"The Do’s and Don’ts of Suhoor". Sound Vision. Diakses pada Maret 2026.
"The Right Time to Have Suhoor and Iftar". Islamic City. Diakses pada Maret 2026.
"The Importance of Suhoor Time: Why It Matters in Ramadan". Islamic Relief Australia. Diakses pada Maret 2026.
Apakah Sahur Jam 2 Pagi Lebih Sehat daripada Mendekati Subuh?

- Sahur terlalu dini membuat tubuh berpuasa lebih lama, energi cepat habis, dan rasa lapar muncul lebih awal dibanding sahur mendekati subuh.
- Makan sahur mendekati subuh membantu pencernaan bekerja optimal, menjaga kadar gula darah stabil, serta membuat energi bertahan lebih lama sepanjang hari.
- Waktu sahur ideal berbeda tiap orang, namun umumnya sahur dekat imsak menjaga kualitas tidur dan stamina tetap prima selama berpuasa.
Sahur sering dianggap sekadar waktu makan sebelum puasa dimulai, padahal jam makan ini punya pengaruh langsung pada kondisi tubuh sepanjang hari. Tidak sedikit orang memilih sahur lebih awal, misalnya sekitar pukul 2 pagi, karena khawatir kesiangan atau ingin kembali tidur lebih lama. Di sisi lain, ada yang tetap menunggu hingga waktu sahur mendekati subuh karena merasa tubuh lebih kuat menahan lapar.
Perbedaan kebiasaan ini memunculkan penasaran apakah sahur jam 2 pagi lebih sehat daripada sahur mendekati subuh? Berikut beberapa penjelasan yang dapat membantu memahami perbedaan dampaknya bagi tubuh.
1. Waktu sahur menentukan durasi tubuh berpuasa

Sahur pada pukul 2 pagi membuat tubuh memulai puasa lebih panjang dibandingkan sahur mendekati subuh. Jika imsak terjadi sekitar pukul 04.30, maka tubuh sudah berhenti menerima asupan selama lebih dari 2 jam sebelum puasa resmi dimulai. Artinya cadangan energi dari makanan sahur akan digunakan lebih cepat. Kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetapi dapat membuat rasa lapar muncul lebih awal pada siang hari.
Sebaliknya, sahur yang mendekati subuh membuat jarak antara makan terakhir dengan awal puasa lebih pendek. Energi dari makanan masih tersedia ketika puasa dimulai sehingga tubuh tidak langsung mengalami penurunan kadar gula darah. Hal ini sering membuat rasa lapar datang lebih lambat. Karena itu banyak ahli gizi menyarankan sahur tidak terlalu jauh dari waktu imsak.
2. Lambung bekerja berbeda saat makan terlalu awal

Ketika makan sahur pukul 2 pagi, tubuh sebenarnya masih berada pada fase tidur yang dalam. Sistem pencernaan memang tetap bekerja, tetapi tidak seaktif ketika tubuh sudah benar-benar terjaga. Akibatnya sebagian orang merasa perut cepat kosong setelah sahur terlalu dini. Sensasi lapar bisa muncul lebih cepat dibandingkan ketika sahur mendekati subuh.
Makan lebih dekat ke waktu subuh memberi kesempatan lambung mencerna makanan ketika tubuh sudah lebih siap. Proses penyerapan karbohidrat, protein, serta cairan berlangsung lebih optimal. Dampaknya energi dari sahur dapat bertahan lebih lama. Hal ini terutama terasa pada orang yang menjalani aktivitas fisik atau pekerjaan yang membutuhkan tenaga.
3. Tubuh menyimpan energi lebih lama jika sahur mendekati subuh

Energi dari makanan disimpan tubuh dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Cadangan ini digunakan secara bertahap selama seseorang tidak makan. Jika sahur dilakukan terlalu dini, cadangan tersebut mulai dipakai sejak beberapa jam sebelum puasa benar-benar dimulai. Akibatnya saat siang hari tubuh bisa lebih cepat merasa lemas.
Sahur mendekati subuh membuat cadangan energi digunakan tepat ketika puasa dimulai. Waktu pemanfaatannya menjadi lebih efisien karena tidak ada jeda panjang antara makan terakhir dengan awal puasa. Hal ini membantu menjaga kadar gula darah tetap cukup hingga menjelang siang. Banyak orang merasakan tubuh lebih bertenaga ketika sahur dilakukan mendekati waktu imsak.
4. Kualitas tidur bisa berubah jika sahur terlalu awal

Bangun pukul 2 pagi sering membuat waktu tidur terpotong cukup jauh dari siklus tidur alami. Setelah makan sahur, sebagian orang mencoba tidur kembali, tetapi tidak selalu mudah untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Akibatnya tubuh bangun pagi dalam kondisi belum cukup istirahat. Kondisi ini dapat memicu rasa lelah sepanjang hari.
Jika sahur dilakukan mendekati subuh, waktu tidur biasanya tidak terpotong terlalu jauh dari waktu bangun pagi. Tubuh hanya perlu bangun sebentar untuk makan lalu bersiap memulai aktivitas. Banyak orang merasa kualitas istirahat tetap terjaga dengan cara ini. Energi tubuh pada pagi hari pun cenderung lebih baik.
5. Pilihan jam sahur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh

Meski sahur mendekati subuh sering dianggap lebih ideal, bukan berarti sahur pukul 2 pagi selalu buruk. Beberapa orang memiliki jadwal kerja atau kebiasaan tidur yang berbeda sehingga memilih sahur lebih awal terasa lebih nyaman. Selama makanan sahur bergizi seimbang dan cukup cairan, tubuh tetap dapat menjalani puasa dengan baik. Kuncinya terletak pada jenis makanan serta jumlah asupan yang dikonsumsi.
Namun jika sering merasa cepat lapar, pusing, atau lemas sebelum siang hari, waktu sahur mungkin perlu diperhatikan kembali. Menggeser waktu makan sedikit lebih dekat ke subuh sering membantu menjaga energi lebih lama. Tubuh setiap orang berbeda sehingga penting mengenali respons tubuh sendiri selama menjalani puasa. Perubahan kecil pada waktu sahur kadang memberikan perbedaan besar pada stamina harian.
Sahur jam 2 pagi memang masih memungkinkan, tetapi jarak waktu yang terlalu panjang sebelum puasa dimulai berpotensi membuat energi lebih cepat habis. Sahur mendekati subuh biasanya membantu tubuh mempertahankan cadangan energi lebih lama serta menjaga rasa kenyang hingga siang hari. Jika diberi pilihan, waktu sahur yang tidak terlalu jauh dari imsak sering menjadi pilihan yang lebih nyaman. Lalu, selama ini kamu lebih sering sahur jam berapa?
Referensi


![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Gaya Main Partner Padel Kamu Berdasarkan Zodiak](https://image.idntimes.com/post/20251031/upload_b042ee2cc937d4e0a40ff0426b5b810a_300e7cc9-fbf3-4990-9a14-88e39f9bd940.jpg)















