Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Diabaikan, Ini 4 Manfaat Latihan Isometrik untuk Tubuh

Sering Diabaikan, Ini 4 Manfaat Latihan Isometrik untuk Tubuh
ilustrasi melakukan plank (pexels.com/Pavel Danilyuk)
  • Latihan isometrik menegangkan otot sambil menahan posisi, seperti plank dan wall sit, sehingga dapat dilakukan dengan berat badan sendiri tanpa banyak gerak atau peralatan khusus.
  • Dilakukan rutin, latihan ini membantu meningkatkan kekuatan otot pada posisi tertentu serta stabilitas dan kontrol tubuh saat menahan beban, berjalan, mengangkat barang, atau berolahraga.
  • Menahan posisi melatih daya tahan otot dan mendukung postur melalui penguatan otot inti, punggung, serta pinggul; durasi perlu ditingkatkan bertahap sambil menjaga teknik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Latihan kekuatan tidak selalu membutuhkan gerakan berulang seperti mengangkat atau menurunkan beban. Ada jenis latihan yang membuat otot tetap menegang sambil mempertahankan posisi tubuh, yaitu latihan isometrik. Beberapa contohnya dapat kita temukan dalam gerakan sederhana seperti plank dan wall sit.

Latihan isometrik juga bisa menjadi pilihan ketika kita ingin melatih otot tanpa banyak bergerak. Gerakannya relatif sederhana dan dapat dilakukan dengan berat badan sendiri tanpa peralatan khusus. Berikut beberapa manfaat latihan isometrik untuk tubuh yang bisa kalian dapatkan jika dilakukan secara rutin.

  1. 1. Membantu meningkatkan kekuatan otot

    ilustrasi melakukan wall sit
    ilustrasi melakukan wall sit (magnific.com/magnific)

    Latihan isometrik membuat otot berkontraksi untuk mempertahankan posisi tubuh dalam waktu tertentu. Meskipun tidak terjadi banyak gerakan pada sendi, otot tetap menghasilkan gaya untuk menahan posisi tersebut. Jika dilakukan secara rutin, latihan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan otot untuk menghasilkan dan mempertahankan kekuatan pada posisi tertentu.

    Manfaat tersebut dapat diperoleh dari berbagai gerakan sederhana. Misalnya, wall sit membuat otot paha bekerja untuk mempertahankan posisi tubuh, sedangkan plank melibatkan otot perut dan beberapa kelompok otot lainnya. Kita dapat meningkatkan latihan secara bertahap dengan memperpanjang durasi atau menambah beban sesuai kemampuan tubuh.

  2. 2. Membantu meningkatkan stabilitas tubuh

    ilustrasi plank
    ilustrasi plank (pexels.com/Maksim Goncharenok)

    Stabilitas tubuh diperlukan ketika kita mempertahankan posisi atau melakukan gerakan yang membutuhkan kontrol tubuh. Latihan isometrik membuat otot terus bekerja untuk menjaga tubuh tetap berada pada posisi tertentu. Kondisi tersebut dapat membantu kita melatih kemampuan otot dalam mempertahankan posisi ketika menerima beban atau tekanan.

    Latihan yang melibatkan otot inti juga dapat membantu meningkatkan stabilitas bagian tengah tubuh. Misalnya, ketika melakukan plank, kita perlu menjaga posisi kepala, punggung, pinggul, dan kaki agar tetap sejajar. Kemampuan mengontrol posisi tersebut dapat mendukung berbagai aktivitas yang membutuhkan keseimbangan dan kontrol tubuh, termasuk berjalan, mengangkat barang, atau melakukan olahraga tertentu.

  3. 3. Membantu meningkatkan daya tahan otot

    ilustrasi melatih core muscles
    ilustrasi melatih core muscles (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Daya tahan otot berkaitan dengan kemampuan otot mempertahankan kerja dalam waktu tertentu sebelum mengalami kelelahan. Latihan isometrik melatih kemampuan tersebut ketika kita menahan satu posisi selama beberapa detik atau lebih lama. Otot harus tetap berkontraksi selama posisi dipertahankan, sehingga latihan memberikan tantangan pada kemampuan otot untuk bekerja secara berkelanjutan.

    Kita dapat menyesuaikan durasi latihan dengan kemampuan masing-masing. Misalnya, kita dapat memulai plank selama 15 hingga 20 detik dan menambah durasinya secara bertahap ketika tubuh sudah terbiasa. Namun, durasi yang lebih lama tidak selalu berarti latihan lebih baik karena kita tetap perlu mempertahankan teknik yang benar selama melakukan gerakan.

  4. 4. Membantu menjaga postur tubuh

    Ilustrasi orang yang sedang olahraga
    Ilustrasi orang yang sedang olahraga (pexels.com/Li Sun)

    Postur tubuh dipengaruhi oleh kemampuan berbagai otot dalam mempertahankan posisi tubuh. Latihan isometrik yang melibatkan otot inti, punggung, dan pinggul dapat membantu memperkuat otot yang berperan dalam menjaga posisi tubuh. Ketika otot tersebut mampu bekerja dengan baik, kita dapat lebih mudah mempertahankan posisi tubuh saat berdiri atau melakukan aktivitas tertentu.

    Salah satu contohnya adalah plank yang mengharuskan kita mempertahankan posisi tubuh tetap lurus selama latihan. Kita perlu mengaktifkan otot perut dan menjaga posisi pinggul agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Latihan seperti ini dapat membantu kita melatih kontrol tubuh sehingga posisi tubuh lebih mudah dipertahankan dengan baik selama melakukan aktivitas sehari-hari.

    Latihan isometrik dapat menjadi pilihan untuk melatih tubuh tanpa membutuhkan banyak gerakan. Manfaat latihan isometrik untuk tubuh antara lain membantu meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan daya tahan otot sekaligus mendukung kemampuan badan mempertahankan postur. Kita tetap perlu menyesuaikan gerakan dan durasinya dengan kemampuan tubuh agar latihan dapat dilakukan secara aman dan konsisten.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More