Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Isolate dan Concentrate Whey Protein, Cek Kandungannya!

5 min read
5 Perbedaan Isolate dan Concentrate Whey Protein, Cek Kandungannya!
ilustrasi suplemen fitness (unsplash.com/Joseph Greve)
  • Whey isolate umumnya mengandung minimal 90 persen protein, sedangkan concentrate sekitar 70–80 persen; jumlah protein per sajian tetap perlu dicek pada label nutrisi.

  • Penyaringan tambahan membuat isolate cenderung lebih rendah laktosa dan lemak, sementara concentrate mempertahankan lebih banyak komponen alami susu; isolate tidak selalu bebas laktosa.

  • Isolate biasanya lebih mahal, sedangkan concentrate lebih ekonomis; pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, toleransi pencernaan, anggaran, dan harga per gram protein.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memilih whey protein gak cukup hanya dengan melihat jumlah protein pada label kemasan. Dua jenis yang sering dibandingkan, yaitu whey protein isolate dan whey protein concentrate, memiliki perbedaan dalam proses pengolahan, kadar protein, hingga kandungan laktosa dan lemak. Memahami karakteristik keduanya penting agar suplemen yang dipilih sesuai dengan kebutuhan nutrisi, toleransi pencernaan, dan anggaran.

Sekilas, kedua jenis protein ini memang terlihat serupa karena sama-sama berasal dari susu dan mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membangun serta memperbaiki jaringan otot. Namun, proses penyaringan yang berbeda membuat komposisi akhirnya gak selalu sama, sehingga harga yang lebih mahal belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Yuk, cek lima perbedaan utama isolate dan concentrate whey protein berikut agar lebih cermat saat membaca label nutrisi!

  1. 1. Kadar protein per sajian

    ilustrasi suplemen
    ilustrasi suplemen (unsplash.com/Alex Saks)

    Perbedaan paling mendasar antara whey protein isolate dan whey protein concentrate terletak pada konsentrasi protein setelah melalui proses pengolahan. Whey protein concentrate umumnya mengandung sekitar 70–80 persen protein berdasarkan berat bahan, meskipun beberapa produk memiliki kadar yang berbeda. Sementara itu, whey protein isolate biasanya memiliki konsentrasi protein minimal 90 persen berdasarkan berat bahan karena menjalani penyaringan lebih lanjut untuk mengurangi komponen nonprotein.

    Perbedaan tersebut berpengaruh terhadap jumlah protein yang diperoleh dari setiap takaran saji, tetapi angka pastinya tetap bergantung pada formulasi produk. Sebagai contoh, dua produk dengan takaran 30 gram bisa memberikan jumlah protein berbeda karena kandungan karbohidrat, lemak, perisa, dan bahan tambahan lainnya gak selalu sama. Karena itu, periksa jumlah protein dalam satu sajian pada tabel informasi nilai gizi, bukan sekadar mengandalkan nama isolate atau concentrate pada kemasan.

  2. 2. Kandungan laktosa dan lemak

    ilustrasi suplemen untuk fitness
    ilustrasi suplemen untuk fitness (unsplash.com/Andrey Khoviakov)

    Proses penyaringan tambahan pada whey protein isolate bertujuan mengurangi komponen selain protein, termasuk laktosa dan lemak. Oleh sebab itu, jenis ini umumnya memiliki kandungan kedua zat tersebut lebih rendah dibandingkan whey protein concentrate. Karakteristik tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi orang yang ingin membatasi asupan lemak atau memiliki sensitivitas terhadap laktosa, meskipun kadar akhirnya tetap bergantung pada produk yang dipilih.

    Sebaliknya, whey protein concentrate biasanya mempertahankan lebih banyak laktosa dan lemak alami dari bahan asalnya. Kandungan tersebut gak otomatis membuatnya lebih buruk karena lemak dan karbohidrat juga berperan sebagai sumber energi dalam pola makan sehari-hari. Namun, orang dengan intoleransi laktosa perlu lebih teliti membaca label karena kadar laktosa yang lebih rendah pada isolate gak selalu berarti produk tersebut sepenuhnya bebas laktosa.

