Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Weight Loss Bukan Balapan, Ini yang Perlu Kamu Perhatikan
dr. Arti Indira, dokter spesialis gizi klinik dan dr. Teuku Adifitrian (dr. Tompi) dalam BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026. (IDN Times/Maura Thirza)
  • Dokter gizi Arti Indira menyarankan penurunan berat badan bertahap, sekitar 2–4 kilogram per bulan, dengan target disesuaikan berat awal dan kondisi kesehatan.
  • Weight-loss medication tidak menggantikan fondasi gaya hidup; pola makan, aktivitas fisik, tidur, kesehatan mental, serta evaluasi kondisi kesehatan tetap perlu diperhatikan.
  • Keberhasilan weight loss tidak hanya dilihat dari timbangan, tetapi juga komposisi tubuh, lingkar pinggang, kondisi metabolik, dan perubahan seperti pakaian yang lebih longgar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Proses weight loss sering kali dibayangkan sebagai usaha menurunkan berat badan secepat mungkin. Padahal, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar perubahan berat badan tetap realistis dan bisa dipertahankan. Hal ini turut dibahas dalam BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026 yang digelar di Main Atrium Lantai 1, Senayan City, Jakarta, pada 11 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, dr. Arti Indira, dokter spesialis gizi klinik, membahas berbagai hal yang perlu dipahami masyarakat terkait proses weight loss

Salah satunya adalah ekspektasi terhadap seberapa cepat berat badan seharusnya turun. Perkembangan weight-loss medication juga membuat banyak orang mulai mencari cara yang dianggap lebih praktis untuk menurunkan berat badan. Namun, penggunaan medication tersebut harus tetap diiringi dengan perubahan gaya hidup yang mendukung prosesnya. Lalu, seperti apa proses weight loss yang realistis itu?

1. Jangan kejar hasil weight loss yang terlalu cepat

dr. Arti Indira, dokter spesialis gizi klinik menjelaskan terkait proses weight loss. (IDN Times/Maura Thirza)

Keinginan melihat angka timbangan turun drastis memang bisa dimengerti, tetapi penurunan yang terlalu cepat bukanlah target yang ideal. Menurut dr. Arti Indira, dokter spesialis gizi klinik, target weight loss perlu disesuaikan dengan berat badan awal dan kondisi kesehatan setiap orang. 

“Turun pun jangan terlalu banyak dan terlalu cepat. Karena apa pun yang terlalu ekstrem pasti biasanya gak baik. Nah, targetnya tuh berdasarkan jurnal itu adalah dalam sebulan itu 2 sampai 4 kilo. Jadi setengah sampai dengan 1 kilo per minggu,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan yang lebih bertahap dapat memberikan hasil yang lebih baik karena tubuh memiliki mekanisme adaptasi biologis untuk mempertahankan berat badan. Bahkan, penurunan 5 sampai 10 persen dari berat badan awal saja sudah bisa memberikan manfaat klinis yang baik. Jadi, gak perlu langsung mengejar perubahan besar untuk bisa mendapatkan manfaat dari proses weight loss.

2. Weight-Loss medication bukan pengganti lifestyle

dr. Arti Indira, dokter spesialis gizi klinik membahas mengenai pentingnya hasil dan proses weight loss secara realistis BNI Beyoutiful Symphony Festival 2026. (IDN Times/Maura Thirza)

Dalam pembahasannya, dr. Arti Indira, dokter spesialis gizi klinik, menekankan bahwa weight-loss medication bukan “obat langsing” yang bisa menggantikan fondasi dari weight loss. Sebelum mempertimbangkan medication, masing-masing orang perlu memperhatikan kondisi kesehatan, kebiasaan, obat lain yang dikonsumsi, serta target dari dirinya masing-masing. 

“Kadang-kadang orang udah mikir pakai obat aja, tapi makannya gak benar, aktivitas fisiknya gak dinaikin, behavior-nya atau tidurnya pun gak benar gitu. Jadi, semua fondasi untuk turunin berat badan itu harus dikerjakan dulu sebelum memilih pilihan yang akan digunakan untuk weight-loss medication,” ujar dr. Arti.

Perubahan gaya hidup dan medication seharusnya berjalan beriringan, bukan saling menggantikan. Pola makan tetap perlu diperhatikan, termasuk mencukupi asupan protein ketika nafsu makan menurun, sementara olahraga membantu mempertahankan massa otot. Tidur yang cukup dan kesehatan mental juga menjadi bagian dari kebiasaan yang perlu diperhatikan selama proses weight management.

3. Jangan cuma jadikan timbangan sebagai patokan

Ilustrasi timbangan (freepik.com/rawpixel.com)

Berat badan memang mudah dijadikan ukuran karena perubahannya bisa langsung terlihat dari angka di timbangan. Namun, angka tersebut belum tentu menggambarkan seluruh perkembangan yang dilakukan. Menurut dr. Arti, massa otot, massa lemak, lingkar pinggang, hingga kondisi metabolik juga dapat menjadi indikator perubahan dalam proses weight loss.

“Jadi jangan berpatokan hanya angka timbangan karena kita ada body composition juga. Kemudian lingkar pinggang. Kalau lingkar pinggang pada saat kontrol bisa turun, itu sudah cukup baik. Jadi, tidak hanya berat badan, tetapi juga body composition (massa otot, massa lemak), lingkar perut, kemudian metaboliknya,” kata dia.

Perubahan sederhana seperti celana yang terasa lebih longgar pun bisa menjadi tanda perkembangan dari weight loss yang sedang dijalani. Jadi, ketika angka timbangan belum banyak berubah, bukan berarti usaha yang dilakukan selama proses weight loss otomatis sia-sia.

Kalau kamu sedang menjalani weight loss, gak perlu langsung panik ketika angka di timbangan belum turun banyak. Coba lihat juga perubahan lain yang kamu rasakan, mulai dari pakaian yang terasa lebih longgar sampai tubuh yang terasa lebih bugar. Jangan sampai keinginan melihat hasil cepat malah bikin kamu memilih cara yang terlalu ekstrem. Weight loss memang butuh proses. Jadi, gak apa-apa kalau perkembangannya berjalan pelan selama kebiasaan yang dibangun tetap bisa kamu jalani. Karena yang dicari bukan hanya angka yang turun, tapi perubahan yang bisa kamu bawa ke keseharian kamu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article