Comscore Tracker

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!

Infeksinya timbulkan ruam berkelok yang gatal

Walaupun namanya terdengar asing dan sulit diucapkan, cutaneous larva migrans (CLM) adalah salah satu penyakit yang bisa terjadi di sekitar kita, khususnya jika bertempat tinggal di daerah dekat pantai.

Penyakit ini disebabkan oleh larva cacing yang menembus kulit, lho. Penasaran? Yuk, simak tujuh faktanya mulai dari definisi, gejala, pengobatan, hingga cara pencegahan cutaneous larva migrans.

1. Apa, sih, cutaneous larva migrans itu?

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!fineartamerica.com

Berdasarkan keterangan dari laporan yang diterbitkan dalam Journal of Open Access Dermatology Research and Therapy tahun 2020, CLM atau yang juga dikenal sebagai creeping eruption adalah sebuah infeksi di kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang.

Spesies cacing tambang yang kerap menjadi penyebab penyakit ini ialah Ancylostoma braziliense.

Selain spesies tersebut, CLM juga bisa disebabkan oleh Ancylostoma caninum.

2. Penyakit ini kerap dialami oleh penduduk daerah tropis

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!freepik.com/teksomolika

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Recent Patents on Inflammation & Allergy Drug Discovery tahun 2017, CLM kerap dialami oleh seseorang yang tinggal atau berwisata di daerah tropis dan beriklim hangat.

Individu yang bekerja sebagai nelayan, tukang kebun, penambang, tukang kayu, dan pembasmi hama disebutkan lebih berisiko mengalami penyakit ini. 

Baca Juga: Dubur Gatal di Malam Hari? Fakta Unik Infeksi Cacing Kremi

3. Dimulai dari masuknya larva cacing ke dalam kulit, inilah perjalanan penyakit cutaneous larva migrans

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!freepik.com/freepik

Sebuah laporan yang dipublikasikan dalam Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives tahun 2013 menyebutkan bahwa cacing tambang penyebab CLM awalnya hidup di dalam usus kucing, anjing, atau mamalia lainnya.

Telur-telur cacing tersebut pun keluar seiring dengan keluarnya tinja hewan yang ditempatinya. Ketika berada di tempat yang lembap, telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva.

Larva cacing dapat masuk ke tubuh manusia saat kulit berkontak langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi larva cacing tambang tersebut. Misalnya, saat berjalan di tanah atau pasir tanpa mengenakan alas kaki dan tak sengaja menginjaknya.

Larva akan menembus permukaan kulit dan meninggalkan ruam berkelok, yang kerap disebut sebagai creeping eruption. 

Walaupun begitu, larva-larva tersebut tidak dapat menembus lapisan kulit yang lebih dalam, yakni membran basal, dan berujung pada kematian larva tersebut.

4. Yuk, kenali tanda dan gejalanya yang khas!

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!Creeping Eruption/Cutaneous Larva Migrans. nejm.org

Dalam sebuah laporan yang dirilis dalam Recent Patents on Inflammation & Allergy Drug Discovery tahun 2017, terdapat sejumlah gejala dan tanda CLM yang bisa muncul, yakni:

  • Sensasi kesemutan dalam waktu 30 menit setelah larva cacing menembus kulit
  • Muncul benjolan kemerahan beberapa jam setelahnya
  • Setelah masa inkubasi selama 5-15 hari, akan timbul lesi kemerahan yang berkelok dan menonjol dengan lebar 1 hingga 4 mm. Rasa gatal pun akan timbul pada lesi

5. Siapa saja yang lebih berisiko mengalami penyakit ini?

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!phuketfighters.com

Sebuah studi dalam jurnal Pathogens and Global Health tahun 2008 menjelaskan bahwa penyakit ini berisiko dialami oleh seseorang yang berkontak langsung dengan tanah atau pasir yang terkontaminasi tinja hewan, khususnya anjing dan kucing.

Bagian tubuh yang paling sering terkena ialah kaki, bokong, dan paha. Hal ini kerap terjadi karena masuknya larva cacing sering kali tidak disadari.

6. Jangan khawatir, penyakit yang satu ini bisa sembuh dengan sendirinya

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!verywellhealth.com

Mendengar ada larva cacing menembus kulit tentu bikin bergidik. Meski terdengar mengerikan, tetapi menurut laporan dalam Journal of Open Access Dermatology Research and Therapy tahun 2020, CLM bisa sembuh dengan sendiri dalam waktu 2 hingga 8 minggu. 

Walau demikian, rasa gatal dan nyeri yang mengganggu membuat orang yang terinfeksi ingin mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Untuk penanganan CLM, biasanya dokter akan meresepkan tablet, obat sirop, atau salep yang berfungsi untuk melawan infeksi akibat larva cacing tambang tersebut.

7. Cara mencegah cutaneous larva migrans

7 Fakta Cutaneous Larva Migrans, Infeksi Cacing yang Menembus Kulit!campinggoal.com

Ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah CLM. Berdasarkan keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), berikut ini langkah-langkah pencegahannya:

  • Mengenakan alas kaki untuk menghindari kontak langsung dengan tanah atau pasir yang mungkin terkontaminasi 
  • Melambari tanah atau pasir dengan tikar saat akan duduk di atasnya, seperti saat berada di pantai, taman, dan sebagainya
  • Jika memelihara anjing atau kucing, usahakan mereka mendapatkan obat cacing secara teratur dari dokter hewan
  • Membuang kotoran anjing atau kucing sesegera mungkin untuk mencegah terkontaminasinya tanah yang ada di lingkungan sekitar

Itulah tujuh fakta seputar cutaneous larva migrans atau creeping eruption, mulai dari pengertian, penyebab, gejala, dan cara pengobatannya. Walau bukan penyakit berbahaya, tetapi tentunya lebih baik mencegah dengan cara-cara di atas. Bila kamu mengalami gejala-gejala penyakit akibat larva cacing tambang ini, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan medis yang tepat.

Baca Juga: Mengerikan, 7 Cacing Parasit Ini Bisa Hidup di Dalam Tubuhmu Tiba-tiba

Aisha Variella F Photo Verified Writer Aisha Variella F

aishavariella13@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya