Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu dunia. Karena itu, para peneliti terus mencari strategi pencegahan yang efektif dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Dalam studi terbaru ini, para peneliti menganalisis data dari 117.025 perempuan yang berpartisipasi dalam Nurses' Health Study dan Nurses' Health Study II. Rata-rata usia peserta pada awal penelitian adalah 66,8 tahun dan 48,1 tahun.
Mereka mengevaluasi kebiasaan latihan kekuatan setiap empat tahun, termasuk latihan untuk otot lengan dan kaki. Mereka juga mengukur waktu duduk yang dihabiskan untuk menonton televisi sebagai indikator perilaku sedenter atau kurang bergerak.
Hasilnya, perempuan yang melakukan latihan kekuatan selama dua jam atau lebih setiap minggu memiliki risiko penyakit kardiovaskular mayor 20 persen lebih rendah, serta risiko serangan jantung 44 persen lebih rendah dibanding perempuan yang sama sekali tidak melakukan latihan kekuatan.
Bahkan, setiap tambahan satu jam latihan kekuatan per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 5 persen, dan penurunan risiko serangan jantung sebesar 14 persen.
Hubungan ini tetap terlihat meskipun peneliti sudah memperhitungkan faktor-faktor lain seperti indeks massa tubuh (IMT), diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.