Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Psyllium Husk, Serat Populer untuk Melancarkan BAB!
ilustrasi makanan tinggi serat (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Psyllium husk adalah sekam biji Plantago ovata yang tinggi serat, menyerap air, dan membentuk gel; tersedia sebagai suplemen berbentuk bubuk, kapsul, atau butiran.
  • Serat ini dapat melunakkan feses saat sembelit, menambah volume tinja saat diare, berpotensi menjadi prebiotik, membantu menurunkan LDL, serta mengelola gula darah terutama pada diabetes tipe 2.
  • Konsumsi serat berlebihan atau peningkatan mendadak dapat memicu mual, kembung, dan gas; psyllium juga berpotensi menyebabkan alergi serta mengganggu penyerapan beberapa obat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu mungkin tidak asing dengan sekam psyllium (psyllium husk). Psyllium husk akhir-akhir ini sering kali digunakan dalam suplemen makanan yang dipromosikan untuk membantu detoks atau “membersihkan” sistem pencernaan. Selain itu, psyllium husk juga dipromosikan sebagai serat yang bisa membantu mengatur kadar gula darah. Sebetulnya, benar nggak sih klaim-klaim tersebut? Adakah efek samping saat mengonsumsinya?

Nah, buat kamu yang penasaran, yuk, simak ulasan berikut yang mengulik fakta-fakta tentang psyllium husk. Jangan ada yang terlewat!

1. Apa itu psyllium husk?

ilustrasi psyllium husk (pixabay.com/LaszloBartucz)

Psyllium husk (sekam psyllium) adalah sekam yang berasal dari biji bunga Plantago ovata, yaitu tanaman herba kecil yang dikenal sebagai tanaman obat. Sekam psyllium ini diambil dari kulit biji Plantago ovata dengan mengekstraknya menggunakan alat sentrifugasi (mesin berputar yang sangat cepat). Kulit biji ini kemudian disebut psyllium yang mengandung tinggi serat.

International Journal of Molecular Science tahun 2019 menjelaskan, sekam psyllium terdiri dari arabinoxilan yang sangat bercabang dan membentuk gel. Serat ini juga bersifat menyerap air. Jadi, ketika ditambahkan air, psyllium akan membentuk gel atau senyawa kental dan lengket.

Mengutip dari laman Good Rx, dalam satu sendok teh (5 gram) bubuk sekam psyllium mengandung:

  • 30 kalori

  • 4 gram karbohidrat

  • 0 gram lemak

  • 4 gram serat

  • 0 gram protein

  • 1% dari nilai harian (AKG) zat besi

  • 3% AKG kalsium.

Kandungan serat yang tinggi ini, membuat psyllium husk populer digunakan sebagai suplemen makanan untuk meningkatkan asupan serat dalam makanan. Di pasar, produk suplemen psyllium husk tersedia dalam berbagai bentuk, seperti butiran, kapsul, atau bubuk. Serat ini pun terkadang juga dipasarkan dalam bentuk polosnya atau dengan tambahan gula.

2. Manfaat sekam psyllium

ilustrasi psyllium husk (pexels.com/Anna Tarazevich)

Seperti serat pada umumnya, sekam psyllium memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Manfaat paling banyak diandalkan adalah kemampuannya untuk memperbaiki pencernaan. Selain itu, juga dapat mengelola kadar gula darah serta mendukung kesehatan jantung. Inilah beberapa manfaat psyllium husk:

Meredakan sembelit atau susah buang air besar

Psyllium adalah obat pencahar yang ampuh digunakan untuk meredakan sembelit. Sifatnya yang dapat menangkap air, psyllium dapat memerangkap air di usus sehingga meningkatkan kandungan air dalam feses, melunakkan feses, dan memudahkan buang air besar. Selain itu, peningkatan air dalam usus juga bisa mengubah lingkungan usus besar, yang membantu usus mengosongkan isinya atau memudahkan buang air besar secara teratur dari waktu ke waktu.

