ilustrasi plank (pexels.com/Mike González)
Untuk menjawab pertanyaan mana yang lebih antara latihan forearm plank atau high plank, perlu kembali pada tujuan. Dikutip dari JEFIT, berdasarkan penelitian elektromiografi atau prosedur mengukur aktivitas listrik otot dan saraf, forearm plank dapat mengaktivasi otot perut lebih besar dibandingkan high plank. Untuk itu, forearm plank cocok untuk melatih otot perut dan punggung secara spesifik.
Sementara, high plank lebih banyak melibatkan lengan untuk menopang. Alhasil intensitas latihan otot perut dan punggung pada posisi high plank lebih rendah dibandingkan latihan dengan forearm plank. Untuk itu, high plank lebih cocok untuk kamu yang ingin membentuk otot inti dan tubuh bagian atas dalam satu latihan.
Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua plank sama-sama baik tergantung tujuan dan kebutuhan pribadi masing-masing. Jika ingin melatih otot inti tubuh, lakukan forearm plank. Jika ingin membentuk otot inti dan tubuh bagian atas, bisa melakukan high plank.
Jadi sudah jelas perbedaan antara forearm plank dan high plank? Kamu jadi tahu cara melakukan hingga membedakan keduanya. Walau otot yang dilatih berbeda, gak ada salahnya memasukkan forearm plank dan high plank dalam jadwal latihan harianmu, ya!
Referensi
“Forearm Plank vs. High Plank: Here's What Personal Trainers Want You to Know About Each”. theSkimm. Diakses Desember 2025.
“Forearm Plank vs. Straight Arm Plank: EMG Comparison”. JEFIT. Diakses Desember 2025.
“How Forearm Planks and High Planks Compare—and Which Is Better for Your Fitness Goals”. Peloton. Diakses Desember 2025.
“Plank Exercise”. Physiopedia. Diakses Desember 2025.