Eksim atau dermatitis atopik adalah masalah kulit yang bisa dialami siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak. Kondisi ini bisa sangat mengganggu karena bisa menyebabkan kulit kering, gatal, kemerahan, hingga terbentuknya kerak atau koreng. Sayangnya, tidak ada obat untuk eksim. Namun, perawatan kulit yang tepat perlu untuk meredakan gejalanya. Yuk, simak cara-caranya berikut ini.
5 Tips Mengatasi Eksim pada Bayi dan Anak-anak

1. Menjaga kelembapan kulit anak
Saat terjadi eksim, kulit yang mengelupas atau membentuk koreng bisa menjadi jalan masuk yang mudah bagi kuman dan bakteri. Ini bisa menyebabkan infeksi dan memperlambat penyembuhan. Oleh sebab itu, kulit harus diusahakan agar tetap lembap untuk menjaga dan meningkatkan fungsi skin barrier (pelindung kulit). Skin barrier yang kuat bisa mengunci kelembapan di dalam kulit dan mencegah kuman atau kotoran masuk.
Kamu bisa mengoleskan pelembap atau emolien pada kulit anak secara rutin, setidaknya 2 atau 3 kali sehari. Jika anak masih memakai popok, gunakan pelembap setiap penggantiannya. Pastikan pelembap yang kamu gunakan ramah untuk anak dan eksim, biasanya tertera pada kemasan. Hindari pelembap yang mengandung pewangi atau pewarna juga, ya, untuk mencegah iritasi. Laman Parents menambahkan bahwa sebaiknya pilih pelembap yang memiliki kandungan lemak tinggi karena lebih efektif menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi.
2. Jangan memandikan anak terlalu sering dan terlalu lama
Saat anak mengalami eksim, jangan terlalu sering atau terlalu lama memandikan anak. Hal ini bisa mengikis minyak pada kulit dan menyebabkan kulit anak semakin kering. Dilansir laman Parents, air dan sabun bisa merusak lapisan pelindung kulit yang harusnya diperkuat selama eksim.
Mandikan anak cukup dalam waktu singkat, tidak lebih dari 10 menit dengan air hangat. Gunakan sabun mandi yang mengandung pelembap untuk membantu menenangkan eksim. Selain itu, hindari produk yang beraroma agar tidak memperburuk eksim.
Usahakan memandikan si kecil dengan lembut, jangan menggosok badan saat mengeringkannya. Kamu bisa menepuk-nepuk lembut dengan handuk untuk mengeringkannya setelah mandi. Untuk menjaga kelembapan kulit, oleskan pelembap setelah mandi, setidaknya dalam waktu 3 menit setelah mandi untuk mengunci kelembapannya.
3. Memilih jenis material pakaian anak yang tepat
Eksim bisa membuat kulit anak lebih sensitif terhadap benda atau alergen yang bersentuhan dengan kulit secara langsung. Oleh sebab itu, untuk menghindari kambuhnya eksim atau memperburuk gejala, pastikan memilih pakaian anak yang adem dan menyerap keringat, seperti katun atau yang terbuat dari serat alami. Mereka juga harus dilindungi dari lingkungan yang dingin (atau sangat panas) untuk mencegah reaksi kulit.
4. Pertimbangkan kortikosteroid topikal
Steroid topikal adalah pengobatan lini pertama untuk eksim. Secara umum, penggunaan steroid topikal untuk eksim pada anak aman. Obat ini juga telah dipelajari lebih dari puluhan tahun sehingga cara kerjanya sudah dipahami dengan baik. Namun, pastikan kamu hanya menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter dan mengikuti rekomendasi penggunaannya dengan tepat.
5. Mengatasi gatal eksim
Eksim bisa terasa sangat gatal yang memicu anak menggaruk kulit dan menyebabkan infeksi lanjutan. Untuk mengatasi gatal, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membantu meredakan gejalanya.
Tempelkan handuk lembut, dingin, dan basah pada area yang gatal selama 5–10 menit. Kemudian, lepaskan handuk dan oleskan pelembap pada kulit anak.
Kompres basah pada area yang gatal sebelum tidur.
Semprot area yang gatal dengan semprotan garam mineral yang tersedia di apotek.
Alihkan perhatian anak saat gatal agar tidak terus menggaruk.
Menjaga kulit anak tetap lembap merupakan cara terbaik untuk mengurangi rasa gatal.
Eksim adalah masalah kulit yang cukup mengganggu yang bisa menyebabkan kulit kasar, kering, dan gatal. Nah, jika si kecil mengalami eksim di rumah, coba lakukan tips di atas untuk membantu menekan gejalanya. Jika kondisi tidak membaik, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter, ya.
Referensi
“Babies and Eczema”. National Eczema Society. Diakses Februari 2026.
“Baby Eczema”. Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
“Baby Eczema Cause and Treatment: A Parent’s Guide”. Parents. Diakses Februari 2026.
“Eczema in Baby and Children”. HSE. Diakses Februari 2026.
“Eczema (Atopic Dermatitis)”. The Royal Children’s Hospital Melbourne. Diakses Februari 2026.
“Managing Eczema in Winter and Year Round: A Parents Guide”. Johns Hopkins Medicine. Diakses Februari 2026.