ilustrasi marathon (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Jumlah kalori yang terbakar saat lari maraton tidak sama pada setiap orang. Selain jarak tempuh, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi seberapa banyak energi yang digunakan tubuh selama berlari. Berikut beberapa faktor yang perlu diketahui.
Pria umumnya membakar lebih banyak kalori dibandingkan perempuan saat berlari maraton. Hal ini karena pria cenderung memiliki massa otot yang lebih besar dan persentase lemak tubuh yang lebih rendah. Massa otot membutuhkan lebih banyak energi untuk bekerja, sehingga pengeluaran kalori saat berlari biasanya lebih tinggi.
Usia juga dapat memengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Seiring bertambahnya usia, laju metabolisme tubuh cenderung menurun dan massa otot berkurang. Akibatnya, tubuh membakar kalori lebih sedikit dibandingkan saat masih muda, termasuk ketika melakukan aktivitas fisik seperti lari maraton.
Berat badan merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap pembakaran kalori. Semakin besar berat badan seseorang, makin banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk bergerak. Karena itu, pelari dengan berat badan lebih tinggi biasanya membakar lebih banyak kalori dibandingkan pelari yang lebih ringan saat menempuh jarak yang sama.
Setiap orang memiliki laju metabolisme atau kemampuan tubuh dalam mengubah kalori menjadi energi yang berbeda-beda. Orang dengan metabolisme yang lebih cepat cenderung membakar lebih banyak kalori saat berolahraga. Sebaliknya, kondisi tertentu yang memperlambat metabolisme dapat membuat jumlah kalori yang terbakar menjadi lebih rendah.