Mengatasi diare

Tak hanya baik untuk sembelit, psyllium juga dapat membantu mengatasi diare. Mekanismenya sama, yaitu penyerapan air yang dilakukan psyllium di dalam usus dapat membantu meningkatkan volume tinja yang encer. Karena kemampuanya dalam mengatasi sembelit dan diare, psyllium sering direkomendasikan untuk orang-orang dengan masalah sistem pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), wasir, atau kondisi peradangan usus (penyakit Crohn atau kolitis).

Berpotensi sebagai prebiotik

Prebiotik adalah makanan bagi bakteri-bakteri baik di dalam usus. Dilansir International Journal of  Molecular Science tahun 2019, sekam psyllium kaya akan kandungan arabinosa dan xilosa yang memiliki daya cerna terbatas pada manusia. Akan tetapi, beberapa mikrobioma usus dapat memanfaatkan oligosakarida tersebut dan gula penyusunnya sebagai sumber energi sehingga psyllium dianggap memiliki potensi sebagai prebiotik.

Membantu menurunkan kadar kolesterol

Gel psyllium dapat memerangkap kolesterol dalam sistem pencernaan. Bersama gel tersebut, kolesterol akan dibuang melalui tinja sehingga dapat membantu tubuh mengurangi kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL). Secara tidak langsung, penurunan kadar kolesterol jahat dalam tubuh ini juga bermanfaat untuk mendukung kesehatan jantung.

Membantu mengelola kadar gula darah

Mengutip jurnal The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2015, psyllium yang dikonsumsi sebelum makan, secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan konsentrasi HbA1c. Di mana ini bermanfaat untuk penderita diabetes tipe 2. Sementara itu, pada orang sehat atau memiliki pradiabetes, efek ini tidak terlalu berpengaruh.

3. Efek samping sekam psyllium

ilustrasi minuman psyllium husk (pexels.com/Rahime Gül)

Secara umum, tidak ada efek samping yang berbahaya dari psyllium husk. Namun, mengonsumsi terlalu banyak serat atau mengalami peningkatan jumlah serat dalam tubuh yang terlalu cepat bisa menyebabkan beberapa ketidaknyamanan. Misalnya menyebabkan mual, kembung, atau terlalu sering buang gas.

Dalam kasus yang sangat jarang, sebagian kecil orang mungkin juga memiliki alergi terhadap psyllium. Alergi psyllium bisa menyebabkan gatal, bengkak, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsinya. Jadi, jika kamu menjumpai kondisi ini setelah mengonsumsi suplemen psyllium, segera hubungi dokter, ya!

Selain itu, sekam psyllium juga bisa berinteraksi dengan beberapa obat. Di mana ketika dikonsumsi bersamaan, psyllium mungkin bisa memengaruhi penyerapan obat tersebut. Jadi, jika kamu sedang menjalani pengobatan tertentu dan akan menggunakan psyllium untuk mendukung kesehatan usus, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis, ya. Beberapa obat yang bisa berinteraksi dengan psyllium, termasuk:

  • Suplemen zat besi

  • Litium

  • Metformin

  • Olanzapine

  • Digoksin

  • Carbamazepin

Psyllium husk adalah sekam tinggi serat yang kini banyak dipasarkan sebagai suplemen tinggi serat. Sekam psyllium ini bisa membantu melancarkan sembelit, mengatasi diare, menurunkan kadar gula darah, hingga menjaga kesehatan jantung. Nah, apakah kamu termasuk yang menggunakan suplemen psyllium husk untuk menjaga pencernaan tetap sehat?

Referensi

“The Effect of Psyllium Husk on Intestinal Microbiota in Constipated Patients and Healthy Controls”. National Library of Medicine. Diakses September 2026.

“8 benefits of psyllium husk”. Medical News Today. Diakses September 2026.

“What Is Psyllium Husk and Should You Be Taking It? A Dietitian Explains”. GoodRx. Diakses September 2026.

“5 Health Benefits of Psyllium Husk Powder”. Verywell Health. Diakses September 2026.

“Psyllium fiber improves glycemic control proportional to loss of glycemic control: a meta-analysis of data in euglycemic subjects, patients at risk of type 2 diabetes mellitus, and patients being treated for type 2 diabetes mellitus1”. Science Direct. Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article