Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Laser CO2, Perawatan Kulit untuk Mencegah Penuaan Dini
ilustrasi laser wajah (pexels.com/Anna Shvets)
  • Laser CO2 adalah perawatan kosmetik yang menggunakan sinar karbon dioksida untuk mengangkat lapisan kulit atas, merangsang kolagen, dan membantu mengatasi bekas jerawat, keriput, serta tanda penuaan.
  • Prosedur ini bekerja dengan memanaskan air dalam sel kulit hingga menguap, menghasilkan pengelupasan terkontrol yang menumbuhkan kulit baru lebih kencang dan minim pendarahan dibanding laser lain.
  • Efek sampingnya meliputi kemerahan, nyeri, perubahan warna kulit, hingga risiko infeksi; masa pemulihan sekitar dua minggu dengan perawatan khusus agar hasil optimal dan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hari-hari ini, beragam jenis perawatan kulit tampaknya banyak diminati, terutama terkait anti-aging atau pencegahan penuaan dini. Nah, salah satu di antara jenis perawatan tersebut, ada yang namanya perawatan laser karbondioksida (laser CO2). Ini adalah perawatan kosmetik yang membantu mengangkat lapisan atas sel kulit sehingga meningkatkan produksi kolagen dan memperbaiki jaringan kulit.

Hasilnya, kamu bisa mendapatkan kulit yang tampak berseri dan awet muda. Pernahkah kamu mendengarnya? Nah, jika kamu penasaran atau akan mempertimbangkan perawatan laser CO2, ada beberapa fakta yang perlu kamu ketahui sebelum melakukannya. Agar bisa lebih aware terkait manfaat dan efek sampingnya, yuk simak informasinya berikut ini.

1. Apa itu laser CO2?

ilustrasi laser wajah (pexels.com/Anna Shvets)

Laser CO2 adalah sejenis perawatan kosmetik yang menggunakan pancaran cahaya (sinar laser) karbon dioksida (CO2) untuk mengangkat lapisan permukaan kulit. Hal ini akan merangsang pertumbuhan kulit baru dan meningkatkan produksi kolagen sehingga membuat kulit tampak lebih kencang dan bersinar. Perawatan ini biasanya digunakan untuk mengatasi beberapa masalah kulit, seperti bekas jerawat, bintik-bintik hitam(melasma), bekas luka, keriput, atau garis-garis halus tanda penuaan.

Perawatan laser CO2 sudah dikenal sejak tahun 1960-an. Mulanya, perawatan ini digunakan untuk memotong dan menghancurkan jaringan yang mengikis jaringan hingga kedalaman 400-500 µM. Di mana aplikasinya adalah untuk pengobatan neoplasma intraepitel serviks dan blefaroplasti kelopak mata.

Pada tahun 1990-an, teknologi laser CO2 berevolusi menjadi laser CO2 berenergi tinggi yang mengikis jaringan di lapisan yang lebih dangkal, antara 20 dan 100 µM. Evolusi ini menghasilkan perawatan yang minim cedera dan kurang agresif sehingga banyak digunakan untuk peremajaan kulit hingga saat ini.

2. Cara kerja laser CO2 pada kulit

ilustrasi laser wajah (pexels.com/Gustavo Fring)

Pada perawatan kulit laser CO2, laser akan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang puncak 10.600 nanometer pada permukaan kulit yang ditargetkan. Dilansir laman Verywell Health, laser ini secara khusus menargetkan air di dalam sel kulit. Ketika sinar laser CO2 mencapai kulit, ia dengan cepat memanaskan molekul air dan menguapkan jaringan.

Proses ini kemudian akan mengikis lapisan atas sel kulit dan memicu terbentuknya kolagen baru, yaitu protein penting yang memberi struktur pada kulit. Area kulit yang dikikis oleh laser CO2 bisa bersifat total atau fraksional. Pengikisan total adalah mengikis semua area kulit perawatan, sedangkan pengikisan fraksional, yaitu menyasar area kulit yang lebih kecil.

Menurut penjelasan dari laman  National Library of Medicine, dibandingkan dengan perawatan laser jenis lain, laser CO2 lebih minim menghasilkan pendarahan. Hal ini karena laser CO2 menghasilkan lebih banyak panas dan menyebabkan koagulasi pembuluh darah kecil yang lebih besar di lapisan dermis (lapisan tengah kulit) sehingga menyebabkan pendarahan yang jauh lebih kecil. Selain itu, keunggulan dari perawatan laser CO2 adalah perawatan ini juga bisa lebih tepat sasaran atas area, kedalaman, dan luas kerusakan kulit yang perlu dirawat.

