Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Makan Porsi Kecil Belum Tentu Bikin Kurus?

ilustrasi makan porsi kecil
ilustrasi makan porsi kecil (vecteezy.com/dao_kp20226443)
Intinya sih...
  • Tubuh memperlambat pembakaran ketika asupan berkurang, membuat penurunan berat badan lebih lambat.
  • Hormon lapar meningkat saat tubuh kekurangan makanan, membuat kamu mudah ingin makan dan sulit merasa kenyang.
  • Jadwal makan ikut memengaruhi total energi yang masuk, melewatkan waktu makan membuat kamu sulit mengendalikan jumlah makanan yang masuk.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mencari tips diet dan langsung memilih cara makan porsi kecil sepanjang hari, berharap berat badan turun dengan cepat. Gagasan itu terdengar sederhana, tetapi tubuh bekerja memakai sistem energi, cadangan, dan zat gizi yang tidak selalu mengikuti logika bahwa sedikit makanan sama dengan tubuh mengecil.

Penurunan berat badan berkaitan dengan apa yang kamu makan, bagaimana tubuh memprosesnya, serta kondisi fisik yang berubah dari waktu ke waktu. Karena itu porsi kecil saja tidak otomatis membawa hasil, bahkan bisa membuat berat badan berhenti turun. Berikut lima hal kesehatan yang menjelaskan kenapa makan porsi kecil belum tentu bikin kurus.

1. Tubuh memperlambat pembakaran ketika asupan berkurang

ilustrasi diet
ilustrasi diet (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

Tubuh kamu memakai energi bukan hanya saat bergerak, tetapi juga saat istirahat untuk bernapas, memompa darah, dan menjaga suhu. Ketika kamu sengaja makan jauh lebih sedikit dari biasanya, tubuh menurunkan pemakaian energi agar cadangan tetap bertahan. Penghematan energi ini membuat jumlah kalori yang dibakar lebih rendah dibanding sebelum kamu mengurangi makan. Dalam keadaan begitu, penurunan berat badan menjadi lebih lambat karena tubuh mempertahankan lemak sebagai simpanan. Kalau langkah ini berlangsung lama, tubuh bisa semakin hemat dan penurunan berat badan berhenti.

Keadaan tadi juga menurunkan rasa bertenaga sehingga kamu kurang semangat bergerak dan peluang membakar energi makin kecil. Kamu mungkin merasa sudah serius membatasi porsi tetapi hasil tidak maju karena tubuh menahan diri untuk tidak membuang cadangan. Banyak orang salah paham lalu menambah pengurangan makanan, padahal penghematan energi tubuh semakin kuat apabila kekurangan berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa mengecilkan porsi bukan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan berat badan.

2. Hormon lapar meningkat saat tubuh kekurangan makanan

ilustrasi lapar
ilustrasi lapar (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

Tubuh punya sistem sinyal yang memberi tahu kapan kamu perlu makan agar kebutuhan nutrisi tercukupi. Ketika kamu makan terlalu sedikit berulang-ulang, sinyal lapar meningkat untuk mendorong kamu mengisi kembali energi. Akibatnya kamu lebih cepat ingin makan meskipun jam makan belum lama berlalu. Kondisi ini membuat kamu mudah mencari makanan apa saja yang terlihat tersedia tanpa mempertimbangkan jumlah atau kualitasnya. Rasa lapar yang datang lebih sering dapat membuat total makan dalam sehari malah meningkat.

Selain itu, kondisi ini membuat tubuh sulit mempertahankan kenyang lama karena zat gizi yang masuk tidak memenuhi kebutuhan. Banyak orang akhirnya makan makanan tinggi gula atau lemak karena tubuh ingin mencari sumber energi cepat. Satu porsi kecil pun menjadi tidak berarti apabila makan tambahan datang berkali-kali. Meski kamu merasa sudah disiplin, kenaikan sinyal lapar membuat langkah pengurangan porsi jadi tidak efektif.

