ilustrasi buka puasa (pexels.com/Thirdman)
Kurma memiliki kombinasi serat dan karbohidrat kompleks yang memberikan efek kenyang lebih lama dibanding makanan manis biasa. Efek ini membantu tubuh mengatur sinyal lapar sehingga seseorang tidak terdorong makan berlebihan setelah berbuka. Kondisi tersebut penting karena makan terlalu banyak sekaligus dapat membebani sistem metabolisme serta memicu rasa tidak nyaman pada perut. Selain itu, kandungan serat membantu memperlambat pengosongan lambung.
Dengan pengosongan lambung yang lebih lambat, rasa kenyang dapat bertahan hingga waktu makan berikutnya. Hal ini juga membantu menjaga keseimbangan energi sepanjang malam. Karena itu, kurma sering dianggap sebagai makanan pembuka yang membantu mengontrol asupan makan secara alami. Efeknya tidak hanya terasa pada kenyang, tetapi juga pada kestabilan energi tubuh.
Kurma dianjurkan saat buka puasa karena mampu mengembalikan energi, menjaga cairan tubuh, serta membantu sistem pencernaan bekerja kembali tanpa memberi beban berlebihan. Kandungan nutrisi alaminya mendukung pemulihan kondisi tubuh setelah berpuasa sekaligus menjaga keseimbangan metabolisme. Dengan manfaat tersebut, tidak mengherankan jika kurma tetap menjadi pilihan utama saat buka puasa hingga sekarang.
Referensi:
"Prof Ahmad Sulaeman: Dates and Tempeh: The Perfect Combination for Optimal Energy During Fasting" IPB. Diakses pada Februari 2026
"This is why dates are a good way to break fast" The Straits News. Diakses pada Februari 2026
"Why Eat Dates During Ramadan? The Best Iftar Choice" Karamal Nakhil. Diakses pada Februari 2026
"What are the benefits of breaking the fast with dates in Ramadan?" Najah News. Diakses pada Februari 2026