ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Karl Rayson)
Kalau kamu punya riwayat hipertensi atau penyakit jantung, kamu bisa mengurangi faktor risiko yang bisa dikendalikan, seperti:
Tetap minum obat sesuai jadwal, meski pertandingan berlangsung larut malam.
Batasi alkohol dan jangan merokok lebih banyak hanya karena pertandingan menegangkan.
Minum air putih yang cukup.
Hindari makan berlebihan sepanjang pertandingan.
Jika mulai merasa sangat tegang, berdiri sebentar, tarik napas perlahan, atau berjalan sebentar saat jeda pertandingan.
Segera cari pertolongan medis jika selama atau setelah pertandingan muncul nyeri dada yang terasa tertekan, sesak napas, pingsan, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung.
Adu penalti memang bisa membuat tekanan darah naik untuk sementara. Pada sebagian besar orang, tubuh mampu kembali ke kondisi normal setelah pertandingan selesai. Namun, bagi orang dengan penyakit jantung atau faktor risiko tinggi, momen seperti ini harus lebih diperhatikan.
Referensi
Wilbert-Lampen, Ute, David Leistner, Sonja Greven, et al. “Cardiovascular Events During World Cup Soccer.” New England Journal of Medicine 358, no. 5 (2008): 475–483. https://doi.org/10.1056/NEJMoa0707427.
Gulati, Martha, Phillip D. Levy, Debabrata Mukherjee, et al. “2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain.” Circulation 144, no. 22 (2021): e368–e454. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001029.
Timo Adam et al., “Measuring Football Fever Through Wearable Technology,” Scientific Reports 16, no. 1 (February 5, 2026): 3866, https://doi.org/10.1038/s41598-026-36182-1.