Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

14 Hal yang Terjadi pada Tubuh jika Kamu Makan Kurma Setiap Hari

14 Hal yang Terjadi pada Tubuh jika Kamu Makan Kurma Setiap Hari
kurma (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)
Intinya Sih
  • Makan kurma tiap hari bantu pencernaan lancar, jaga kesehatan tulang dan otak, serta beri asupan vitamin, mineral, dan antioksidan penting bagi tubuh selama berpuasa.
  • Kurma bisa turunkan risiko penyakit serius seperti kanker kolorektal dan jantung, sekaligus bantu kontrol gula darah berkat serat dan indeks glikemik rendahnya.
  • Meski menyehatkan, konsumsi kurma perlu dibatasi karena tinggi kalori dan kalium; terutama bagi penderita ginjal atau yang ingin menjaga kadar gula tetap stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kurma identik dengan bulan puasa Ramadan, mengingat buah ini adalah buah kesukaan Nabi Muhammad SAW. Banyak dari Umat Islam yang mengonsumsi kurma untuk berbuka puasa ataupun sebagai buah penutup di kala sahur. Tak hanya itu, kurma juga menjadi makanan pokok di seluruh dunia selama ribuan tahun, lho.

Kurma pun bisa kamu temui di mana-mana, bahkan di Amerika dan Eropa. Bagaimana tidak, kurma sangat lezat dan manis. Kurma juga bisa dinikmati sebagai camilan, atau dalam berbagai hidangan lain, seperti dalam smoothie atau sebagai topping salad.

Namun, mengingat rasa manis alami kurma yang sangat manis, mungkin kamu pernah bertanya-tanya apakah buah seenak ini baik untuk kesehatan jika dikonsumsi setiap hari, ya. Nah, kamu pasti penasaran, kan? Mari kita cari tahu apa yang terjadi pada tubuh kamu jika mengonsumsi kurma setiap hari, terutama di bulan Ramadhan ini.

1. Kurma mampu mengatasi sembelit

ilustrasi sembelit
ilustrasi sembelit (freepik.com/jcomp)

Jika kamu mengalami sembelit di bulan puasa ini, ternyata kurma bisa membantu, lho. Kurma mengandung serat yang melancarkan BAB, seperti yang dikutip Everyday Health. Nah, jika kamu makan dua buah kurma dalam sehari, kamu mengonsumsi setara 3 gram serat.

Saat serat ini melewati usus kamu, serat tersebut menahan air. Air ini kemudian masuk ke dalam tinja, membuatnya lebih lunak dan tidak terlalu padat. Ini berarti kamu akan lebih mudah buang air besar. Sorbitol alami dalam kurma juga dapat memudahkan pergerakan tinja, nih.

2. Mengonsumsi kurma setiap hari memberikan tubuh kita asupan antioksidan

kurma
kurma (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Makanan bergizi adalah makanan yang kaya antioksidan. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan efek radikal bebas yang tidak stabil pada tubuh kita, yang bisa menyebabkan penyakit. Antioksidan bisa diterima tubuh melalui senyawa yang disebut polifenol, yang terdapat dalam makanan nabati, tulis WebMD.

Nah, selama bulan puasa ini, tentunya kamu membutuhkan cukup asupan antioksidan, kan. Tapi tak perlu bingung, kamu bisa mendapatkannya dari kurma. Dalam penelitian yang ditulis oleh Joe A Vinson, dkk., berjudul "Dried Fruits: Excellent in Vitro and in Vivo Antioxidants" (2005), yang diterbitkan di The Journal of the American College of Nutrition, ditemukan bahwa kurma memiliki konsentrasi polifenol tertinggi di antara buah-buahan kering lainnya, tapi buah ara juga memiliki kadar antioksidan yang sangat tinggi.

3. Kamu akan mendapatkan tambahan vitamin dan mineral dari kurma

kurma
kurma (freepik.com/8photo)

Tanpa vitamin dan mineral, tubuh kita akan bermasalah. Sederhananya gini, vitamin dan mineral mampu menjaga kesehatan tubuh kamu, mulai dari membantu pertumbuhan hingga memastikan sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik, hingga memungkinkan sel-sel kita berfungsi dengan benar. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral sangat penting. Apalagi di bulan puasa saat ini. Nah, kurma ternyata mampu memenuhi vitamin dan mineral.

