“Polio: Symptoms, Causes, and Treatment.” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Polio: Diagnosis and Treatment.” Mayo Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Diagnosis of Polio.” News-Medical. Diakses Oktober 2026.
“Polio Laboratory.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Oktober 2026.
“Polio.” New York State Department of Health. Diakses Oktober 2026.
“Polio: Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Poliomyelitis: Causes.” Healthline. Diakses Oktober 2026.
Apakah Polio Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Medisnya

- Polio adalah infeksi virus yang dapat menyerang siapa pun; kasus berat berisiko memicu radang otak atau selaput otak, kelumpuhan permanen, gangguan pernapasan, hingga kematian.
- Diagnosis memerlukan riwayat paparan, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium dari cairan serebrospinal, darah, tenggorokan, atau tinja karena sebagian besar kasus tidak bergejala.
- Belum ada obat khusus polio; perawatan berfokus pada pemulihan dan pencegahan komplikasi. Kasus ringan umumnya sembuh, sementara vaksinasi menjadi langkah pencegahan utama.
Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Pada kasus yang parah, virus polio menyerang sistem saraf di sumsum tulang belakang dan batang otak. Menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti radang otak (ensefalitis) atau peradangan pada selaput otak (meningitis), kelumpuhan permanen, bahkan mengancam nyawa.
Selama ini, polio sering dianggap sebagai penyakit yang menyerang anak-anak. Well, gak dipungkiri, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan. Namun sebenarnya, polio bisa menyerang siapa saja termasuk orang dewasa. Lantas apakah polio bisa disembuhkan? Berikut penjelasan medisnya!
1. Tes laboratorium diperlukan untuk diagnosis polio

gambar sample darah yang akan diperiksa di laboratorium (magnific.com/rawpixel.com) Normalnya sebuah penyakit didiagnosis berdasarkan gejala yang muncul. Masalahnya adalah sekitar 95% kasus polio, gak menunjukkan gejala apapun. Sedangkan pada kasus yang ringan atau disebut polio abortif, gejala yang muncul mirip seperti gejala flu. Gejala yang lebih spesifik biasanya hanya terjadi pada kasus polio yang lebih serius seperti polio nonparalitik dan polio paralatik. Gejalanya meliputi nyeri dan kaku pada leher atau tulang belakang, sakit kepala parah, nyeri hebat, sensitif terhadap sentuhan, hingga kelemahan otot yang berkembang menjadi kelumpuhan.
Dilansir News Medical, untuk memastikan diagnosis, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan yang meliputi riwayat medis, pemeriksaan fisik, juga tes laboratorium. Riwayat medis mencakup pertanyaan tentang paparan kasus polio. Termasuk perjalanan ke daerah yang bersifat endemik, kontak langsung dengan penderita, hingga riwayat vaksinasi polio. Untuk pemeriksaan fisik, dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan sistem tubuh. Termasuk otot-otot pernapasan karena polio sering menyerang sumsum tulang belakang dan batang otak yang dapat mempengaruhi otot pernapasan.
Selain itu, mereka juga akan memeriksa refleks otot, dan gejala lain seperti kekakuan otot leher dan otot punggung. Selain fisik dan riwayat medis, keberadaan virus polio juga dideteksi melalui tes laboratorium. Mulai dari pemeriksaan cairan serebrospinal yang melapisi tulang belakang serta otak, tes darah, sampel cairan bilasan tenggorokan yang diadapatkan dari berkumur, hingga tes laboratorium dari sampel tinja.
2. Belum ada obat khusus untuk menangani polio

gambar seorang perempuan terinfeksi virus polio (magnific.com/DC Studio) Polio merupakan salah satu dari sedikit penyakit yang belum ditemukan obatnya. Jika polio belum ada obatnya, lantas apa yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan? Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif polio, maka fokus pengobatan adalah untuk meningkatkan kenyamanan, mempercepat pemulihan, dan mencegah terjadinya komplikasi yang dapat memperparah kondisi pasien.
Dilansir Mayo Clinic, perawatan meliputi istirahat total di tempat tidur, obat pereda nyeri, hingga kompres hangat untuk mengendalikan nyeri dan kejang otot. Jika infeksi polio menyebabkan kesulitan bernapas, maka tenaga kesehatan akan memasangkan alat bantu pernapasan atau ventilator. Sedangkan untuk otot yang lemah atau kelumpuhan, para tenaga kesehatan akan menyarankan pasien untuk melakukan fisioterapi secara rutin.
3. Apakah polio bisa disembuhkan?

gambar seorang anak mendapatkan vaksinasi polio (magnific.com/Magnific) Banyak orang kerap memvonis polio sebagai penyakit yang gak bisa disembuhkan. Sebenarnya anggapan ini gak selalu tepat. Dilansir Cleveland Clinic, gak dipungkiri dalam beberapa kasus, virus ini menyebabkan komplikasi serius. Mulai dari kelumpuhan pada lengan, kaki, atau otot pernapasan, bahkan kematian. Namun kasus seperti ini sebenarnya jarang terjadi. Lalu apakah polio bisa sembuh? Jawabannya bisa, tergantung pada tingkat keparahannya.
Nyatanya sebagian besar orang yang gak mengalami gejala atau hanya gejala ringan bisa sembuh tanpa masalah jangka panjang. Sedangkan untuk bentuk yang lebih serius seperti polio nonparalitik dan polio paralatik, perawatan di rumah sakit sangat diperlukan. Jika kamu menderita polio saat masih kecil, maka kamu memiliki risiko terkena sindrom pasca polio bertahun-tahun setelah penyakit itu sembuh. Sindrom ini bisa terjadi setelah 15-40 tahun terkena polio. Gejalanya meliputi kelemahan otot dan sendi berkelanjutan, nyeri otot yang semakin memburuk, mudah lelah, penyusutan otot, kesulitan bernapas, sleep apnea, toleransi rendah terhadap suhu dingin, depresi, hingga kesulitan berkonsentrasi. Berbeda dengan polio, sindrom pasca polio gak menular meski tetap membutuhkan penanganan medis.
Banyak orang bisa sembuh sepenuhnya, tetapi dalam banyak kasus, polio juga bisa jadi penyakit yang mematikan. Situasinya diperburuk karena gak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Meski begitu, polio sendiri bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi polio umumnya dilakukan saat masih kecil. Jika kamu belum pernah mendapat vaksin polio saat kecil, kamu bisa melakukannya setelah dewasa.
Referensi












![[QUIZ] Tes Buta Warna, Uji Kepekaan Matamu dengan Menebak Gambar Hewan Ini](https://image.idntimes.com/post/20241121/cara-lolos-tes-buta-warna-c8e8eb9980313e606e3628ef330fc5db.jpg)











![[QUIZ] Pilih Ending atau Serial Favoritmu, Kami Tebak Kondisi Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)