Label makanan ultraproses tidak berarti suatu makanan harus sepenuhnya dihindari. Namun, berbagai penelitian menunjukkan, konsumsi makanan ultraproses dalam jumlah tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Sebuah studi besar menemukan bahwa konsumsi makanan ultraproses yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.
Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pola makan tinggi makanan ultraproses dapat meningkatkan asupan kalori secara tidak sadar, yang berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Selain itu, mi instan juga dikenal memiliki kandungan natrium yang relatif tinggi. Konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Namun, dampaknya tetap bergantung pada frekuensi dan pola konsumsi secara keseluruhan.
Mi instan umumnya dikategorikan sebagai makanan ultraproses karena melalui berbagai proses industri dan mengandung bahan tambahan yang tidak biasa digunakan dalam masakan rumahan. Dalam konteks pola makan seimbang, nikmati mi instan sesekali saja, mengingat konsumsi berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.
Referensi
Food and Agriculture Organization. "Ultra-Processed Foods, Diet Quality and Health." Diakses Maret 2026.
Carlos A Monteiro et al., “Ultra-processed Foods: What They Are and How to Identify Them,” Public Health Nutrition 22, no. 5 (February 12, 2019): 936–41, https://doi.org/10.1017/s1368980018003762.
Kevin D. Hall et al., “Ultra-Processed Diets Cause Excess Calorie Intake and Weight Gain: An Inpatient Randomized Controlled Trial of Ad Libitum Food Intake,” Cell Metabolism 30, no. 1 (May 16, 2019): 67-77.e3, https://doi.org/10.1016/j.cmet.2019.05.008.
Bernard Srour et al., “Ultra-processed Food Intake and Risk of Cardiovascular Disease: Prospective Cohort Study (NutriNet-Santé),” BMJ, May 29, 2019, l1451, https://doi.org/10.1136/bmj.l1451.
World Health Organization. “Salt Reduction.” Diakses Maret 2026.