Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Puting Bisa Tertarik ke Dalam akibat Kanker Payudara?

5 min read
Kenapa Puting Bisa Tertarik ke Dalam akibat Kanker Payudara?
ilustrasi payudara (pexels.com/Klaus Nielsen)
  • Retraksi puting adalah perubahan baru ketika puting yang semula menonjol menjadi rata atau tertarik ke dalam, terutama jika terjadi pada satu payudara dan menetap.

  • Tumor payudara dapat memicu peradangan serta fibrosis yang menarik saluran susu dan jaringan penyangga, sehingga puting atau kulit payudara tampak tertarik dan berkerut.

  • Retraksi puting tidak selalu berarti kanker; infeksi, menyusui, cedera, operasi, atau jaringan parut juga dapat memicu. Perubahan mendadak perlu diperiksa dokter, termasuk melalui USG atau mamografi apabila diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perubahan pada payudara yang perlu diwaspadai bukan cuma benjolan. Bentuk puting yang tiba-tiba berubah, misalnya menjadi rata atau tertarik ke dalam, juga bisa menjadi salah satu tanda kanker payudara. Kondisi ini dikenal sebagai nipple retraction atau retraksi puting.

Namun, puting yang tertarik ke dalam tidak selalu menandakan kanker. Ada beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan perubahan serupa. Lantas, kenapa kanker payudara bisa menyebabkan puting tertarik ke dalam? Berikut penjelasannya.

  1. 1. Apa yang dimaksud dengan retraksi puting?

    Retraksi puting adalah kondisi ketika puting yang sebelumnya menonjol berubah menjadi rata atau tertarik ke arah dalam payudara. Perubahan ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua payudara, tergantung penyebabnya.

    Retraksi puting berbeda dengan puting terbenam (inverted nipple) yang sudah ada sejak masa pubertas. Puting yang secara alami mengarah ke dalam umumnya merupakan variasi anatomi normal dan tidak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan.

    Perubahan posisi puting yang baru terjadi jangan diabaikan, terutama jika hanya muncul pada satu payudara. Kondisi ini lebih mencurigakan apabila puting tetap tertarik ke dalam dan disertai perubahan lain, seperti benjolan atau kulit payudara yang berkerut.

  2. 2. Pertumbuhan tumor dapat menarik saluran susu

    Untuk memahami hubungan antara kanker payudara dengan retraksi puting, pahami dulu tentang struktur payudara. Di dalam payudara terdapat saluran susu yang menghubungkan lobulus, yaitu bagian penghasil ASI, dengan puting. Saluran inilah yang memungkinkan ASI mengalir menuju puting saat menyusui. 

    Sebagian besar kanker payudara berasal dari sel-sel yang melapisi saluran atau lobulus tersebut. Ketika tumor berkembang di dekat puting, jaringan di sekitar saluran susu dapat mengalami perubahan.

    Pertumbuhan kanker dapat memicu peradangan dan fibrosis, yaitu pembentukan jaringan ikat yang lebih padat dan menyerupai jaringan parut. Jaringan tersebut bisa berkontraksi atau memendek sehingga menarik saluran susu beserta jaringan di sekitarnya.

    Karena saluran susu terhubung dengan puting, tarikan tersebut dapat menyebabkan puting berubah posisi dan mengarah ke dalam payudara. Dengan kata lain, puting tidak harus mengalami pertumbuhan sel kanker secara langsung untuk mengalami retraksi. Perubahan jaringan akibat tumor di sekitarnya saja sudah dapat memengaruhi posisi puting.

  3. 3. Jaringan penyangga payudara juga berperan

    Ilustrasi pasien kanker payudara yang menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan di fasilitas medis.
    ilustrasi pasien kanker payudara (IDN Times/Novaya Siantita)

    Selain saluran susu, payudara juga memiliki jaringan penyangga yang membantu menjaga bentuknya, salah satunya ligamen Cooper. Jika kanker memengaruhi jaringan di sekitar ligamen ini, jaringan dapat menjadi lebih kaku dan memendek sehingga menarik kulit atau puting yang terhubung dengannya.

