Ada rekomendasi vaksinasi kejar hingga usia 26 tahun bagi mereka yang sebelumnya belum mendapatkan vaksinasi secara memadai.
Beberapa orang usia 27–45 tahun juga masih dapat mempertimbangkan vaksin HPV setelah berdiskusi dengan dokter, walaupun manfaat rata-ratanya lebih kecil karena kemungkinan pernah terpapar HPV makin besar seiring bertambahnya usia.
Jadi, usia 9–12 tahun merupakan waktu yang sangat baik untuk memulai, bukan batas terakhir untuk mendapatkan vaksin HPV.
Jadi, anak laki-laki dapat mulai menerima vaksin HPV mulai usia 9 tahun. Memberikan vaksin pada masa praremaja memungkinkan tubuh membangun perlindungan sebelum kemungkinan paparan HPV sekaligus menghasilkan respons imun yang kuat. Vaksin HPV pada anak laki-laki tujuannya jelas, karena HPV dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker penis, anus, dan orofaring.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention, “HPV Vaccine Recommendations,” Human Papillomavirus (HPV), diakses Agustus 2026.
Anna R. Giuliano et al., “Efficacy of Quadrivalent HPV Vaccine against HPV Infection and Disease in Males,” New England Journal of Medicine 364, no. 5 (2011): 401–411, https://doi.org/10.1056/NEJMoa0909537.
Pierre Van Damme et al., “Immunogenicity and Safety of a 9-Valent HPV Vaccine,” Pediatrics 136, no. 1 (2015): e28–e39, https://doi.org/10.1542/peds.2014-3745.
Ole-Erik Iversen et al., “Immunogenicity of the 9-Valent HPV Vaccine Using 2-Dose Regimens in Girls and Boys vs a 3-Dose Regimen in Women,” JAMA 316, no. 22 (2016): 2411–2421, https://doi.org/10.1001/jama.2016.17615.
Jaime Restrepo et al., “Ten-Year Follow-up of 9-Valent Human Papillomavirus Vaccine: Immunogenicity, Effectiveness, and Safety,” Pediatrics 152, no. 4 (2023): e2022060993, https://doi.org/10.1542/peds.2022-060993.
World Health Organization, “Summary of WHO Position Paper on Human Papillomavirus (HPV) Vaccines, December 2022,” diakses Agustus 2026.