Di antara vitamin dan mineral yang akan kamu terima saat mengonsumsi kurma adalah vitamin B6, zat besi, kalium, mangan, magnesium, dan tembaga, seperti yang dikutip Healthline. Tembaga sangat penting bagi tubuh, karena menjaga fungsi saraf dan sel darah merah dengan baik, dan membantu mengubah gula menjadi energi. Sementara itu, mangan mendukung tubuh kamu dalam menyerap kalsium, membentuk jaringan ikat, dan memastikan hormon kamu berfungsi dengan benar.

4. Tulang kamu menjadi lebih kuat jika mengonsumsi kurma setiap hari

ilustrasi tulang kuat
ilustrasi tulang kuat (pixabay.com/Łukasz Dyłka)

Siapa yang tidak mau tulang tetap sehat, mengingat kesehatan tulang sangat penting untuk mencegah penyakit tulang di kemudian hari. Nah, kurma rupanya punya manfaat bagi kesehatan tulang kamu, lho. Kurma adalah sumber mineral yang luar biasa, benar-benar kaya akan kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium, tulis BBC Good Food. Semua mineral ini ternyata punya peran dalam meningkatkan kesehatan tulang, apalagi kalsium membuat dan menjaga tulang serta gigi kamu tetap kuat.

Dari sisi vitamin, kurma juga merupakan sumber vitamin K yang baik. Vitamin K berperan dalam kesehatan tulang dan untuk memastikan agar tubuh kamu menyerap kalsium dengan benar. Juga, menjaga kadar kalsium kamu tetap tinggi, kata penelitian yang ditulis oleh P Weber berjudul "Vitamin K and Bone Health" (2001), yang diterbitkan dalam Nutrition.

5. Mengonsumsi kurma setiap hari bisa meningkatkan kesehatan otak

ilustrasi otak manusia
ilustrasi otak manusia (pixabay.com/hainguyenrp)

Penelitian yang ditulis oleh Musthafa Mohamed Essa, dkk., berjudul "Beneficial Effects of dmDate Palm Fruits on Neurodegenerative Diseases" (2016), yang diterbitkan dalam Neural Regeneration Research, menunjukkan bahwa kurma sangat bermanfaat untuk mencegah dan mengobati penyakit neurodegeneratif tertentu. Para peneliti meneliti hubungan antara konsumsi kurma dan manfaatnya untuk berbagai kondisi neurologis, seperti penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan Alzheimer. Ditemukan bahwa khususnya untuk Alzheimer, mengonsumsi kurma setiap hari bisa melawan peradangan otak dan stres oksidatif yang memperburuk kondisi tersebut.

Kenapa sih, bisa begitu? Hal ini kemungkinan karena kandungan polifenol pada kurma. Nah, efek antioksidannya dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas. Para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun kurma menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk pengobatan kondisi neurodegeneratif terkait usia, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan secara tepat bagaimana kurma membantu mengatasi masalah tersebut, nih.

6. Kurma bisa membuat rambut kamu sehat dan kuat

ilustrasi rambut
ilustrasi rambut (pixabay.com/Maria Orlova)

Rambut panjang, berkilau, dan indah adalah impian semua orang, termasuk kamu, kan. Tapi tunggu dulu, kamu tidak perlu menghabiskan ratusan ribu untuk membeli produk rambut, karena mengonsumsi kurma saja sudah cukup, lho. Oke, mungkin tidak sesempurna yang kamu harapkan, tapi kurma setidaknya bisa membantu.

Dikutip Vogue India, kurma kaya akan zat besi, meningkatkan sirkulasi darah ke kulit kepala, yang mempercepat pertumbuhan rambut. Zat besi membantu mengalirkan darah ke seluruh tubuh, yang membuat rambut tetap sehat dan mengurangi kerontokan rambut, lho. Kurma juga membuat rambut kamu berkilau dan menguatkan folikel serta akar rambut. Hal ini tentunya bisa mencegah rambut rontok dan membuat rambut lebih kuat, sehingga tidak mudah patah. Menariknya, kamu tidak perlu makan banyak kurma untuk mendapatkan manfaat bagi rambut, cukup makan beberapa buah kurma per hari, kamu bisa merasakan efek positifnya.

