Berbeda dengan ruam yang langsung terlihat, gejala campak sering dimulai dengan tanda-tanda yang mirip flu atau infeksi saluran pernapasan, seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah. Karena ruam biasanya muncul beberapa hari kemudian, campak kadang tidak langsung dicurigai pada tahap awal. Padahal, pada periode tersebut, orang yang terinfeksi sudah bisa menularkan virus kepada orang lain.
Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Infection Control & Hospital Epidemiology memperkirakan sekitar 6,9 persen pasien campak mengalami setidaknya satu peluang diagnosis yang terlewat sebelum akhirnya didiagnosis dengan benar. Rata-rata keterlambatan diagnosis diperkirakan sekitar empat hari.
Peneliti menelaah catatan layanan kesehatan pasien yang kemudian teridentifikasi sebagai kasus campak, lalu memperkirakan berapa banyak yang sebelumnya sempat datang berobat dengan gejala yang semestinya dapat memicu pertimbangan diagnosis campak.