    Proses yang sama juga dapat menyebabkan kulit tampak berlekuk atau berkerut (skin dimpling). Apabila tarikan terjadi pada beberapa saluran susu atau jaringan di belakang puting, perubahan bisa lebih jelas. Puting yang sebelumnya menonjol dapat menjadi lebih datar atau bahkan tertarik masuk ke dalam.

  4. 4. Kenapa perubahan posisi puting perlu diwaspadai?

    Retraksi puting dapat menjadi salah satu tanda adanya perubahan pada jaringan payudara yang lebih dalam. Dalam beberapa kasus, tumor yang berada di belakang puting tidak mudah dirasakan melalui perabaan, terutama pada perempuan dengan jaringan payudara yang padat. Karena itu, perubahan bentuk puting terkadang menjadi salah satu tanda yang lebih dahulu disadari.

    Meski demikian, retraksi puting bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker payudara. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh infeksi, perubahan akibat menyusui, cedera, operasi payudara, hingga terbentuknya jaringan parut.

    Hal yang perlu diperhatikan adalah kapan perubahan tersebut mulai terjadi. Puting yang sudah mengarah ke dalam sejak lama umumnya tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan puting yang sebelumnya menonjol, tetapi tiba-tiba tertarik ke dalam. Jika perubahan tersebut baru muncul dan menetap, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

  5. 5. Gejala kanker payudara lain yang perlu diperhatikan

    Selain retraksi puting, kanker payudara juga dapat menyebabkan berbagai perubahan pada payudara dan area sekitarnya. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

    • Muncul benjolan baru di payudara atau ketiak.
    • Kulit payudara tampak berkerut, menebal, atau menyerupai kulit jeruk.
    • Keluar cairan dari puting tanpa dipencet, terutama jika bercampur darah.
    • Kulit puting atau area sekitarnya menjadi merah, bersisik, gatal, atau berkerak.
    • Terjadi perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara yang tidak biasa.

    Perubahan pada kulit puting juga perlu diperhatikan. Kulit yang bersisik, mengelupas, atau gatal dan tidak kunjung membaik terkadang dapat berkaitan dengan penyakit Paget payudara, yaitu jenis kanker payudara yang jarang terjadi dan menyerang area puting.

    Sementara itu, payudara yang kemerahan dan terasa hangat memang bisa disebabkan oleh infeksi, tetapi kondisi ini juga dapat ditemukan pada kanker payudara inflamasi.

    Meski gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti kanker, pemeriksaan tetap penting untuk memastikan penyebabnya.

  6. 6. Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

    Seorang dokter perempuan berkonsultasi dengan pasien laki-laki di ruang praktik sambil memegang catatan medis.
    ilustrasi konsultasi dokter (pexels.com/Thirdman)

    Jika puting tiba-tiba tertarik ke dalam, terutama hanya pada satu payudara, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Jangan menunggu hingga muncul benjolan atau nyeri, karena kanker payudara tidak selalu menimbulkan gejala tersebut.

    Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai perubahan pada payudara. Jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti USG payudara atau mamografi dapat dilakukan sesuai usia, gejala, dan kondisi pasien.

    Pemeriksaan sejak dini bukan berarti perubahan tersebut pasti berbahaya. Tujuannya adalah memastikan apakah penyebabnya merupakan kondisi jinak atau masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

    Singkatnya, puting yang tertarik ke dalam akibat kanker payudara umumnya terjadi karena fibrosis serta tarikan pada saluran susu dan jaringan penyangga payudara. Meski tidak semua retraksi puting disebabkan oleh kanker, perubahan yang baru muncul sebaiknya tidak diabaikan, bahkan jika tidak disertai benjolan.

    Referensi

    CION Cancer Clinics. Diakses pada Oktober 2026. "Nipple Retraction & Inverted Nipple: When It Could Be a Cancer Sign."

    City of Hope. Diakses pada Oktober 2026. "6 Signs of Breast Cancer That aren't a Lump."

    Healthline. Diakses pada Oktober 2026. "What Causes Nipple Retraction and Is It Treatable?"

    Medical News Today. Diakses pada Oktober 2026. "What Signs of Breast Cancer are There Other than a Lump?"

    National Library of Medicine. Diakses pada Oktober 2026. "Breast Skin and Nipple Changes."

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More