7. Mengonsumsi kurma dapat mengurangi risiko terkena kanker

ilustrasi penjual kurma
ilustrasi penjual kurma (pexels.com/Quintin Gellar)

Ternyata, pola makan kita bisa menjadi faktor risiko terkena kanker tertentu, lho. Jadi, ada kabar baik bagi kamu jika mengonsumsi kurma dapat menurunkan risiko terkena kanker tertentu, terutama kanker kolorektal. Penelitian yang ditulis oleh Noura Eid, dkk., berjudul "Impact of Palm Date Consumption on Microbiota Growth and Large Intestinal Health: A Randomised, Controlled, Cross-Over, Human Intervention Study" (2015), yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition, menemukan bahwa mengonsumsi kurma secara teratur ada kaitannya dengan penurunan risiko kanker kolorektal, tanpa perubahan signifikan pada mikrobioma usus. Kurma terbukti meningkatkan kesehatan usus dan melancarkan buang air besar, serta menurunkan konsentrasi amonia dalam feses.

Jadi, gimana hal ini bisa berjadi? Rupanya, hal ini terkait erat dengan serat dan polifenol yang dikandung kurma. Adapun, interaksi antara dua komponen kurma ini dan mikrobiota usus membantu menghasilkan feses yang lebih baik dan kesehatan kolorektal yang lebih baik. Ditambah lagi dengan antioksidannya yang melawan radikal bebas.

8. Kurma mengandung kalium tinggi, jadi tidak disarankan bagi kamu yang menderita penyakit ginjal

kurma dan kismis
kurma dan kismis (pexels.com/Zak Chapman)

Namun, kendati kurma bergizi dan lezat, tapi untuk sebagian orang, sebaiknya dihindari, nih. Pasalnya, kurma memiliki jumlah kalium yang cukup banyak. 4 buah kurma bahkan memiliki hampir 700 mg mineral tersebut, seperti yang dilansir Healthline. Konsentrasi tinggi ini berasal dari fakta bahwa kurma dikeringkan, yang meningkatkan kandungan nutrisinya.

Nah, jadi kurma sangat tidak cocok untuk dikonsumsi oleh seseorang yang menderita penyakit ginjal. Sebab, penderita ginjal tidak mampu memproses kalium dengan baik. Hal ini bisa menyebabkan penumpukan di dalam tubuh, dan berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal yang lebih parah.

Tanda-tandanya juga bisa diketahui, seperti denyut nadi yang lambat, mual, dan lemah atau lelah. Eits, tapi kurma bukanlah satu-satunya buah kering yang mengandung kalium tinggi, lho. Buah kering serupa, seperti prem dan kismis, juga punya asupan mineral dan kalium yang tinggi.

9. Konsumsi kurma setiap hari dapat membantu mengontrol kadar gula darah

kurma
kurma (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)

Nah, karena rasa manis yang lezat di setiap gigitan, kamu mungkin kepikiran kalau kurma tidak bagus untuk kadar gula darah. Meskipun kadar gula kurma memang tinggi, kurma juga kaya akan serat. Yap, serat ini justru membatasi lonjakan gula darah.

Memang, kadar serat ini berarti indeks glikemik (atau indeks GI) dari berbagai jenis kurma cukup rendah. Indeks GI adalah ukuran seberapa besar kemungkinan suatu makanan bisa meningkatkan gula darah. Menurut penelitian yang ditulis Juma M Alkaabi, dkk., berjudul "Glycemic Indices of Five Varieties of Dates in Healthy and Diabetic Subjects" (2011), yang diterbitkan dalam Nutrition Journal, meneliti efek mengonsumsi kurma pada kadar gula darah penderita diabetes, menemukan bahwa mengonsumsi kurma tidak meningkatkan glukosa darah yang signifikan, yang berarti buah-buahan ini punya indeks GI yang lebih rendah. Namun, penting untuk kamu ketahui kalau jumlah kurma yang dikonsumsi peserta dalam studi Nutrition Journal tergolong sedikit. Jadi jika kamu mengonsumsi kurma berlebihan sekali makan, kurma tetap berpotensi meningkatkan kadar gula darah lebih lanjut, nih. Ingat ya, yang berlebihan itu tidak baik!

