Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Penyakit Kronis yang Berisiko Muncul akibat Hipertensi, Hati-hati! 

4 Penyakit Kronis yang Berisiko Muncul akibat Hipertensi, Hati-hati!
gambar orang sedang mengecek tekanan darahnya (freepik.com/lifestylememory)
Share Article

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu penyakit yang cukup familier di telinga kita. Gimana gak familier, karena nyatanya penderita hipertensi di Indonesia ternyata sangat banyak, lho. Gak tanggung-tanggung, Kemenkes RI memperkirakan ada 70 juta orang Indonesia yang mengalami hipertensi dan jumlah ini kemungkinan besar akan meningkat setiap tahunnya.

Seperti yang kita ketahui, jantung kita memompa darah ke seluruh tubuh. Darah-darah yang dipompa mengalir melalui pembuluh darah atau arteri. Nah, hipertensi terjadi ketika tekanan atau kekuatan darah yang mengalir di dinding arteri terlalu berlebihan. 

Biasanya hipertensi tahap awal gak menunjukkan gejala apa pun, tapi ketika tekanan darahnya semakin tinggi, maka gejala yang muncul meliputi sesak napas, mimisan, sakit kepala, nyeri dada, hingga mengalami penglihatan yang terganggu. Masalahnya, hipertensi bukan hanya memicu timbulnya gejala di atas. Lebih parah dari itu, orang dengan hipertensi juga berisiko terkena beberapa penyakit kronis di bawah ini, apa aja?

1. Stroke

ilustrasi penderita stroke (freepik.com/Freepik)
ilustrasi penderita stroke (freepik.com/Freepik)

Stroke merupakan penyakit pertama yang wajib kamu waspadai ketika kamu memiliki riwayat hipertensi. Meski gak semua, sebagian besar stroke disebabkan oleh tekanan darah tinggi alias hipertensi. Ini karena tekanan darah tinggi yang terjadi terus-menerus akan merusak arteri kita.

Dilansir WebMd, stroke terjadi ketika arteri yang membawa darah ke otak pecah atau tersumbat. Arteri yang rusak, membuat otak gak lagi mendapatkan pasokan darah yang sangat dibutuhkan. Jika dibiarkan, bagian otak yang gak mendapatkan pasokan darah akan mati, hingga menyebabkan banyak masalah serius. Mulai dari kesulitan untuk bicara, bergerak, mengalami gangguan penglihatan. Dalam banyak kasus, stroke yang parah dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian pada penderitanya. 

2. Serangan jantung

ilustrasi orang terkena serangan jantung (freepik.com/Freepik)
ilustrasi orang terkena serangan jantung (freepik.com/Freepik)

Tekanan darah tinggi bukan hanya sanggup bikin arteri tersumbat, melainkan juga bisa bikin arteri sobek. Meski sobekannya kecil, hal ini tetap aja berakibat buruk. Dilansir American Heart Association, untuk memperbaikinya, tubuh kita akan mengirimkan sel khusus untuk menempel dan menutup sobekan yang ada. Namun apakah masalahnya selesai?

Nyatanya, gak sama sekali. Ketika kamu gak memperbaiki pola hidup dan makanan yang dikonsumsi, zat seperti kolesterol dan lemak juga akan menempel di bekas sobekan arteri, berubah menjadi plak, dan mempersempit arteri bahkan menghalangi mengalirnya darah menuju jantung. Sama seperti otak, jantung juga akan kekurangan darah dan oksigen hingga memicu terjadinya serangan jantung yang ditandai dengan sejumlah gejala. Mulai dari rasa nyeri atau tekanan di dada sebagai gejala yang paling umum, sesak nafas, mual, pusing, hingga rasa gak nyaman di beberapa bagian tubuh seperti lengan, leher, dan rahang.

3. Penyakit ginjal

gambar pasien penyakit ginjal (freepik.com/lifestylememory)
gambar pasien penyakit ginjal (freepik.com/lifestylememory)

Gak hanya bisa merusak otak atau mengganggu kinerja jantung, hipertensi juga berakibat sangat buruk pada ginjal kita. Seperti yang diketahui, ginjal sendiri berfungsi sebagai penjaga keseimbangan air dan elektrolit, fungsi lainnya adalah untuk membuang limbah dan cairan berlebihan di dalam tubuh.

Dilansir American Heart Association, sama seperti stroke dan serangan jantung, penyakit ginjal disebabkan oleh arteri yang rusak dan mengalami pengerasan. Gak hanya itu, tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama juga menyebabkan kerusakan pada ginjal, hingga membuat ginjal kehilangan kemampuannya dalam menyaring darah dan cairan. Jika sudah begini, selain harus menahan rasa sakit, tubuh kamu juga akan semakin kesulitan untuk mengendalikan tekanan darah.

4. Demensia vaskular

gambar demensia vaskular (freepik.com/Freepik)
gambar demensia vaskular (freepik.com/Freepik)

Gak hanya menyebabkan stroke, pasokan darah yang berkurang karena hipertensi juga bisa meningkatkan risiko penyakit demensia vaskular. Dilansir Blood Pressure UK, demensia vaskular adalah gangguan pada otak yang menyebabkan terjadinya masalah pada pikiran penderitanya. Orang dengan demensia vaskular biasanya mengalami masalah seperti sulit berpikir dan konsentrasi, hilang ingatan, hingga kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Demensia vaskular sendiri merupakan penyakit demensia kedua yang paling banyak diderita setelah Alzheimer, dan biasanya memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Selain tekanan darah tinggi, usia juga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami demensia vaskular. Gejala penyakit ini sendiri cukup beragam, mulai dari disorientasi, kesulitan mengingat kejadian yang baru saja terjadi, sering terjatuh, gangguan penglihatan, hingga mudah jatuh.

Bagi orang dewasa, tekanan darah yang normal adalah 120/80 mm Hg. Seseorang bisa dikatakan terkena hipertensi tahap satu ketika tekanan darahnya mencapai 130/80 mm Hg hingga 139/89 mm Hg. Semakin tinggi tekanan darahnya, akan semakin berbahaya. Berbahaya di sini bukan hanya karena hipertensi itu sendiri, melainkan karena kondisi ini juga kemungkinan besar akan memicu munculnya penyakit lain yang lebih berbahaya dan mengancam nyawa.

Referensi

Healthline. "High Blood Pressure (Hypertension)". Diakses pada Desember 2024.
NHS. "High Blood Pressure". Diakses pada Desember 2024.
Healthline. "What Is Considered High Blood Pressure?". Diakses pada Desember 2024.
Kementerian Kesehatan RI. "Hipertensi Disebut Sebagai Silent Killer, Menkes Budi Imbau Rutin Cek Tekanan Darah". Diakses pada Desember 2024.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Siti Marliah
EditorSiti Marliah

Related Articles

See More

[QUIZ] Dari Cara Kamu Menyikapi Rasa Haus, Ini Kebutuhan Cairan Tubuhmu

01 Jun 2026, 12:35 WIBHealth