Pada Februari 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui perubahan label untuk enam produk terapi hormon menopause. Beberapa keterangan risiko penyakit kardiovaskular, kanker payudara, dan kemungkinan demensia dihapus dari boxed warning—peringatan paling menonjol pada label obat. Namun, keterangan risiko tertentu tetap tercantum di bagian informasi keselamatan lain. Perubahan label ini bukan berarti terapi hormon dapat digunakan tanpa penilaian klinis.
Pedoman baru ACOG ditujukan untuk membantu penanganan gejala, bukan untuk memakai terapi hormon sebagai pencegahan penyakit jantung atau demensia. Cakupannya juga terbatas, yaitu gejala vagina dan saluran kemih, osteoporosis, serta kondisi lain memiliki panduan ACOG tersendiri.
Pembaruan 2026 memperjelas bahwa gejala menopause dapat ditangani dengan beberapa cara. Terapi hormon menjadi rekomendasi kuat untuk hot flash dan gangguan tidur yang berkaitan, dan ada juga pilihan obat nonhormonal serta pendekatan perilaku. Keputusan akan bergantung pada gejala, riwayat kesehatan, risiko, serta preferensi pasien dan dokter.
Referensi
American College of Obstetricians and Gynecologists’ Committee on Clinical Practice Guidelines–Gynecology, “ACOG Clinical Practice Guideline: Management of Menopause-Related Vasomotor, Sleep, and Mood Symptoms,” Obstetrics & Gynecology 148, no. 5 (November 2026): e345–e369, https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000006428.
American College of Obstetricians and Gynecologists, “Management of Menopausal Symptoms,” Practice Bulletin no. 141, Obstetrics & Gynecology 123, no. 1 (January 2014): 202–16, reaffirmed 2024, https://doi.org/10.1097/01.AOG.0000441353.20693.78.
U.S. Food and Drug Administration, “FDA Approves Labeling Changes to Menopausal Hormone Therapy Products,” diakses 6 November 2026.
U.S. Food and Drug Administration, “Hormone Replacement Therapies Can Help Women with Bothersome Menopausal Symptoms,” diakses 6 November 2026.