10. Mengonsumsi kurma setiap hari bisa meningkatkan asupan kalori

kurma
kurma (unsplash.com/Rauf Alvi)

Sebenarnya, makan apa pun bisa meningkatkan asupan kalori kamu. Tapi seberapa banyak energi yang kamu konsumsi saat mengemil kurma setiap hari tetap perlu dipertimbangkan, ya, karena kurma memang mengandung kalori yang cukup tinggi untuk ukuran porsinya. Satu porsi atau empat kurma, setara dengan sekitar 100 gram, jadi kandungan kalorinya sekitar 277 kalori, seperti yang dijelaskan Medical News Today. Sebagian besar kalori kurma ini berasal dari gula nabati. Jadi, 100 gram kurma mengandung sekitar 75 gram karbohidrat, serta sejumlah besar serat, sedikit protein, dan hampir nol lemak.

Memang, penelitian yang ditulis oleh Tariq A Alalwan, dkk., berjudul "Effects of Daily Low-Dose Date Consumption on Glycemic Control, Lipid Profile, and Quality of Life in Adults with Pre- and Type 2 Diabetes: A Randomized Controlled Trial" (2020), yang diterbitkan dalam Nutrients, menemukan bahwa makan tiga kurma setiap hari tidak bisa meningkatkan berat badan yang signifikan di antara para pesertanya. Namun, seperti halnya makanan lainnya, mengonsumsi kurma dalam jumlah banyak bisa meningkatkan asupan kalori harian kamu. Jadi batasi asupan kurma kamu setiap harinya. Cukup makan 3 atau 4 butir saja, ya, setiap hari selama bulan puasa.

11. Jika kamu sedang hamil, mengonsumsi kurma setiap hari bisa mempermudah proses persalinan

ilustrasi ibu hamil
ilustrasi ibu hamil (pexels.com/freestocks)

Jika kamu sedang hamil, mengonsumsi kurma setiap hari bisa membuat persalinan kamu lebih singkat dan lebih mudah. ​​Nah, hal ini dilaporkan dalam sebuah studi yang ditulis oleh Masoumeh Kordi, dkk., berjudul "Effect of Dates in Late Pregnancy on the Duration of Labor in Nulliparous Women" (2017), yang diterbitkan dalam Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research yang meneliti perbedaan persalinan antara ibu hamil yang mengonsumsi kurma setiap hari mulai minggu ke-37 kehamilan, dan ibu hamil yang tidak mengonsumsi kurma sama sekali. Ditemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi sekitar 75 gram kurma setiap hari di minggu ke-37, persalinannya lebih cepat dan hanya meminum sedikit obat pereda nyeri selama persalinan.

Sebuah studi sebelumnya, yang diteliti oleh O Al-Kuran, dkk., berjudul "The Effect of Late Pregnancy Consumption of Date Fruit on Labour and Delivery" (2011), yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology, punya temuan serupa. Penelitian ini berfokus pada ibu hamil yang mengonsumsi enam kurma per hari pada empat minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran mereka (HPL). Sekali lagi, ditemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi kurma, persalinannya jadi lebih mudah. Selain itu, induksi persalinan tidak diperlukan.

12. Mengonsumsi kurma bisa memperbaiki mood kamu

ilustrasi ekspresi bahagia
ilustrasi ekspresi bahagia (unsplash.com/Slav Romanov)

Mengonsumsi kurma bisa membuat mood kamu semringah. Gimana tidak bahagia jika menggigit kelezatan dalam sebutir kurma? Nah, ternyata, kurma tidak hanya membuat kamu merasa lebih baik karena rasanya yang enak. Kurma juga punya beberapa komponen yang bisa meningkatkan suasana hati.

Dikutip BBC, kurma mengandung triptofan. Mengonsumsi triptofan membantu otak menciptakan melatonin dan serotonin, hormon yang membuat kamu merasa lebih bahagia dan lebih tenang. Selain itu, hormon ini berfungsi untuk mengatur siklus tidur-bangun, memastikan agar kamu tidur sesuai kebutuhan.

