Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Laki-Laki Bisa Mendapatkan Vaksin HPV Mulai Usia Berapa?
ilustrasi anak laki-laki mendapatkan vaksinasi HPV (magnific.com/prostooleh)
  • Anak laki-laki dapat mulai mendapatkan vaksin HPV sejak usia 9 tahun.

  • Vaksin paling baik diberikan sebelum seseorang terpapar HPV; karena itu, vaksinasi dianjurkan sejak masa praremaja.

  • Vaksinasi pada laki-laki membantu mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker penis, anus, dan orofaring.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Vaksin HPV sering dikaitkan dengan pencegahan kanker serviks pada perempuan. Padahal, human papillomavirus (HPV) juga bisa menginfeksi laki-laki dan menyebabkan kutil kelamin hingga beberapa jenis kanker.

Kabar baiknya, perlindungan dapat dimulai cukup dini. Anak laki-laki sudah dapat menerima vaksin HPV mulai usia 9 tahun. Vaksin HPV bekerja paling efektif sebelum seseorang terpapar virus tersebut.

Kenapa anak laki-laki juga perlu vaksin HPV?

Selain kanker serviks, infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap juga dapat menyebabkan kanker penis, anus, dan orofaring, yaitu area belakang tenggorokan yang mencakup pangkal lidah dan tonsil. Tipe HPV lainnya, terutama HPV 6 dan 11, merupakan penyebab utama kutil kelamin.

Bukti efektivitasnya pun sudah ada. Sebuah uji klinis acak terhadap 4.065 laki-laki usia 16–26 tahun menemukan vaksin HPV kuadrivalen memiliki efektivitas 90,4 persen dalam mencegah lesi genital luar yang berhubungan dengan HPV 6, 11, 16, dan 18 pada kelompok yang mengikuti protokol penelitian dan belum terinfeksi tipe HPV tersebut sebelum vaksinasi.

Kenapa disarankan mulai usia 9–12 tahun?

Ada dua alasan utama.

Pertama, vaksin HPV merupakan vaksin pencegahan. Vaksin membantu mencegah infeksi HPV baru, tetapi tidak digunakan untuk menghilangkan infeksi HPV yang sudah terjadi. Karena itu, perlindungan idealnya sudah terbentuk jauh sebelum kemungkinan paparan terhadap virus.

Kedua, anak dan remaja muda menghasilkan respons imun yang sangat baik terhadap vaksin.

Penelitian pada lebih dari 3.000 orang menunjukkan anak usia 9–15 tahun (laki‑laki dan perempuan) menghasilkan antibodi setelah vaksin HPV 9-valen yang setara dengan perempuan muda usia 16–26 tahun. Lebih dari 99 persen peserta memiliki antibodi terhadap semua sembilan tipe HPV setelah rangkaian vaksinasi.

Penelitian lain yang diterbitkan di JAMA menunjukkan dua dosis vaksin HPV 9-valen pada anak perempuan dan laki-laki usia 9–14 tahun menghasilkan respons antibodi yang tidak lebih rendah dibandingkan tiga dosis pada perempuan usia 16–26 tahun.

Jadi, pemberian pada usia muda bukan cuma melindungi sebelum terjadi paparan, tetapi juga memanfaatkan respons sistem kekebalan tubuh yang sangat baik pada kelompok usia tersebut.

Apakah perlindungannya bertahan lama?

ilustrasi penyuntikan vaksin bagi anak sekolah. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Penelitian lanjutan terhadap anak perempuan dan laki-laki yang pertama kali menerima vaksin HPV 9-valen pada usia 9–15 tahun menemukan respons imun dan efektivitas tetap bertahan sekitar 10 tahun setelah rangkaian vaksinasi.

Selama masa tindak lanjut hingga sekitar 11 tahun setelah dosis ketiga, peneliti tidak menemukan kasus lesi intraepitel derajat tinggi atau kutil kelamin yang berkaitan dengan sembilan tipe HPV dalam vaksin pada populasi penelitian yang mengikuti protokol.

Temuan ini mendukung pemberian vaksin sejak praremaja untuk memberikan perlindungan yang berlangsung hingga memasuki usia ketika risiko paparan HPV menjadi lebih besar.

Berapa dosis yang diperlukan?

Jadwal vaksinasi HPV tidak sepenuhnya sama di setiap negara.

Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memungkinkan skema satu dosis pada usia 9–20 tahun untuk produk vaksin yang memiliki bukti yang mendukung skema tersebut, atau dua dosis dengan interval setidaknya enam bulan.

Orang dengan HIV atau gangguan kekebalan dianjurkan mendapat setidaknya dua dosis dan, jika memungkinkan, tiga dosis.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah mengubah program imunisasi HPV menjadi satu dosis sejak 2025 untuk sasaran program. Kemenkes juga menyatakan vaksinasi HPV untuk anak laki-laki akan diperluas secara bertahap. Materi Kemenkes mencantumkan usia 11 tahun sebagai sasaran rutin anak laki-laki.

Karena pelaksanaan program pemerintah dapat dilakukan secara bertahap menurut wilayah dan kelompok sasaran, orang tua dapat mengecek ketersediaannya di puskesmas atau fasilitas kesehatan setempat.

Kalau anak sudah berusia lebih dari 12 tahun, apakah terlambat?

Ada rekomendasi vaksinasi kejar hingga usia 26 tahun bagi mereka yang sebelumnya belum mendapatkan vaksinasi secara memadai.

Beberapa orang usia 27–45 tahun juga masih dapat mempertimbangkan vaksin HPV setelah berdiskusi dengan dokter, walaupun manfaat rata-ratanya lebih kecil karena kemungkinan pernah terpapar HPV makin besar seiring bertambahnya usia.

Jadi, usia 9–12 tahun merupakan waktu yang sangat baik untuk memulai, bukan batas terakhir untuk mendapatkan vaksin HPV.

Jadi, anak laki-laki dapat mulai menerima vaksin HPV mulai usia 9 tahun. Memberikan vaksin pada masa praremaja memungkinkan tubuh membangun perlindungan sebelum kemungkinan paparan HPV sekaligus menghasilkan respons imun yang kuat. Vaksin HPV pada anak laki-laki tujuannya jelas, karena HPV dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker penis, anus, dan orofaring.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention, “HPV Vaccine Recommendations,” Human Papillomavirus (HPV), diakses Agustus 2026.

Anna R. Giuliano et al., “Efficacy of Quadrivalent HPV Vaccine against HPV Infection and Disease in Males,” New England Journal of Medicine 364, no. 5 (2011): 401–411, https://doi.org/10.1056/NEJMoa0909537.

Pierre Van Damme et al., “Immunogenicity and Safety of a 9-Valent HPV Vaccine,” Pediatrics 136, no. 1 (2015): e28–e39, https://doi.org/10.1542/peds.2014-3745.

Ole-Erik Iversen et al., “Immunogenicity of the 9-Valent HPV Vaccine Using 2-Dose Regimens in Girls and Boys vs a 3-Dose Regimen in Women,” JAMA 316, no. 22 (2016): 2411–2421, https://doi.org/10.1001/jama.2016.17615.

Jaime Restrepo et al., “Ten-Year Follow-up of 9-Valent Human Papillomavirus Vaccine: Immunogenicity, Effectiveness, and Safety,” Pediatrics 152, no. 4 (2023): e2022060993, https://doi.org/10.1542/peds.2022-060993.

World Health Organization, “Summary of WHO Position Paper on Human Papillomavirus (HPV) Vaccines, December 2022,” diakses Agustus 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article