Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Menonton Adu Penalti Bikin Tekanan Darah Naik?
ilustrasi reaksi kiper dalam adu penalti (unsplash.com/My Profit Tutor)
  • Adu penalti memang bisa memicu lonjakan sementara pada tekanan darah dan denyut jantung karena respons stres tubuh.

  • Pada orang sehat, perubahan ini umumnya bersifat sementara. Namun, pada orang dengan penyakit jantung atau faktor risiko tinggi, stres emosional yang sangat intens dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular.

  • Menjaga hidrasi, membatasi alkohol, dan tetap minum obat sesuai anjuran dokter lebih penting daripada berusaha “menahan emosi” saat menonton pertandingan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat menonton pertandingan sepak bola, seperti momen Piala Dunia atau laga penting lainnya, adu penalti membuat suasana sangat tegang. Seseorang bisa saja merasa napasnya tertahan, telapak tangan berkeringat, dan jantung berdegup lebih cepat. Pada momen seperti ini, tubuh sedang merespons tekanan emosional yang sangat tinggi.

Menyaksikan adu penalti bisa membuat tekanan darah naik untuk sementara. Ketika seseorang mengalami stres atau ketegangan, sistem saraf simpatis melepaskan hormon adrenalin dan noradrenalin. Akibatnya, denyut jantung meningkat, pembuluh darah berkontraksi, dan tekanan darah ikut naik. Respons ini dikenal sebagai mekanisme fight or flight. Yuk, kenali mekanisme ini lebih lanjut!

1. Kenapa adu penalti terasa menegangkan?

Otak melihat adu penalit sebagai situasi yang penuh ketidakpastian. Hasil pertandingan ditentukan dalam waktu singkat, setiap tendangan atau halauan bola terasa sangat penting, dan emosi penonton ikut naik turun mengikutinya.

Sebuah penelitian dari Bielefeld University yang memantau pendukung sepak bola menggunakan smartwatch selama final Piala Jerman 2025, menunjukkan bahwa tingkat stres dan denyut jantung meningkat signifikan selama pertandingan. Bahkan, respons fisiologis sudah mulai naik sebelum kick-off dan memuncak pada momen-momen krusial seperti gol. Konsumsi alkohol membuat denyut jantung meningkat lebih tinggi lagi.

Artinya, meskipun hanya duduk di sofa, sistem saraf tetap bekerja seolah menghadapi situasi yang menegangkan.

2. Apakah lonjakan tekanan darah ini berbahaya?

ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Murat Ak)

Bagi kebanyakan orang sehat, kenaikan tekanan darah dan detak jantung saat menonton pertandingan biasanya hanya sementara. Setelah pertandingan selesai dan emosi mereda, tekanan darah umumnya kembali seperti semula. Namun, beda halnya pada orang yang sudah memiliki penyakit jantung, penyakit arteri koroner, atau faktor risiko kardiovaskular lain.

Sebuah penelitian menemukan bahwa saat Piala Dunia FIFA 2006, pertandingan yang sangat menegangkan—terutama laga perempat final Jerman melawan Argentina yang berakhir lewat adu penalti—berkaitan dengan peningkatan lebih dari dua kali lipat kejadian kardiovaskular akut, termasuk serangan jantung dan aritmia simptomatik. Para peneliti menilai bahwa pemicunya bukan menang atau kalah, melainkan intensitas stres emosional selama pertandingan.

Temuan ini tidak berarti setiap orang yang menonton adu penalti akan mengalami serangan jantung. Namun, itu menunjukkan bahwa stres emosional yang sangat kuat memang dapat menjadi pemicu pada orang yang sudah rentan.

3. Siapa yang perlu lebih berhati-hati?

Kelompok yang sebaiknya lebih waspada meliputi:

  • Orang dengan riwayat penyakit jantung koroner.

  • Orang yang pernah mengalami serangan jantung atau stroke.

  • Orang dengan hipertensi yang belum terkontrol.

  • Orang dengan gangguan irama jantung tertentu.

  • Perokok aktif atau mereka yang memiliki banyak faktor risiko kardiovaskular.

Selain stres emosional, ada juga faktor lain yang sering menyertai acara nobar, seperti begadang, konsumsi alkohol berlebihan, merokok lebih banyak dari biasanya, makanan tinggi garam dan lemak, serta kurang minum. Kombinasi ini dapat memberi beban tambahan pada sistem kardiovaskular.

Cara menonton pertandingan dengan lebih aman

ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Karl Rayson)

Kalau kamu punya riwayat hipertensi atau penyakit jantung, kamu bisa mengurangi faktor risiko yang bisa dikendalikan, seperti:

  • Tetap minum obat sesuai jadwal, meski pertandingan berlangsung larut malam.

  • Batasi alkohol dan jangan merokok lebih banyak hanya karena pertandingan menegangkan.

  • Minum air putih yang cukup.

  • Hindari makan berlebihan sepanjang pertandingan.

  • Jika mulai merasa sangat tegang, berdiri sebentar, tarik napas perlahan, atau berjalan sebentar saat jeda pertandingan.

Segera cari pertolongan medis jika selama atau setelah pertandingan muncul nyeri dada yang terasa tertekan, sesak napas, pingsan, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung.

Adu penalti memang bisa membuat tekanan darah naik untuk sementara. Pada sebagian besar orang, tubuh mampu kembali ke kondisi normal setelah pertandingan selesai. Namun, bagi orang dengan penyakit jantung atau faktor risiko tinggi, momen seperti ini harus lebih diperhatikan.

Referensi

Wilbert-Lampen, Ute, David Leistner, Sonja Greven, et al. “Cardiovascular Events During World Cup Soccer.” New England Journal of Medicine 358, no. 5 (2008): 475–483. https://doi.org/10.1056/NEJMoa0707427.

Gulati, Martha, Phillip D. Levy, Debabrata Mukherjee, et al. “2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain.” Circulation 144, no. 22 (2021): e368–e454. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001029.

Timo Adam et al., “Measuring Football Fever Through Wearable Technology,” Scientific Reports 16, no. 1 (February 5, 2026): 3866, https://doi.org/10.1038/s41598-026-36182-1.

Curated For You

Editorial Team

Related Article