3. Jadwal makan ikut memengaruhi total energi yang masuk

ilustrasi jadwal makan
ilustrasi jadwal makan (vecteezy.com/dao_kp20226443)

Mengurangi porsi sering dilakukan dengan melewatkan sarapan atau makan siang. Walaupun terlihat logis, melewatkan makan membuat kamu datang ke waktu makan berikut dengan kondisi sangat lapar. Keadaan ini membuat kamu sulit mengendalikan jumlah makanan yang masuk karena tubuh perlu mengisi kembali kekurangan dari sebelumnya. Saat perut kosong terlalu lama, kamu lebih sulit merasakan kenyang secara cepat.

Di sisi lain, rasa lapar di luar jam makan sering memicu kebiasaan mengambil kudapan yang tinggi kalori. Satu makanan ringan saja bisa setara dengan makan porsi biasa, terutama jika mengandung gula atau minyak. Banyak orang tidak menyadari makanan kecil berulang dapat menghapus pengurangan yang sudah dilakukan. Kombinasi jadwal yang kacau dan pengurangan porsi membuat berat badan sulit berubah.

4. Isi makanan menentukan kenyang dan pembakaran energi

ilustrasi isi makanan
ilustrasi isi makanan (vecteezy.com/Prakasit Khuansuwan)

Porsi yang tampak kecil belum tentu rendah energi jika pilihan makanan kamu masih banyak minyak, gula tambahan, dan tepung olahan. Makanan tersebut mengandung kalori pekat sehingga jumlah sedikit pun tetap tinggi bila dihitung. Selain itu makanan yang rendah serat dan rendah protein meninggalkan kenyang yang tidak bertahan lama. Kamu akan cepat kembali ingin makan karena tubuh belum mendapat dukungan nutrisi memadai.

Sebaliknya, sayur, buah, biji-bijian utuh, serta protein tanpa lemak mengandung volume dan zat gizi yang membantu kamu merasa kenyang lebih lama. Walaupun porsi terlihat besar, kalori bisa lebih rendah dibanding makanan yang padat lemak dan gula. Mengganti isi piring dengan pilihan bernutrisi mendukung tubuh mengontrol berat badan tanpa harus merasa sengsara. Dengan mengutamakan kualitas makanan, porsi kecil bukan lagi fokus utama untuk turun berat badan.

5. Kekurangan nutrisi bisa mengurangi massa otot

ilustrasi otot
ilustrasi otot (pexels.com/nuttawan jayawan)

Ketika asupan berkurang terlalu jauh, tubuh mulai memecah jaringan lain selain lemak untuk memenuhi kebutuhan. Salah satu yang ikut berkurang adalah otot, yang merupakan bagian tubuh paling boros energi. Semakin sedikit otot kamu, semakin rendah energi yang terbakar bahkan saat istirahat. Inilah alasan kamu merasa berat badan tidak berubah meski porsi harian terasa makin kecil.

Kehilangan otot juga membuat kamu lebih cepat merasa lemah ketika beraktivitas termasuk berjalan atau menaiki tangga. Bila kamu mengabaikan asupan protein dan tidak bergerak cukup, tubuh akan makin kesulitan membakar energi. Pertahankan konsumsi protein setiap hari dan tetap bergerak supaya tubuh tidak kehilangan otot berharga. Dengan begitu penurunan berat badan bisa berjalan lebih efektif meskipun porsi tidak terlalu ekstrem.

Mengurangi makan memang bagian dari perjalanan menurunkan berat badan, tetapi tubuh memerlukan zat gizi serta pilihan menu tepat agar usaha tidak berakhir stagnan. Oleh sebab itu, makan porsi kecil belum tentu bikin kurus. Tetaplah isi makanan hingga kecukupan nutrisi memberikan pengaruh lebih nyata daripada sekadar memperkecil setiap suapan. Jadi menurut kamu, apakah mengurangi porsi saja sudah cukup untuk mengurangi berat badan ke arah yang kamu harapkan?

Referensi:

"Why you shouldn’t skip meals to lose weight" BSW Health. Diakses pada Januari 2026

"Food Portions: Choosing Just Enough for You" NIH. Diakses pada Januari 2026

"Is it better to eat several small meals or fewer larger ones?" Medical News Today. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Health

See More

Dark Showering: Tren Mandi Gelap Diklaim Bikin Tidur Nyenyak

16 Jan 2026, 18:02 WIBHealth