Saat stres, banyak kebiasaan sehari-hari berubah tanpa disadari, misalnya:
Kurang tidur.
Pola makan tidak seimbang.
Jarang menjaga kebersihan kulit.
Sering menyentuh atau menggaruk kulit.
Kondisi ini bisa membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalam folikel rambut. Kombinasi antara daya tahan tubuh yang menurun dan kebersihan kulit yang kurang optimal menjadi “kombinasi sempurna” untuk munculnya bisul.
Stres memang tidak secara langsung menyebabkan bisul, tetapi perannya tetap signifikan sebagai faktor yang memperbesar risiko.
Ketika tubuh berada dalam kondisi stres berkepanjangan, sistem imun melemah dan kulit menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dari luar. Mengelola stres, tidur cukup, serta menjaga kebersihan diri menjadi bagian penting dalam mencegah bisul dan masalah kulit lainnya.
Referensi
Mayo Clinic. “Boils and Carbuncles - Symptoms and Causes.” Diakses Maret 2026.
American Psychological Association. “Stress Effects on the Body.” Diakses Maret 2026.
Graham A. Rook, “Regulation of the Immune System by Biodiversity From the Natural Environment: An Ecosystem Service Essential to Health,” Proceedings of the National Academy of Sciences 110, no. 46 (October 23, 2013): 18360–67, https://doi.org/10.1073/pnas.1313731110.
Petra C. Arck et al., “Neuroimmunology of Stress: Skin Takes Center Stage,” Journal of Investigative Dermatology 126, no. 8 (July 17, 2006): 1697–1704, https://doi.org/10.1038/sj.jid.5700104.