Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Jalan Kaki Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung?

4 min read
Benarkah Jalan Kaki Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung?
ilustrasi perut kembung (pexels.com/Sora Shimazaki)
  • Jalan kaki setelah makan dapat merangsang peristaltik usus, membantu makanan dan gas bergerak sehingga pencernaan lebih terbantu dibanding langsung duduk atau berbaring.

  • Aktivitas ringan dapat membantu pengosongan lambung dan mengurangi rasa terlalu penuh; disarankan menunggu 10–15 menit, lalu berjalan santai selama 10–15 menit.

  • Jalan kaki hanya membantu kembung sesekali. Jika keluhan berulang atau disertai nyeri hebat, penurunan berat badan, muntah, atau BAB berdarah, perlu diperiksakan ke dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perut terasa penuh dan begah setelah makan memang bikin gak nyaman. Apalagi kalau celana terasa lebih sempit, perut terasa banyak gas, atau muncul keinginan untuk kentut tetapi seperti tertahan. Dalam kondisi seperti ini, sebagian orang mungkin memilih berbaring atau justru mencari minuman tertentu untuk membuat perut terasa lebih lega.

Padahal, ada kebiasaan sederhana yang bisa dicoba setelah makan, yaitu berjalan kaki. Lantas, apakah jalan kaki benar-benar bisa membantu mengurangi perut kembung?

  1. 1. Gerakan tubuh membantu usus bekerja

    ilustrasi jalan kaki
    ilustrasi jalan kaki (pexels.com/David Brown)

    Saat kamu berjalan, tubuh terus bergerak dan otot-otot ikut bekerja. Gerakan ini dapat membantu merangsang peristaltik, yaitu kontraksi otot pada saluran pencernaan yang mendorong isi usus bergerak maju. Proses tersebut penting supaya makanan dan gas tidak terlalu lama tertahan di saluran pencernaan.

    Karena itu, berjalan kaki setelah makan bisa membantu menjaga makanan tetap bergerak melalui saluran pencernaan. Efeknya tentu berbeda pada setiap orang dan bukan berarti kembung akan langsung hilang setelah beberapa langkah. Namun, tetap bergerak biasanya lebih membantu proses pencernaan dibandingkan langsung duduk atau berbaring setelah makan.

  2. 2. Pengosongan lambung bisa lebih terbantu

    ilustrasi lambung
    ilustrasi lambung (pexels.com/Kindel Media)

    Setelah makan, lambung perlu mengolah makanan sebelum isinya diteruskan ke usus halus. Aktivitas fisik ringan setelah makan dapat memengaruhi proses pencernaan, termasuk membantu makanan bergerak lebih cepat dari lambung ke usus. Hal ini dapat membuat rasa terlalu penuh setelah makan, mulai berkurang.

    Itulah sebabnya jalan kaki ringan sering terasa lebih nyaman dibandingkan langsung melakukan aktivitas fisik yang berat. Kamu gak perlu berjalan cepat atau mengejar jumlah langkah tertentu. Cukup bergerak dengan santai selama beberapa menit setelah tubuh mendapat waktu untuk mulai mencerna makanan.

  3. 3. Gas di saluran pencernaan lebih mudah bergerak

    ilustrasi pencernaan
    ilustrasi pencernaan (vecteezy.com/sasirin pamai)

    Kembung sering berkaitan dengan penumpukan gas di saluran pencernaan. Gas tersebut bisa berasal dari udara yang tertelan saat makan dan minum maupun dari proses bakteri usus dalam mencerna makanan tertentu. Ketika gas tertahan, perut bisa terasa penuh, kencang, atau tidak nyaman.

    Berjalan kaki membuat tubuh terus bergerak sehingga gas di saluran pencernaan juga dapat ikut berpindah. Pada sebagian orang, hal ini bisa memudahkan gas keluar melalui kentut atau sendawa. Jadi, jika setelah makan perut terasa penuh karena banyak gas, berjalan sebentar bisa menjadi salah satu cara sederhana yang layak dicoba.

  4. 4. Cukup berjalan santai setelah makan

    ilustrasi berjalan di dalam rumah
    ilustrasi berjalan di dalam rumah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

    Jalan kaki untuk membantu pencernaan gak perlu dilakukan seperti sedang latihan kardio. Kamu bisa menunggu sekitar 10–15 menit setelah makan, lalu berjalan dengan kecepatan santai selama 10–15 menit. Pilih rute mudah dan gak membuat kamu terengah-engah.

    Berjalan terlalu cepat atau langsung melakukan olahraga berat setelah makan justru bisa membuat perut terasa semakin gak nyaman. Tujuannya bukan membakar kalori sebanyak mungkin, melainkan memberi tubuh sedikit gerakan setelah makan. Karena itu, jalan kaki keliling rumah, kompleks, kantor, atau pusat perbelanjaan pun sudah cukup.

  5. 5. Jangan abaikan kembung yang sering terjadi

    ilustrasi perut kembung
    ilustrasi perut kembung (vecteezy.com/Bigc Studio)

    Jalan kaki bisa membantu ketika perut terasa kembung sesekali, tetapi bukan berarti semua penyebab kembung bisa diatasi dengan berjalan. Perut kembung yang sering muncul dapat berkaitan dengan makanan tertentu, sembelit, intoleransi makanan, sindrom iritasi usus, atau masalah pencernaan lainnya. Karena penyebabnya berbeda-beda, cara mengatasinya pun juga tidak selalu sama.

    Perhatikan juga gejala lain yang muncul bersamaan dengan kembung. Kalau perut sering terasa sangat nyeri, berat badan turun tanpa sebab, muntah, BAB berdarah, atau keluhan terus berulang, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Jalan kaki boleh menjadi kebiasaan setelah makan, tetapi jangan digunakan untuk menutupi keluhan pencernaan yang terus terjadi.

    Jadi, gak perlu menunggu perut terasa sangat penuh untuk mulai bergerak setelah makan. Jalan santai selama beberapa menit bisa menjadi kebiasaan simpel yang membantu tubuh dalam proses pencernaan. Kalau setelah makan kamu biasanya langsung duduk dalam waktu lama, coba ganti dengan berjalan kaki sebentar saja.

    Referensi:

    "The effect of a short-term physical activity after meals on gastrointestinal symptoms in individuals with functional abdominal bloating: a randomized clinical trial" Gastroenterology and Hepatology from Bed to Bench. Diakses pada Oktober 2026

    "6 things you can do to prevent bloating." UCLA Health. Diakses pada Oktober 2026

    "Is Walking After Eating Good for You?" Healthline. Diakses pada Oktober 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More