Telur merupakan salah satu sumber protein yang sering diberikan kepada anak karena kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi penting untuk mendukung tumbuh kembang. Namun, di balik manfaatnya, telur juga menjadi salah satu makanan yang paling sering memicu alergi pada anak.
Dilansir Mayo Clinic, alergi terhadap telur dapat muncul sejak bayi dan umumnya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein yang terdapat di dalam telur. Reaksi ini dapat muncul hanya dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah anak mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur.
Beberapa gejala yang sering muncul antara lain ruam kemerahan, biduran, gatal-gatal, hidung meler atau bersin, batuk, mual, muntah, sakit perut, diare, hingga pembengkakan pada bibir, lidah atau tenggorokan. Pada kondisi yang sangat jarang, alergi terhadap telur juga dapat menyebabkan anafilaksis, yaitu alergi berat yang mengancam nyawa dan harus segera ditangani di rumah sakit.
Mengetahui penyebab anak bisa alergi telur dan cara mengatasinya dapat membantu orangtua dalam mencegah reaksi penyakit tersebut secara berlebihan. Ini dia lima penyebab anak bisa alergi telur dan cara mengatasinya. Orangtua wajib paham!
