Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi perempuan usia perimenopause, menopause (IDN Times/NRF)
  • Pedoman ACOG 2026 memperluas penanganan menopause mencakup hot flash, keringat malam, gangguan tidur, dan suasana hati bagi perempuan perimenopause maupun pascamenopause.

  • Terapi hormon sistemik direkomendasikan kuat untuk gejala vasomotor dan gangguan tidur terkait, dengan pilihan disesuaikan kondisi rahim, usia, waktu sejak menopause, serta risiko kesehatan.

  • Bagi yang tidak cocok atau tidak menginginkan hormon, tersedia SSRI/SNRI, antagonis neurokinin, atau gabapentin; CBT, mindfulness, olahraga, hipnosis, dan akupunktur direkomendasikan bersyarat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hot flash yang datang saat rapat, keringat malam yang mengganggu tidur, atau suasana hati yang terasa berubah tanpa peringatan bisa mengganggu banyak aspek hidup. Tak cuma urusan kenyamanan, bagi banyak perempuan, dampak dari gejala menopause bisa terasa sampai ke istirahat dan aktivitas sehari-hari.

Pedoman terbaru American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memberi perhatian khusus pada keluhan-keluhan itu. Terbit dalam jurnal Obstetrics & Gynecology edisi November 2026, pedoman ini membahas penanganan gejala vasomotor—seperti hot flash dan keringat malam—gangguan tidur, serta gejala suasana hati. Ini ditujukan untuk perempuan dalam masa perimenopause dan pascamenopause, termasuk mereka yang mengalami menopause akibat tindakan medis sejak usia 40 tahun.

Apa bedanya dengan panduan sebelumnya?

Panduan ACOG yang paling lama digunakan untuk penanganan gejala menopause adalah Practice Bulletin No. 141, terbit pada 2014 dan ditegaskan kembali pada 2024. Dokumen itu berfokus pada gejala vasomotor dan gejala vagina pada menopause alami maupun akibat tindakan medis.

Panduan 2026 memperluas pembahasan dengan memasukkan gangguan tidur dan suasana hati, serta memberi rekomendasi yang lebih terperinci untuk terapi obat dan pendekatan tanpa obat.

Aspek

Panduan ACOG 2014

Pedoman ACOG 2026

Cakupan

Gejala vasomotor dan gejala vagina

Gejala vasomotor, gangguan tidur, dan suasana hati

Terapi hormon

Menyebut terapi hormon sistemik sebagai pilihan paling efektif untuk gejala vasomotor

Memberi rekomendasi kuat untuk terapi hormon sistemik bagi gejala vasomotor dan gangguan tidur yang berkaitan

Obat nonhormonal

Membahas, antara lain, antidepresan tertentu, gabapentin, dan clonidine

Merekomendasikan SSRI/SNRI dan antagonis reseptor neurokinin; gabapentin bisa dipertimbangkan jika pilihan lain tidak efektif atau tidak dapat ditoleransi

Pendekatan tanpa obat

Bukan fokus utama

Secara khusus memberi rekomendasi bersyarat untuk terapi perilaku kognitif, mindfulness, olahraga, hipnosis klinis, dan akupunktur

Pada pembaruan ini, bukan berarti setiap orang yang mengalami menopause perlu terapi hormon. Perbedaannya, pedoman 2026 menjabarkan lebih jelas siapa yang mungkin mendapat manfaat, kapan terapi dipertimbangkan, dan pilihan lain jika terapi hormon tidak diinginkan atau tidak sesuai.

Terapi hormon dianjurkan untuk hot flash dan gangguan tidur terkait

ilustrasi perempuan usia menopause (pexels.com/RDNE Stock project)

Untuk gejala vasomotor, ACOG merekomendasikan terapi hormon menopause (THM, atau menopausal hormone therapy/MHT) sistemik dengan rekomendasi kuat dan bukti berkualitas sedang. Rekomendasi kuat juga diberikan untuk gangguan tidur yang berkaitan dengan gejala vasomotor.

Dalam analisis uji klinis yang dirangkum pedoman baru ini, terapi estrogen—dengan atau tanpa progestogen—berkaitan dengan penurunan frekuensi dan tingkat keparahan gejala vasomotor dibandingkan plasebo atau tanpa terapi. Namun, pilihan tetap perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan dan tujuan pengobatan.

Komposisi terapi bergantung pada kondisi rahim. Perempuan umumnya memerlukan estrogen bersama progestogen untuk melindungi lapisan rahim. Estrogen saja dapat dipakai jika perlindungan endometrium tidak diperlukan, misalnya setelah rahim diangkat. ACOG juga mencantumkan kombinasi estrogen dengan bazedoxifene sebagai alternatif tertentu bagi pasien tanpa kontraindikasi.

