Fitur noise-cancelling tidak membatalkan risiko dari volume headphone itu sendiri. Jika kamu tetap memutar musik terlalu keras, koklea atau telinga bagian dalam tetap menerima paparan suara tinggi.
Suara pada atau di bawah 70 dBA umumnya kecil kemungkinannya menyebabkan gangguan pendengaran, tetapi paparan lama atau berulang pada suara 85 dBA ke atas dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising.
Jadi, noise-cancelling bukan tameng untuk telinga. Fitur ANC bisa membuat lingkungan terasa lebih tenang, tetapi kalau volume audio terus dinaikkan, risiko tetap ada. Bahkan, headphone dapat mencapai 110 dBA pada volume maksimal, dan suara yang makin keras bisa merusak pendengaran dalam waktu yang makin singkat.
Tanda yang perlu diwaspadai adalah telinga berdenging, pendengaran terasa tertutup setelah melepas headphone, perlu menaikkan volume dari waktu ke waktu, atau makin sulit mengikuti percakapan di tempat ramai.
Tinitus atau telinga berdenging setelah paparan suara keras dapat terjadi karena “kelelahan” sel sensorik di telinga, dan bisa menetap jika paparan berulang terus terjadi.