Adapun, kurma merupakan sumber vitamin B6 yang sangat baik. Menjaga kadar B6 rupanya penting, terutama karena kekurangan vitamin B6 dalam tubuh bisa membuat kamu depresi, seperti yang dibahas dalam penelitian yang ditulis oleh David O Kennedy, berjudul "B Vitamins and the Brain: Mechanisms, Dose and Efficacy—A Review" (2016), yang diterbitkan di Nutrients. Kekurangan vitamin B6 juga dapat meningkatkan iritabilitas. Kamu jadi kurang waspada, dan meningkatkan penurunan kognitif dan perkembangan demensia.

13. Mengonsumsi kurma secara teratur bisa mengurangi risiko penyakit jantung

ilustrasi jantung
ilustrasi jantung (unsplash.com/Ali Hajiluyi)

Kita semua tahu betapa pentingnya jantung. Fakta bahwa jantung memompa darah ke seluruh tubuh kita sepanjang hari, setiap hari, sepanjang hidup kita, itu merupakan keajaiban yang luar biasa, yang diciptakan Tuhan. Itulah kenapa kita memilih makanan sehat untuk mendukung kesehatan jantung. Benar, kan? Untungnya, kurma bisa melakukan hal itu.

Penelitian yang ditulis oleh Wasseem Rock, dkk., berjudul "Effects of Date ( Phoenix dactylifera L., Medjool or Hallawi Variety) Consumption by Healthy Subjects on Serum Glucose and Lipid Levels and on Serum Oxidative Status: A Pilot Study" (2009), yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, meneliti dampak mengonsumsi 100 gram kurma sehari selama empat minggu pada berbagai faktor kesehatan jantung. Para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi kurma Medjool dan Hallawi menghasilkan kadar trigliserida serum yang lebih rendah. Kadar trigliserida kita merupakan faktor besar masalah jantung. Jadi kadar trigliserida yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mengonsumsi kurma Hallawi dapat menghasilkan kadar stres oksidatif yang lebih rendah. Yap, sekali lagi merupakan faktor penting dalam kesehatan jantung, menurut penelitian yang ditulis oleh Thomas Münzel MD, dkk., berjudul "Impact of Oxidative Stress on the Heart and Vasculature: Part 2 of a 3-Part Series" (2017), yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology.

14. Apakah sehat jika mengganti gula dengan kurma?

Kurma
Kurma (unsplash.com/Ella Olsson)

Yap, dengan semua pembahasan tentang kebaikan nutrisi dan rasa manis alami kurma, mungkin tidak heran jika buah ini sering digunakan dalam resep sebagai pengganti gula sebagai pilihan yang lebih sehat. Nah, sekilas, memang masuk akal untuk mengganti gula dengan kurma. Adapun, kurma mengandung serat yang lebih tinggi dan memiliki indeks GI yang lebih rendah ketimbang gula pasir, seperti yang dinyatakan oleh Healthline. Ini membuat kurma menjadi pilihan yang lebih sehat bagi kamu yang ingin mengontrol gula darah.

Namun, perlu diingat ya, kalau jenis gula dalam kurma adalah fruktosa. Jadi, meskipun gula ini terjadi secara alami, mengonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama sindrom metabolik. Jadi, walaupun lebih baik mengganti gula dengan kurma, penting juga untuk memperhatikan asupan gula kamu, ya.

Mengonsumsi kurma setiap hari memang disarankan oleh para peneliti. Namun, konsumsinya juga jangan berlebihan. Cukup 3 atau maksimal 4 kurma per harinya. Jangan lebih dari itu, ya! Selama bulan Ramadan ini memang makan kurma sangat dianjurkan, karena Nabi Muhammad SAW juga mengonsumsinya saat berbuka puasa.

Referensi

“Dates: The Sticky History of a Sweet Fruit”. National Geographic. Diakses pada Maret 2026.

“U.S. Table Date Consumption from 2012 to 2023”. Statista. Diakses pada Maret 2026.

“Constipation”. Johns Hopkins Medicine. Diakses pada Maret 2026.

“Foods That Help Relieve Constipation”. Everyday Health. Diakses pada Maret 2026.

“Dried Dates: Are They Good for You?”. WebMD. Diakses pada Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More