Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Buah yang Direkomendasikan Onkolog untuk Cegah Kanker Payudara

4 Buah yang Direkomendasikan Onkolog untuk Cegah Kanker Payudara
ilustrasi buah-buahan (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
Intinya Sih
  • Penelitian menunjukkan konsumsi buah seperti apel, beri, ceri, dan buah kering dapat dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah berkat kandungan antioksidan dan fitonutriennya.
  • Setiap jenis buah memiliki senyawa aktif berbeda seperti polifenol pada apel, antosianin pada beri dan ceri, serta flavonoid pada buah kering yang berpotensi mendukung perlindungan sel tubuh.
  • Pola makan seimbang disertai gaya hidup sehat—termasuk olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, dan membatasi alkohol—tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan payudara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada perempuan di berbagai negara. Meski gak ada makanan yang mampu mencegah kanker secara mutlak, pilihan makanan sehari-hari tetap berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.

Buah-buahan termasuk kelompok makanan yang banyak diteliti karena mengandung serat, vitamin, serta berbagai senyawa alami yang bermanfaat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah yang cukup dapat dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah.

Fakta ini membuat para ahli semakin tertarik meneliti hubungan antara pola makan dan kesehatan payudara. Jika ingin mulai menerapkan pola hidup sehat, menambahkan beberapa jenis buah ke menu harian bisa menjadi langkah sederhana yang layak dicoba.

1. Apel

ilustrasi buah apel
ilustrasi buah apel (pexels.com/Matheus Cenali)

Apel mungkin gak sepopuler buah-buahan berwarna cerah seperti stroberi atau blueberry ketika membahas makanan sehat. Padahal, buah ini termasuk salah satu sumber polifenol yang cukup tinggi, lho. Polifenol merupakan senyawa alami tumbuhan yang dikenal memiliki sifat antioksidan. Kandungan tersebut dipercaya berperan dalam membantu melindungi sel tubuh dari berbagai kerusakan.

Menurut penelitian dalam Nutrients, konsumsi apel dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah. Salah satu senyawa yang banyak ditemukan dalam apel adalah quercetin. Menurut penelitian dalam International Journal of Nanomedicine, quercetin memiliki potensi untuk memengaruhi berbagai jalur yang terkait dengan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Temuan ini membuat apel menjadi salah satu buah yang menarik perhatian para peneliti.

Bagian kulit apel juga menyimpan manfaat yang gak kalah penting. Menurut penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Research, kulit apel diketahui mengandung triterpenoid yang menunjukkan aktivitas antikanker pada penelitian laboratorium. Karena itu, mengonsumsi apel bersama kulitnya setelah dicuci bersih dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Kamu bisa menikmatinya sebagai camilan, campuran salad, atau pelengkap oatmeal saat sarapan.

2. Buah beri

ilustrasi blueberry
ilustrasi blueberry (pexels.com/Kaboompics.com)

Kelompok buah beri seperti blueberry, stroberi, raspberry, dan blackberry dikenal kaya akan antioksidan. Buah-buahan ini juga mengandung serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Warna merah, ungu, dan biru yang khas berasal dari senyawa bernama antosianin. Senyawa tersebut menjadi salah satu alasan mengapa buah beri sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Menurut penelitian dalam Food Bioscience, blackberry berpotensi membantu menghambat penyebaran sel kanker payudara melalui berbagai mekanisme biologis. Sementara itu, penelitian dalam Journal of Functional Foods menemukan bahwa delphinidin, salah satu jenis antosianin dalam buah beri, mampu menghambat pertumbuhan tumor pada studi laboratorium. Hasil penelitian tersebut masih terus dikembangkan untuk memahami manfaatnya secara lebih mendalam. Meski demikian, temuan yang ada memberikan gambaran yang cukup menjanjikan.

Natalie Ledesma, ahli gizi onkologi dari University of California, San Francisco Helen Diller Family Comprehensive Cancer Center, menjelaskan bahwa fitonutrien dalam buah menjadi salah satu faktor penting yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Kandungan fitonutrien bekerja bersama serat untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Buah beri juga sangat mudah dimasukkan ke menu harian. Kamu bisa mencampurkannya ke dalam yogurt, smoothie, oatmeal, atau pancake.

3. Ceri

ilustrasi buah cherry atau ceri
ilustrasi buah cherry atau ceri (pixabay.com/Couleur)

Ceri memiliki warna merah tua yang menarik dan rasa manis yang khas. Buah ini mengandung antosianin dalam jumlah yang cukup tinggi, sama seperti beberapa jenis buah beri. Selain itu, ceri juga mengandung vitamin C, kalium, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Kombinasi nutrisi tersebut membuat ceri layak masuk dalam pola makan sehat.

