ilustrasi pria latihan di gym (pexels.com/Mohammad Ubaid)
ROM yang baik tidak didapat dalam semalam, melainkan melalui latihan yang konsisten. Pemanasan dinamis, latihan mobilitas, serta peregangan dapat membantu meningkatkan kelenturan sendi sebelum mulai mengangkat beban. Usai itu, pilih beban yang masih memungkinkan kamu mempertahankan teknik dengan baik sepanjang gerakan.
Hindari memaksakan ROM hingga melewati batas kemampuan tubuh karena justru dapat meningkatkan risiko cedera. Jika mobilitas masih terbatas, fokuslah memperbaiki kualitas gerakan terlebih dahulu sebelum menambah beban latihan. Nyatanya, kombinasi teknik yang benar, ROM yang optimal, dan progresif overload akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibanding hanya mengejar angka pada barbel.
Membangun massa otot bukan hanya soal seberapa berat beban yang berhasil diangkat. ROM yang optimal membantu otot bekerja lebih efektif sekaligus menjaga kualitas teknik selama latihan. Jadi, mulai sekarang jangan hanya fokus menambah beban, tetapi pastikan setiap repetisi dilakukan dengan rentang gerak yang sesuai agar hasil latihan semakin maksimal.
Referensi;
Schoenfeld, B. J., & Grgic, J. (2020). Effects of range of motion on muscle development during resistance training interventions: A systematic review. SAGE open medicine, 8, 2050312120901559.
"Range of Motion." Physiopedia. Diakses Juni 2026.
"What Is Range of Motion? Here's How Can You Maximise It to Gain Muscle." Men's Health. Diakses Juni 2026
"Difference Between Passive Range of Motion and Active Range of Motion." WebMD. Diakses Juni 2026.