Comscore Tracker

Jangan Lalai, Periksa 6 Hal Ini sebelum Melakukan Perawatan Spa

Peralatan yang tidak steril berisiko menularkan hepatitis

Sebagai upaya pemeliharaan kecantikan, kesehatan, sekaligus relaksasi, banyak orang yang senang pergi ke spa. Bentuk perawatannya umumnya bervariasi, di antaranya berendam di kolam air hangat, pijat, facial, lulur, sauna, dan sebagainya.

Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan spa, ketahuilah beberapa protokol kesehatan seputar tempat perawatan spa agar bisa terhindar dari kuman penyakit. Agar yang didapat hanya manfaatnya saja, simak panduannya berikut ini.

1. Ruangan dan kualitas air yang higienis

Jangan Lalai, Periksa 6 Hal Ini sebelum Melakukan Perawatan Spailustrasi air di tempat perawatan spa (freepik.com/senivpetro)

Sebelum memilih atau memesan layanan spa, tanyakan apakah kamu bisa melihat ruangan terlebih dulu. Saat melihatnya, pastikan ruangan dan tempat berendam dalam keadaan bersih dan tidak bau.

Kemudian, tanyakan pula perihal kualitas air dan sistem filtrasi khususnya di area kolam whirlpool atau jacuzzi sangat mudah menjadi sarang bakteri seperti Pseudomonas aeruginosa dan Legionella.

Dilansir Healthline, bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit hot tub folliculitis atau pseudomonas folliculitis. Gejala utama penyakit ini adalah muncul bintik-bintik merah yang gatal di area tubuh yang terendam oleh air, seperti dada dan anggota tubuh bagian bawah yang tertutup pakaian atau celana renang. 

2. Jangan melakukan perawatan spa apabila ada luka di tangan, badan, dan kaki

Jangan Lalai, Periksa 6 Hal Ini sebelum Melakukan Perawatan Spailustrasi luka di tangan (freepik.com/prostooleh)

Apabila kamu memiliki luka yang masih basah atau belum sepenuhnya kering pada tubuh, sebaiknya tunda dulu untuk mengunjungi tempat spa.

Dilansir Public Health Grey Bruce Health Unit, pergi untuk melakukan perawatan tubuh di spa saat sedang ada luka terbuka, sedang mengalami gatal-gatal, atau kulit sedang dalam kondisi kering malah berisiko mengakibatkan infeksi.

Baca Juga: Plus Minus Sauna bagi Kesehatan, Perhatikan Baik-baik yuk!

3. Prosedur kesehatan saat menjalankan aktivitas

Jangan Lalai, Periksa 6 Hal Ini sebelum Melakukan Perawatan Spailustrasi merendam kaki di tempat layanan spa (unsplash.com/ Rune Enstad)

Selain melihat kondisi berbagai ruangan dan fasilitas di tempat spa, kamu juga bisa menanyakan protokol kesehatan yang dilakukan oleh para staf di sana. Beberapa pertanyaan yang bisa ditanyakan misalnya:

  • Bagaimana prosedur membersihkan peralatan untuk spa, contohnya handuk, kontainer, gunting, dan sebagainya? Tempat dengan protokol kesehatan yang baik akan mencuci dan mensterilkan semua peralatan sebelum dikenakan. Ada pula yang menggunakan produk sekali pakai saja (disposable).
  • Bagaimana prosedur kesehatan untuk staf yang berada di tempat spa? Apakah mereka mengenakan sarung tangan, masker, dan mencuci tangan dengan rutin?

Tujuan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah untuk mencegah terjadinya penularan penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, dan human immunodeficiency virus (HIV). 

Dilansir HealthCentral, peralatan yang digunakan untuk perawatan kuku kaki dan tangan apabila tidak disterilkan akan meningkatkan risiko terkena hepatitis B dan C.

Contoh skema penularan misalnya saat staf di spa sedang menggunting kuku tamu dan tidak sengaja mengenai kulit lalu berdarah. Gunting tersebut kemudian tidak dibersihkan dengan benar, dan tamu tersebut ternyata memiliki virus HIV. Akibatnya, tamu yang lain bisa terpapar virus HIV dari alat tersebut.

