“ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription,” n.d., https://www.wolterskluwer.com/en/know/acsm/guidelines-for-exercise-testing-and-prescription.
Manohar M. Panjabi, “The Stabilizing System of the Spine. Part I. Function, Dysfunction, Adaptation, and Enhancement,” Journal of Spinal Disorders 5, no. 4 (December 1, 1992): 383–89, https://doi.org/10.1097/00002517-199212000-00001.
McGill, Stuart M. "Low Back Disorders: Evidence-Based Prevention and Rehabilitation." Champaign, IL: Human Kinetics, 2016.
Michael A. Adams et al., “Why Do Some Intervertebral Discs Degenerate, When Others (in the Same Spine) Do Not?,” Clinical Anatomy 28, no. 2 (April 19, 2014): 195–204, https://doi.org/10.1002/ca.22404.
Paul W Hodges and Carolyn A Richardson, “Contraction of the Abdominal Muscles Associated With Movement of the Lower Limb,” Physical Therapy 77, no. 2 (February 1, 1997): 132–42, https://doi.org/10.1093/ptj/77.2.132.
Urs Granacher et al., “Effects of Core Instability Strength Training on Trunk Muscle Strength, Spinal Mobility, Dynamic Balance and Functional Mobility in Older Adults,” Gerontology 59, no. 2 (October 24, 2012): 105–13, https://doi.org/10.1159/000343152.
David G. Behm et al., “Effectiveness of Traditional Strength Vs. Power Training on Muscle Strength, Power and Speed With Youth: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Frontiers in Physiology 8 (June 30, 2017): 423, https://doi.org/10.3389/fphys.2017.00423.
"Exercise and physical activity." National Institute on Aging. Diakses Desember 2026.
8 Tips Latihan Perut Usia 40 ke Atas: Aman, Efektif, dan Strong!
.jpg)
- Pada usia 40 tahun ke atas, latihan perut perlu menyesuaikan perubahan otot, sendi, dan hormon.
- Fokus utama bukan estetika, melainkan kekuatan core, stabilitas, dan pencegahan cedera.
- Latihan yang tepat dan progresif terbukti membantu fungsi gerak, postur, dan kualitas hidup.
Memasuki usia 40 tahun, tubuh mulai menunjukkan perubahan yang sebelumnya tidak terlalu terasa. Massa otot cenderung menurun secara perlahan, jaringan ikat menjadi kurang elastis, dan waktu pemulihan terasa lebih lama. Semua ini membuat pendekatan latihan, termasuk latihan perut, tidak bisa lagi disamakan dengan usia 20-an atau 30-an.
Otot perut adalah bagian dari core, pusat stabilitas tubuh yang berperan penting dalam menjaga postur, melindungi tulang belakang, dan mendukung hampir semua gerakan harian—mulai dari bangun dari kursi hingga mengangkat barang. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan kekuatan core berkaitan dengan meningkatnya risiko nyeri punggung bawah pada usia paruh baya dan lanjut.
Pada fase ini, latihan perut bukan lagi soal seberapa banyak sit-up yang bisa dilakukan, tetapi seberapa cerdas tubuh diajak bekerja. Fokus bergeser dari mengejar kelelahan ekstrem menuju latihan yang aman, terkendali, dan berkelanjutan.
Baca terus untuk tahu tips latihan perut untuk usia 40 tahun ke atas.
Table of Content
1. Ubah tujuan dari estetika ke fungsi
Pada usia 40+, tujuan utama latihan perut sebaiknya bergeser. Bukan lagi sekadar mengejar perut rata atau six-pack, melainkan meningkatkan stabilitas dan kekuatan fungsional. Otot perut yang kuat membantu melindungi tulang belakang saat bergerak dan mengurangi beban pada sendi.
Menurut American College of Sports Medicine (ACSM) menekankan bahwa latihan berbasis fungsi lebih relevan untuk kelompok usia menengah dan lanjut karena berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari. Ini berarti latihan yang meniru gerakan nyata, seperti menjaga keseimbangan atau menopang tubuh, lebih bermanfaat.
Dengan tujuan yang realistis dan fungsional, latihan terasa lebih bermakna dan mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
2. Prioritaskan otot core dalam, bukan cuma abs luar