Menurut penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences, antosianin dari ceri manis berwarna gelap berpotensi membantu memperlambat pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara triple-negative pada penelitian hewan. Jenis kanker ini dikenal sebagai salah satu bentuk kanker payudara yang cukup agresif. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa antosianin dapat memberikan efek yang menjanjikan terhadap perkembangan tumor. Meski begitu, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.

Manfaat ceri gak berhenti pada kandungan antosianinnya saja. Menurut penelitian dalam Molecules, sifat antiinflamasi yang dimiliki ceri juga diduga berperan dalam efek perlindungan yang diamati pada berbagai penelitian. Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk beberapa jenis kanker. Karena itu, mengonsumsi ceri dapat menjadi salah satu cara untuk memperkaya asupan nutrisi harian.

4. Buah kering

ilustrasi dried fruits atau buah kering
ilustrasi dried fruits atau buah kering (freepik.com/timolina)

Buah kering seperti kismis, kurma, prem kering, dan buah ara sering kali dipandang sebelah mata. Banyak orang menghindarinya karena kandungan gula alaminya lebih terkonsentrasi dibandingkan buah segar. Padahal, proses pengeringan juga membuat kandungan serat dan fitonutrien menjadi lebih padat. Jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat, buah kering tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.

Menurut penelitian dalam Frontiers in Nutrition, konsumsi buah kering dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap berbagai jenis kanker. Temuan lain dalam Heliyon juga menunjukkan adanya hubungan antara faktor pola makan tertentu dan risiko kanker payudara. Penelitian terbaru dalam Journal of Health, Population and Nutrition bahkan menemukan adanya keterkaitan genetik antara kebiasaan mengonsumsi buah kering dan risiko kanker payudara yang lebih rendah. Hasil tersebut semakin memperkuat alasan untuk tidak mengabaikan buah kering dalam menu harianmu.

Buah ara atau fig menjadi salah satu buah kering yang mendapat perhatian khusus dari para peneliti. Menurut penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences, buah ara kaya akan polifenol, flavonoid, dan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung perlindungan terhadap kanker. Selain memiliki nilai gizi yang baik, buah ini juga gampang dipadukan dengan berbagai makanan. Kamu bisa menambahkannya ke oatmeal, roti panggang, atau yogurt untuk meningkatkan asupan nutrisi.

5. Kebiasaan lain yang mendukung kesehatan payudara

ilustrasi olahraga plank
ilustrasi olahraga plank (pexels.com/Elina Fairytale)

Mengonsumsi buah-buahan di atas merupakan langkah yang baik untuk mendukung kesehatan tubuh. Namun, para ahli menekankan bahwa pola makan secara keseluruhan jauh lebih penting dibandingkan hanya berfokus pada satu jenis makanan. Wendy Y. Chen, dokter onkologi payudara dari Dana-Farber Cancer Institute, menilai bahwa kualitas pola makan dan gaya hidup memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan payudara. Karena itu, pendekatan yang menyeluruh tetap diperlukan.

Menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga menjadi dua kebiasaan yang sangat dianjurkan. Menurut penelitian dalam European Journal of Surgical Oncology, tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah. Aktivitas fisik juga membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, serta kebugaran tubuh secara umum. Bahkan olahraga sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Membatasi konsumsi alkohol serta mengurangi daging merah dan daging olahan juga penting untuk diperhatikan. Menurut penelitian dalam The Breast, konsumsi alkohol berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Sementara itu, penelitian dalam Cureus menemukan adanya hubungan antara konsumsi daging merah dan daging olahan yang tinggi dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Menggantinya dengan ikan, unggas, kacang-kacangan, atau polong-polongan dapat menjadi pilihan yang lebih baik.

Menambahkan apel, buah beri, ceri, dan buah kering ke dalam menu harian merupakan langkah sederhana yang bisa membantu meningkatkan kualitas pola makan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan tersebut mengandung senyawa alami yang berpotensi mendukung perlindungan terhadap kanker payudara.

Meski begitu, manfaat terbaik akan diperoleh jika konsumsi buah dibarengi dengan pola hidup sehat secara keseluruhan. Menjaga berat badan, rutin bergerak, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi alkohol tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan kebiasaan yang konsisten, kamu dapat memberikan dukungan terbaik bagi kesehatan tubuh mulai dari sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More