- Memberikan kandungan protein tinggi dengan semua asam amino esensial.
- Kaya akan leusin, asam amino yang sangat mendukung pertumbuhan otot.
- Mudah dicerna, artinya tubuh memecah dan menyerapnya secara efisien.
- Memiliki rasa creamy yang disukai kebanyakan orang.
- Cocok untuk orang dengan alergi kedelai atau kacang.
- Bebas gluten, sehingga cocok untuk orang dengan intoleransi gluten atau penyakit celiac.
- Lebih rendah karbohidrat.
Perbandingan Protein Whey vs Protein Nabati

Protein whey berasal dari susu sapi dan mengandung semua asam amino esensial, sedangkan protein nabati dibuat dari tanaman seperti kacang polong atau kedelai tanpa kandungan laktosa.
Keduanya menyediakan sekitar 20–30 gram protein per sajian, namun whey lebih mudah diserap tubuh dan kaya BCAA, sementara protein nabati bergantung pada jenis tanaman yang digunakan.
Pemilihan antara whey dan nabati tergantung kebutuhan individu—whey cocok untuk penyerapan cepat dan bebas gluten, sedangkan nabati ideal bagi vegan atau yang intoleran terhadap laktosa.
Bubuk protein termasuk suplemen nutrisi paling populer di pasaran. Untuk mengakomodasi berbagai batasan diet dan gaya hidup, banyak produsen menyediakan bubuk protein whey dan protein nabati. Protein whey sendiri berasal dari susu sapi, sementara protein nabati adalah alternatif untuk mereka yang menghindari protein hewani.
Dengan banyaknya jenis bubuk protein yang tersedia, kamu mungkin bertanya-tanya apakah ada jenis tertentu yang lebih unggul dan mana yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensimu.
Artikel ini membandingkan bubuk protein whey dan nabati untuk membantumu memutuskan mana yang terbaik untukmu.
Table of Content
1. Cara pembuatannya
Sebagian besar bubuk protein whey diisolasi dari whey, cairan susu hasil sampingan dari pembuatan keju. Setelah cairan dikumpulkan, karbohidrat, lemak, air, dan komponen lainnya dihilangkan. Protein yang tersisa kemudian dikeringkan dengan semprotan menjadi bubuk.
Karena terbuat dari susu sapi, bubuk protein whey mengandung gula susu yang disebut laktosa. Karena perbedaan pemrosesan, isolat protein whey mengandung lebih sedikit laktosa daripada konsentrat protein whey.
Sementara, bubuk protein nabati berasal dari berbagai jenis tanaman, umumnya beras merah, kacang polong, kedelai, dan rami. Bubuk tersebut mungkin terbuat dari satu jenis tanaman atau kombinasi beberapa tanaman, tergantung merek. Karena seluruhnya terbuat dari tanaman, bubuk protein nabati tidak mengandung susu atau laktosa. Karenanya, protein nabati menjadi pilihan bagi individu yang mengikuti diet vegan atau intoleransi laktosa.
2. Kandungan protein
Biasanya, bubuk protein whey dan nabati mengandung jumlah protein yang serupa, dengan rata-rata produk menyediakan 20–30 gram per sajian. Akan tetapi, bubuk protein whey dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial.
Bubuk ini juga mengandung leusin, isoleusin, dan valin, yang merupakan asam amino rantai bercabang atau branched-chain amino acids (BCAA) yang penting untuk pembentukan otot.
Di sisi lain, kandungan protein bubuk protein nabati bergantung pada jenis tanaman yang digunakan. Bubuk nabati biasanya mengandung lebih sedikit BCAA daripada bubuk whey. Selain itu, hanya bubuk protein kedelai yang dianggap lengkap.
3. Kelebihan

Protein whey memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
Protein nabati memiliki beberapa kelebihan, seperti:
- Tidak mengandung laktosa sehingga ideal untuk orang dengan intoleransi laktosa.
- Cocok untuk orang dengan alergi susu atau mereka yang mengikuti diet bebas susu.
- Tidak berasal dari sumber hewani. Cocok untuk orang yang mengikuti diet vegan, vegetarian, atau diet berbasis tumbuhan lainnya.
4. Kekurangan
Protein whey memiliki beberapa kekurangan, seperti:
- Mengandung laktosa, yang dapat mengganggu pencernaan pada orang dengan intoleransi laktosa.
- Berasal dari susu, artinya orang dengan alergi susu tidak dapat mengonsumsi protein whey.
Protein nabati memiliki beberapa kekurangan, seperti:
- Lebih tinggi karbohidrat daripada protein whey sehingga kurang cocok untuk orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat ketat.
- Kekurangan asam amino esensial tertentu.
- Memiliki daya cerna yang lebih rendah daripada protein whey.
5. Mana yang terbaik?
Memilih mana bubuk protein yang terbaik sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Bubuk protein nabati biasanya merupakan pilihan yang lebih baik untuk:
- Orang dengan alergi susu.
- Orang yang mengikuti diet vegan, vegetarian, atau diet berbasis tumbuhan lainnya.
- Orang yang mencari pilihan yang lebih berkelanjutan.
Bubuk protein whey biasanya merupakan pilihan yang lebih baik untuk:
- Orang yang mencari penyerapan protein yang lebih tinggi dengan produk yang lebih sedikit.
- Orang dengan alergi kedelai, kacang-kacangan, atau kacang tanah.
- Orang dengan intoleransi gluten atau penyakit celiac.
Akhir kata, bubuk protein adalah suplemen yang bagus untuk mendukung pertumbuhan otot dan penurunan berat badan. Tergantung kebutuhan, kamu mungkin lebih suka menggunakan bubuk protein whey berbasis hewan atau bubuk berbasis tumbuhan. Kedua jenis tersebut dapat menyediakan protein yang cukup untuk mendukung tujuan kebugaran.
Saat mencari bubuk protein, carilah yang memiliki bahan minimal dan mengandung 20–30 gram protein per sajian. Jika kamu memilih protein nabati, pilih yang terdiri atas campuran berbagai macam kacang-kacangan.
Referensi
Health. Diakses pada April 2026. "Whey Protein vs. Plant Protein: Which Is Easier To Digest and Builds Muscle More Efficiently?"
Healthline. Diakses pada April 2026. "Plant-Based Protein vs. Whey Protein: Which Is Better?"
![[QUIZ] Kardio vs Latihan Beban, Mana yang Lebih Cocok Buatmu?](https://image.idntimes.com/post/20250508/16190-06da9cb21925c208b6c5f4982411b31d-64cf4b37dcccc6b4a69fd3cc38dec42a.jpeg)







![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250526/image-15-38aaa07364b27568f6d9ac02c74958a2.jpg)

![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Menekuni Yoga atau Pilates? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260112/2148835402_3a8446ea-72fe-4533-a1c8-63b69e7ce486.jpg)






