ilustrasi psyllium husk (pexels.com/Anna Tarazevich)
Seperti serat pada umumnya, sekam psyllium memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Manfaat paling banyak diandalkan adalah kemampuannya untuk memperbaiki pencernaan. Selain itu, juga dapat mengelola kadar gula darah serta mendukung kesehatan jantung. Inilah beberapa manfaat psyllium husk:
Meredakan sembelit atau susah buang air besar
Psyllium adalah obat pencahar yang ampuh digunakan untuk meredakan sembelit. Sifatnya yang dapat menangkap air, psyllium dapat memerangkap air di usus sehingga meningkatkan kandungan air dalam feses, melunakkan feses, dan memudahkan buang air besar. Selain itu, peningkatan air dalam usus juga bisa mengubah lingkungan usus besar, yang membantu usus mengosongkan isinya atau memudahkan buang air besar secara teratur dari waktu ke waktu.
Mengatasi diare
Tak hanya baik untuk sembelit, psyllium juga dapat membantu mengatasi diare. Mekanismenya sama, yaitu penyerapan air yang dilakukan psyllium di dalam usus dapat membantu meningkatkan volume tinja yang encer. Karena kemampuanya dalam mengatasi sembelit dan diare, psyllium sering direkomendasikan untuk orang-orang dengan masalah sistem pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), wasir, atau kondisi peradangan usus (penyakit Crohn atau kolitis).
Berpotensi sebagai prebiotik
Prebiotik adalah makanan bagi bakteri-bakteri baik di dalam usus. Dilansir International Journal of Molecular Science tahun 2019, sekam psyllium kaya akan kandungan arabinosa dan xilosa yang memiliki daya cerna terbatas pada manusia. Akan tetapi, beberapa mikrobioma usus dapat memanfaatkan oligosakarida tersebut dan gula penyusunnya sebagai sumber energi sehingga psyllium dianggap memiliki potensi sebagai prebiotik.
Membantu menurunkan kadar kolesterol
Gel psyllium dapat memerangkap kolesterol dalam sistem pencernaan. Bersama gel tersebut, kolesterol akan dibuang melalui tinja sehingga dapat membantu tubuh mengurangi kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL). Secara tidak langsung, penurunan kadar kolesterol jahat dalam tubuh ini juga bermanfaat untuk mendukung kesehatan jantung.
Membantu mengelola kadar gula darah
Mengutip jurnal The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2015, psyllium yang dikonsumsi sebelum makan, secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan konsentrasi HbA1c. Di mana ini bermanfaat untuk penderita diabetes tipe 2. Sementara itu, pada orang sehat atau memiliki pradiabetes, efek ini tidak terlalu berpengaruh.