Waktu memulai dan kondisi kesehatan ikut menentukan

ACOG menyebut manfaat dan risiko THM cenderung lebih seimbang apabila terapi dimulai sebelum usia 60 tahun atau dalam 10 tahun sejak menopause alami dimulai. Jika terapi baru dipertimbangkan setelah usia 60 tahun atau lebih dari 10 tahun setelah menopause, keputusan perlu dibuat secara individual dengan menilai gejala, tujuan pasien, dan risikonya.

Penilaian dokter mencakup riwayat kesehatan dan risiko penyakit kardiovaskular, kanker payudara, serta penggumpalan darah. ACOG juga mencantumkan sejumlah kontraindikasi, termasuk:

  • Perdarahan genital yang belum diketahui penyebabnya.

  • Riwayat atau kondisi kanker tertentu.

  • Penyakit jantung koroner.

  • Riwayat penggumpalan darah atau stroke.

  • Gangguan pembekuan darah.

  • Penyakit hati.

Daftar ini perlu dinilai oleh dokter sesuai kondisi masing-masing orang.

Terapi juga perlu dipantau. ACOG menyarankan evaluasi efektivitas dan toleransi sekitar tiga bulan setelah terapi dimulai, lalu peninjauan berkala setiap 12 bulan.

Perdarahan yang menetap atau muncul di luar pola yang diharapkan perlu diperiksa untuk menyingkirkan masalah pada lapisan rahim.

Pilihan tanpa hormon dan pendekatan psikologis

ilustrasi konsultasi dengan dokter (magnific.com/pressfoto)

Bagi pasien yang tidak menginginkan terapi hormon atau memiliki kontraindikasi, ACOG merekomendasikan obat dari kelompok SSRI atau SNRI dan antagonis reseptor neurokinin untuk gejala vasomotor. Gabapentin dapat dipertimbangkan jika pilihan nonhormonal lain tidak efektif atau sulit ditoleransi.

Untuk pendekatan tanpa obat, ACOG memberi rekomendasi bersyarat untuk terapi perilaku kognitif (CBT), mindfulness, olahraga, hipnosis klinis, dan akupunktur. Arti "bersyarat" di sini adalah manfaatnya dapat berbeda antarindividu dan keputusan penggunaannya perlu mempertimbangkan preferensi pasien serta mutu bukti yang tersedia. Pada rekomendasi ini, kualitas bukti untuk beberapa pendekatan—termasuk hipnosis dan akupunktur—tergolong rendah.

Gejala depresi perlu diperhatikan. Bukti belum cukup untuk merekomendasikan terapi hormon sebagai pengobatan gejala depresi terkait menopause. Jika seseorang memenuhi kriteria depresi mayor atau depresi menjadi keluhan utama, penanganannya mengikuti pedoman terapi depresi.

Perubahan label FDA bukan berarti terapi hormon bebas risiko

Pada Februari 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui perubahan label untuk enam produk terapi hormon menopause. Beberapa keterangan risiko penyakit kardiovaskular, kanker payudara, dan kemungkinan demensia dihapus dari boxed warning—peringatan paling menonjol pada label obat. Namun, keterangan risiko tertentu tetap tercantum di bagian informasi keselamatan lain. Perubahan label ini bukan berarti terapi hormon dapat digunakan tanpa penilaian klinis.

Pedoman baru ACOG ditujukan untuk membantu penanganan gejala, bukan untuk memakai terapi hormon sebagai pencegahan penyakit jantung atau demensia. Cakupannya juga terbatas, yaitu gejala vagina dan saluran kemih, osteoporosis, serta kondisi lain memiliki panduan ACOG tersendiri.

Pembaruan 2026 memperjelas bahwa gejala menopause dapat ditangani dengan beberapa cara. Terapi hormon menjadi rekomendasi kuat untuk hot flash dan gangguan tidur yang berkaitan, dan ada juga pilihan obat nonhormonal serta pendekatan perilaku. Keputusan akan bergantung pada gejala, riwayat kesehatan, risiko, serta preferensi pasien dan dokter.

Referensi

American College of Obstetricians and Gynecologists’ Committee on Clinical Practice Guidelines–Gynecology, “ACOG Clinical Practice Guideline: Management of Menopause-Related Vasomotor, Sleep, and Mood Symptoms,” Obstetrics & Gynecology 148, no. 5 (November 2026): e345–e369, https://doi.org/10.1097/AOG.0000000000006428.

American College of Obstetricians and Gynecologists, “Management of Menopausal Symptoms,” Practice Bulletin no. 141, Obstetrics & Gynecology 123, no. 1 (January 2014): 202–16, reaffirmed 2024, https://doi.org/10.1097/01.AOG.0000441353.20693.78.

U.S. Food and Drug Administration, “FDA Approves Labeling Changes to Menopausal Hormone Therapy Products,” diakses 6 November 2026.

U.S. Food and Drug Administration, “Hormone Replacement Therapies Can Help Women with Bothersome Menopausal Symptoms,” diakses 6 November 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article