Otot perut tidak hanya terdiri dari rectus abdominis yang terlihat di permukaan. Ada pula otot dalam seperti transversus abdominis yang berperan besar dalam stabilitas tulang belakang. Otot inilah yang sering melemah seiring bertambahnya usia.
Latihan seperti dead bug, bird dog, dan pelvic tilt terbukti efektif mengaktifkan otot core dalam tanpa memberi tekanan berlebih pada punggung bawah. Ini penting, karena cedera punggung menjadi lebih umum setelah usia 40 tahun.
Menguatkan lapisan dalam core menciptakan fondasi yang aman sebelum beralih ke latihan yang lebih menantang.
3. Kurangi gerakan fleksi berulang yang agresif
Sit-up dan crunch berulang dalam volume besar dapat memberi tekanan signifikan pada tulang belakang, terutama jika dilakukan dengan teknik kurang tepat. Seiring bertambahnya usia, diskus tulang belakang mengalami degenerasi alami, membuatnya lebih rentan terhadap cedera.
Pendekatan yang lebih aman adalah latihan stabilisasi, seperti plank atau side plank, yang melatih otot perut tanpa gerakan melipat tulang belakang secara ekstrem.
Latihan ini membantu membangun kekuatan dengan risiko yang lebih rendah, terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat nyeri punggung.
4. Perhatikan pernapasan saat melatih perut

Banyak orang menahan napas saat melatih otot perut tanpa sadar. Saat usia kamu 40 tahun ke atas, kebiasaan ini bisa meningkatkan tekanan intraabdomen dan membebani jantung serta dasar panggul.
Penelitian menunjukkan bahwa sinkronisasi napas dengan aktivasi core membantu meningkatkan stabilitas sekaligus menurunkan tekanan berlebih pada tulang belakang. Teknik seperti mengembuskan napas saat mengencangkan perut terbukti lebih aman dan efektif.
Latihan perut yang baik terasa terkendali, bukan dipaksakan.
5. Masukkan unsur keseimbangan secara bertahap
Latihan perut yang melibatkan keseimbangan, misalnya standing cable rotation atau single-leg plank modification, membantu melatih koordinasi antara otot perut, pinggul, dan punggung.
Keseimbangan cenderung menurun seiring usia, dan latihan core berperan penting dalam mempertahankannya.⁶ Namun, tantangan ini harus ditingkatkan secara bertahap agar tidak memicu cedera.
Latihan yang terasa “sedikit menantang tapi terkendali” adalah indikator intensitas yang tepat.
6. Berikan waktu pemulihan yang cukup

Pemulihan menjadi faktor krusial setelah usia 40 tahun. Otot membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki jaringan setelah latihan. Latihan perut setiap hari tanpa jeda bisa meningkatkan risiko nyeri dan kelelahan kronis.
Kamu direkomendasikan untuk memberikan jeda setidaknya 48 jam untuk kelompok otot yang sama, terutama bila latihan cukup intens. Pemulihan yang baik justru mendukung kemajuan jangka panjang.
Mendengarkan sinyal tubuh sama pentingnya dengan latihan itu sendiri.
7. Gabungkan dengan latihan kekuatan tubuh bagian bawah
Latihan perut tidak berdiri sendiri. Otot core bekerja bersama pinggul dan kaki dalam hampir semua gerakan. Squat, hip hinge, dan latihan glute secara tidak langsung mengaktifkan otot perut.
Penelitian biomekanik menunjukkan bahwa integrasi latihan tubuh bawah meningkatkan aktivasi core secara alami dan fungsional. Ini lebih efektif daripada melatih perut secara terisolasi terus-menerus.
Pendekatan menyeluruh membuat latihan terasa lebih seimbang dan realistis.
8. Sesuaikan dengan kondisi tubuh

Usia biologis tidak selalu sama dengan usia kronologis. Ada orang berusia 40-an yang sangat aktif, ada pula yang baru memulai olahraga. Riwayat cedera, kondisi sendi, dan kesehatan metabolik perlu dipertimbangkan.
Penting untuk personalisasi latihan pada usia menengah dan lanjut. Tidak ada satu program yang cocok untuk semua. Pendekatan yang disesuaikan justru membuat latihan perut lebih aman dan berkelanjutan.
Latihan perut di usia 40 tahun ke atas bukan tentang membatasi diri, melainkan tentang berlatih dengan lebih bijak. Perubahan tubuh adalah bagian alami dari proses penuaan, tetapi itu tidak berarti kekuatan dan fungsi harus ikut menurun.
Dengan fokus pada stabilitas, teknik yang aman, dan pemulihan yang cukup, otot perut tetap bisa dilatih secara efektif. Pendekatan ini bukan hanya mendukung performa olahraga, tetapi juga menjaga kualitas hidup, hari ini dan tahun-tahun mendatang.
Referensi



















