minimal 30 menit setelah makan bisa memperkuat pusing.
  • Tidur siang terlalu sore mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur malam. Rasa lelah berulang juga dapat menandakan utang tidur; kebutuhan tidur malam 7–8 jam perlu dipenuhi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidur siang sering kali diandalkan sebagai cara ampuh untuk memulihkan stamina di tengah padatnya aktivitas harian. Banyak orang berharap bisa kembali segar dan fokus setelah memejamkan mata selama beberapa saat. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasakan efek sebaliknya ketika terbangun. Tubuh terasa semakin lemas, kepala pusing, dan pikiran menjadi sangat linglung setelah bangun tidur siang.

Kondisi tidak nyaman ini kerap menimbulkan pertanyaan mengapa niat mengistirahatkan tubuh justru berujung pada rasa lelah yang bertambah berat. Dalam dunia medis, fenomena ini bukanlah hal yang misterius dan memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan siklus tidur manusia. Cara dan durasi tidur siang yang kurang tepat menjadi faktor utama penentu kesegaran tubuhmu saat terbangun. Berikut adalah empat alasan medis mengapa tubuhmu malah terasa semakin lelah setelah tidur siang.

1. Terbangun di tengah fase tidur nyenyak akibat durasi tidur terlalu lama

ilustrasi jam weker dan orang tidur di kamar (pexels.com/Miriam Alonso)

Pemicu utama tubuh terasa lemas dan pusing setelah tidur siang adalah durasi yang melebihi batas ideal. Ketika kamu tidur siang lebih dari 30 menit, otak secara otomatis akan memasuki fase tidur dalam atau deep sleep. Terbangun secara mendadak saat otak berada di fase ini memicu kondisi yang dikenal sebagai sleep inertia. Akibatnya, terjadi jeda transisi yang membuat otak membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali sadar sepenuhnya.

Sleep inertia membuat tubuh merasa berat dan lelah seolah-olah kamu belum beristirahat sama sekali. Efek linglung ini bahkan bisa bertahan mulai dari 30 menit hingga beberapa jam setelah kamu membuka mata. Untuk menghindari jebakan fase deep sleep ini, usahakan tidur siang hanya berkisar antara 10 hingga 20 menit saja. Durasi singkat ini sudah cukup untuk menyegarkan otak tanpa membuat tubuh terjebak dalam rasa lemas.

2. Mengalami penurunan tekanan darah dan kadar gula secara mendadak

ilustrasi seseorang memegang kepala karena pusing (pexels.com/Yan Krukau)

Saat kamu tertidur lelap di siang hari, sistem saraf parasimpatis akan mengambil alih fungsi tubuh. Hal ini menyebabkan denyut jantung melambat dan tekanan darah mengalami penurunan secara alami. Jika kamu langsung melompat bangun dari tempat tidur secara mendadak, tubuh belum sempat menyesuaikan kembali aliran darah ke otak. Penurunan tekanan darah sementara ini sering kali menimbulkan rasa pusing dan klienyeran.

Selain tekanan darah, kadar gula darah juga bisa mengalami fluktuasi saat kamu tertidur tepat setelah makan siang. Proses pencernaan yang sedang bekerja keras menyerap nutrisi akan menarik aliran darah menuju area perut. Kombinasi antara proses pencernaan dan perubahan tekanan darah inilah yang memperkuat rasa kantuk serta lemas saat terbangun. Beri jeda minimal 30 menit setelah makan sebelum kamu memutuskan untuk tidur siang.

3. Menggangu ritme sirkadian tubuh akibat jadwal tidur yang tidak teratur

ilustrasi bayangan jam dinding di kamar tidur (pexels.com/Ruslan Sikunov)

Otak manusia memiliki jam biologis internal yang disebut ritme sirkadian untuk mengatur jadwal bangun dan tidur harian. Ketika kamu tidur siang pada waktu yang terlalu sore, ritme sirkadian tubuh akan mengalami kebingungan sinyal. Otak menganggap tidur sore tersebut sebagai awal dari waktu tidur malam yang sebenarnya. Terputusnya siklus biologis ini secara mendadak akan membuat sistem metabolisme tubuh menjadi kacau.

Dampak dari terganggunya jam biologis ini tidak hanya terasa saat kamu bangun di sore hari, tetapi juga berlanjut hingga malam. Kamu akan kesulitan untuk memejamkan mata di malam hari sehingga mengalami masalah kurang tidur. Akumulasi rasa lelah ini akan menumpuk dan membuat stamina tubuh semakin merosot keesokan harinya. Waktu paling ideal untuk melakukan tidur siang adalah di antara pukul 13.00 hingga 15.00.

4. Menjadi sinyal adanya akumulasi utang tidur kronis pada tubuhmu

ilustrasi seseorang tertidur di meja kerja (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Jika kamu selalu merasa sangat lelah setiap kali bangun tidur siang, hal tersebut bisa menjadi indikator utang tidur (sleep debt). Tubuh yang mengalami kurang tidur kronis di malam hari akan memanfaatkan kesempatan tidur siang untuk membalas dendam. Sistem saraf akan langsung memaksa otak masuk ke fase pemulihan yang sangat dalam untuk membayar kekurangan istirahat tersebut. Reaksi defensif tubuh ini membuat tidur siang yang singkat pun terasa sangat berat.

Tidur siang pada dasarnya tidak dirancang untuk menggantikan kualitas tidur malam yang buruk. Mengandalkan tidur siang sebagai pelampiasan kurang tidur hanya akan memperburuk siklus istirahatmu secara keseluruhan. Solusi utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan memperbaiki pola dan durasi tidur malam minimal 7 hingga 8 jam. Saat kebutuhan tidur malam terpenuhi, tidur siang akan memberikan efek segar yang maksimal bagi tubuh.

Tidur siang yang dilakukan dengan teknik dan durasi yang tepat akan membawa manfaat besar bagi kebugaran serta fokus harianmu. Atur alarm dengan durasi singkat dan pilih waktu yang tepat agar kamu bisa terbangun dalam kondisi segar dan berenergi kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article