3. Efek samping laser CO2

ilustrasi kulit kemerahan (pexels.com/Orhun Rüzgar ÖZ)

Karena melibatkan pengikisan lapisan kulit, perawatan laser CO2 bisa menyebabkan beberapa efek samping setelah perawatan. Biasanya ini menyebabkan kulit terasa lebih kencang, perih seperti terbakar matahari, dan mengelupas. Selain itu, mungkin juga terjadi kemerahan, pembengkakan, atau iritasi kulit.

Laman Verywell Health menambahkan, perawatan laser CO2 mungkin juga akan menyebabkan perubahan warna (pigmentasi) kulit yang tidak diinginkan. Entah itu hiperpigmentasi (penggelapan warna kulit) atau hipopigmentasi (hilangnya warna kulit). Selain itu, efek samping laser CO2 dengan pengaplikasian yang berlebihan juga bisa menyebabkan bekas luka yang serius karena terlalu banyak menghilangkan lapisan kulit.

Meski jarang, efek samping terjadinya infeksi setelah perawatan mungkin juga perlu diwaspadai. Tanda dan gejala terjadinya infeksi biasanya meliputi demam, panas dingin, keluar cairan berwarna kuning atau hijau dari area yang dilaser, nyeri yang meningkat, atau pembengkakan yang semakin meningkat. Oleh sebab itu, ini harus dipertimbangkan dengan matang sebelum melakukannya.

4. Berapa lama masa pemulihan setelah laser CO2?

ilustrasi perawatan wajah (pexels.com/Gustavo Fring)

Masa pemulihan setelah perawatan laser CO2 biasanya berlangsung hingga dua minggu, tetapi peradangannya bisa terjadi selama berbulan-bulan. Pada lima hingga tujuh hari pertama, kulit akan terasa merah dan perih. Setelah itu, kulit akan mengering dan mengalami pengelupasan.

Setelah fase pengelupasan selesai, kulit baru yang baru terbentuk mungkin akan sedikit kemerahan. Namun, setelah beberapa bulan, ini akan menghilang dan kulit baru yang terbentuk akan terasa lebih kenyal, kencang, dan warna lebih merata.

Beberapa perawatan yang biasanya dianjurkan oleh dokter selama masa pemulihan, termasuk:

  • Tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas berat

  • Minimalkan paparan sinar matahari karena bisa mengiritasi kulit

  • Jangan mengorek atau menggaruk kulit yang telah dirawat selama masa pemulihan

  • Menggunakan obat atau krim pereda nyeri yang direkomendasikan dokter

  • Mengompres dengan air es untuk mengurangi rasa sakit

5. Apakah perawatan laser CO2 menyakitkan?

ilustrasi perawatan wajah (pexels.com/Anna Shvets)

Perawatan laser CO2 melibatkan dokter kulit atau dokter bedah plastik berpengalaman dan anestesi. Tindakan ini mungkin terasa sedikit menyakitkan sehingga biasanya digunakan anestesi lokal. Dilansir laman Medical News Today, rasa sakit setelah perawatan mungkin berlangsung selama satu hingga dua minggu.

Perawatan laser CO2 dapat bertahan selama bertahun-tahun. Akan tetapi, ini juga bergantung pada jenis kulit dan masalah yang diobati. Selain itu, proses penuaan yang terus terjadi, juga dapat menyebabkan munculnya kembali kerutan atau garis-garis halus.

Perawatan laser CO2 adalah peremajaan kulit yang bisa membantu mengurangi munculnya tanda-tanda penuaan dini. Meski secara prosedural perawatan ini aman, tapi penting untuk meninjau semua kemungkinan efek sampingnya, apakah manfaatnya jauh lebih besar dari efek samping atau sebaliknya.

Referensi

“CO2 Laser: What Kind of Treatment Is Skin Resurfacing?”. Verywell Health. Diakses Mei 2026.

“Your Complete Guide to CO2 Laser Resurfacing”. Healthline. Diakses Mei 2026.

“What are CO2 lasers?”. Medical News Today. Diakses Mei 2026.

“Laser Carbon Dioxide Resurfacing”. National Library of Medicine. Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article