Studi ini memiliki beberapa keterbatasan. Jumlah pesertanya kecil dan seluruhnya merupakan pria muda yang rutin latihan. Jenis latihan yang digunakan juga hanya leg extension, yaitu latihan satu sendi untuk otot kaki.
Dengan demikian, hasilnya belum dapat langsung diterapkan pada perempuan, orang yang jarang berolahraga, latihan tubuh bagian atas, olahraga kardio, atau sesi latihan setelah makan. Peneliti juga mengingatkan bahwa wadah kontrol tanpa aroma lebih mudah dikenali oleh peserta. Hal ini membuka kemungkinan adanya pengaruh harapan atau efek plasebo.
Aroma cokelat hitam belum dapat dianggap sebagai pengganti makanan sebelum latihan, tidur yang cukup, atau program latihan yang teratur. Temuan ini masih berupa bukti awal bahwa sinyal sensorik, termasuk aroma, mungkin memengaruhi rasa lapar dan volume latihan dalam kondisi tertentu, terutama saat tubuh berolahraga setelah perut kosong semalaman.
Referensi
Xiaohan Fan, Hengzhi Deng, Jia Yang Ng, Ahmad Amirul Hazim bin Ab Aziz, and Mohamed Nashrudin bin Naharudin, “Chocolate Odor Enhances Resistance Exercise Performance through Appetite Suppression in the Fasted State: An Exploratory Study,” Frontiers in Physiology 17 (2026): 1834757, https://doi.org/10.3389/fphys.2026.1834757.
Elske T. Massolt et al., “Appetite Suppression through Smelling of Dark Chocolate Correlates with Changes in Ghrelin in Young Women,” Regulatory Peptides 161, nos. 1–3 (2010): 81–86, https://doi.org/10.1016/j.regpep.2010.01.005.