  3. 3. Proses penyaringan dan pengolahan

    ilustrasi memilih suplemen fitness
    ilustrasi memilih suplemen fitness (unsplash.com/This Supplement Sucks)

    Whey protein concentrate dihasilkan melalui pemisahan protein whey dari komponen susu lainnya, kemudian diolah untuk mencapai konsentrasi tertentu. Prosesnya dapat melibatkan teknik penyaringan seperti ultrafiltration untuk memisahkan sebagian air, laktosa, dan mineral. Hasil akhirnya tetap mengandung protein beserta sejumlah komponen lain yang secara alami terdapat dalam bahan asalnya.

    Sementara itu, whey protein isolate menjalani tahap pemurnian tambahan untuk menghasilkan konsentrasi protein yang lebih tinggi. Proses seperti microfiltration atau teknik pemisahan membran lainnya dapat digunakan sesuai teknologi yang diterapkan produsen. Perbedaan metode pengolahan ini menjelaskan mengapa kedua produk mempunyai komposisi nutrisi yang berlainan, tetapi gak berarti salah satunya selalu memiliki kualitas protein yang lebih baik dalam segala aspek.

  4. 4. Harga dan efisiensi biaya

    ilustrasi suplemen fitness yang tepat
    ilustrasi suplemen fitness yang tepat (unsplash.com/CTRL - A Meal Replacement)

    Harga whey protein isolate umumnya lebih tinggi karena proses pemurniannya lebih lanjut dan menghasilkan bahan dengan konsentrasi protein yang lebih tinggi. Bagi orang yang ingin memperoleh protein dengan asupan laktosa dan lemak lebih rendah, selisih harga tersebut mungkin sepadan dengan kebutuhan mereka. Namun, harga jual juga dipengaruhi merek, ukuran kemasan, biaya distribusi, bahan tambahan, dan strategi pemasaran.

    Di sisi lain, whey protein concentrate sering menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi orang yang ingin memenuhi kebutuhan protein harian tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar. Meski demikian, membandingkan harga per kemasan saja bisa memberikan gambaran yang kurang akurat. Coba hitung biaya untuk setiap 20–25 gram protein berdasarkan informasi pada label agar terlihat produk mana yang menawarkan nilai paling sesuai dengan anggaran.

  5. 5. Kesesuaian dengan kebutuhan tubuh

    ilustrasi minum dengan tumbler
    ilustrasi minum dengan tumbler (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    Memilih jenis whey protein sebaiknya didasarkan pada kebutuhan nutrisi, pola makan, toleransi pencernaan, dan tujuan latihan. Whey protein isolate dapat menjadi pilihan praktis bagi orang yang ingin memperoleh protein dalam jumlah relatif tinggi dengan kandungan laktosa dan lemak yang umumnya lebih rendah. Namun, produk ini bukan syarat mutlak untuk membangun otot karena peningkatan massa otot juga dipengaruhi kecukupan protein harian, latihan beban yang teratur, energi dari makanan, dan pemulihan tubuh.

    Sementara itu, whey protein concentrate dapat memenuhi kebutuhan protein dengan baik bagi orang yang dapat mentoleransi kandungan laktosanya dan menginginkan pilihan yang lebih hemat. Kedua jenis tersebut sama-sama menyediakan asam amino yang diperlukan untuk sintesis protein otot apabila kualitas dan jumlah proteinnya memadai. Jika memiliki intoleransi laktosa yang berat, alergi protein susu, atau keluhan pencernaan yang menetap, konsultasikan pilihan suplemen dengan tenaga kesehatan agar lebih sesuai dengan kondisi tubuh.

    Pada akhirnya, perbedaan whey protein isolate dan whey protein concentrate terutama terletak pada konsentrasi protein, kandungan laktosa dan lemak, proses pengolahan, serta biaya. Isolate cenderung unggul dalam kepadatan protein, sedangkan concentrate dapat menawarkan pilihan yang lebih ekonomis untuk memenuhi kebutuhan harian. Jadi, sebelum membeli, bandingkan tabel nutrisi, jumlah protein per sajian, dan harga per gram protein agar pilihan suplemen benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta anggaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More