4. Tidak semua orang boleh melakukan perawatan spa

Jangan Lalai, Periksa 6 Hal Ini sebelum Melakukan Perawatan Spailustrasi relaksasi di dalam sauna (freepik.com/pressfoto)

Berikut adalah kelompok yang tidak dianjurkan untuk melakukan perawatan spa seperti berendam di air panas di whirpool, sauna, atau pijat relaksasi:

  • Ibu hamil. Mengutip Verywell Fit, ibu hamil terutama, terutama trimester awal kehamilan, tidak disarankan untuk menggunakan fasilitas sauna karena risiko hipertermia (suhu tubuh terlalu tinggi). Ibu hamil juga tidak disarankan untuk melakukan pijat
  • Anak kecil, karena risiko tenggelam dan hipertermia
  • Diabetes. Dilansir WebMD, pengidap diabetes harus ekstra hati-hati karena luka sedikit di kulit, misalnya saat membersikan kutikula kuku atau kapalan, dapat meningkatkan risiko infeksi kaki selulitis
  • Sedang sakit
  • Memiliki masalah pernapasan seperti asma. Penderita asma tidak dianjurkan masuk ke dalam ruangan sauna karena ruangan suhunya yang panas dan kering
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Mengonsumsi minuman beralkohol

5. Risiko iritasi terhadap senyawa kimia yang digunakan di tempat spa 

Jangan Lalai, Periksa 6 Hal Ini sebelum Melakukan Perawatan Spailustrasi perawatan spa (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Apabila kamu punya kulit yang sensitif, tidak ada salahnya bertanya jenis senyawa kimia yang digunakan untuk membersihkan air dari kuman. 

Klorin adalah salah satu jenis senyawa kimia yang umumnya digunakan di tempat-tempat seperti spa, sauna, dan kolam renang. Namun, klorin dapat memicu munculnya ruam kulit (chlorine rash) terutama untuk kamu yang memiliki kulit sensitif.

Menurut keterangan dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI) dan dilansir Medical News Today, kulit yang sensitif terhadap klorin dapat mengalami:

  • Kulit bersisik
  • Ruam
  • Kulit menjadi merah, bengkak, adanya sensasi terbakar, dan gatal-gatal 
  • Beberapa orang juga dapat mengalami batuk, sesak napas, dan mata menjadi sakit

6. Jangan tergiur untuk mencoba jenis layanan spa yang tidak wajar, tidak meyakinkan, dan tanpa informasi akurat

Jangan Lalai, Periksa 6 Hal Ini sebelum Melakukan Perawatan Spailustrasi pijat di tempat spa (unsplash.com/Toa Heftiba)

Hal terakhir yang harus diperhatikan mengenai perawatan spa yaitu jangan gegabah dalam mencoba perawatan baru tanpa informasi yang lengkap.

Dilansir Health, program seperti body wrap kadang ditawarkan di pusat kecantikan yang juga memiliki fasilitas spa. Body wrap adalah program di mana tubuh dililit oleh plastik atau rumput laut dengan tujuan untuk membersihkan kulit, mempercepat penurunan berat badan, dan membuka pori-pori. Program ini apabila tidak dipantau atau dilakukan oleh ahli yang berpengalaman dapat mengakibatkan dehidrasi dan hipertermia.

Demikianlah hal-hal yang sebaiknya diperiksa terlebih dulu sebelum melakukan perawatan spa. Bukan untuk menakuti, melainkan untuk mengedukasi tentang protokol kesehatan yang baik di tempat perawatan spa, termasuk bila ada kondisi kesehatan tertentu.

Jika ada riwayat kesehatan seperti asma dan penyakit jantung, hindari ruangan sauna dan tidak menggunakan kolam whirpool yang airnya panas. Untuk kamu dengan diabetes, hindari perawatan kuku kaki dan tangan yang berpotensi menyebabkan luka. Demikian pula saat sedang sakit, misalnya sedang flu atau batuk, sebaiknya jangan mendatangi tempat layanan spa. Atur ulang jadwal guna menjaga kesehatan diri dan orang lain.

Baca Juga: 7 Kondisi Kesehatan yang Membuatmu Tidak Boleh Pijat, Jangan Dipaksa!

MW S Photo Verified Writer MW S

"Less is More" Ludwig Mies Van der Rohe. I post pictures of travel destinations and random things on Instagram @m.w.s.34

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya